Selasa, 11 November 2008

Pengetahuan Anak

Sabun Dulu Barang Mewah


Cucian menumpuk ? “Ya enggak masalah” sahuit bawang putih. Tentu karna ada sabun. Sabun mengandung surfaktan atau bahan aktif pemukaan, yang molekulnya mengikat kotoran lalu melepasnya dari benda inang. Ia akan menahan kotoran sampai larut terbilas air. Mengingat berbagai kepentinngan, Wajar bila ada berbagai jenis dan wujud sabun misalnya, Batangan keras sabun mandi , Serbuk deterjen , Encernya sabun cair dan shampo hinga sabun Colek yang kenyel-kenyel. Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. Konon, Tahun 600 SM masyarakat fnishia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari Lemak Kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkanya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yanng sudah bisa membuat sendiri sabun dengan bahan serupa. Plini (23-79) menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat ranbut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di gaul, Prancis. Artinya, tahun 100 masyarakat gaul sudah memakai sabun keras. Ia jga menyebut sabun pabrik di Poimpii yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.
Dimasa itu sabun lebih sebagai obat. Baru blakangan i dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abat II. Tahun 700an di Itali membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200an. Secar bersamaan Marseille, Genoa, Venica, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat secara deposit soda mentah. Akhit tahun 1700an Nicolas Leblanc , kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa. Sabun pun semakin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau oleh semua orang. Di Amerika Utara Indutrinya sabun lahir tahun 1800-an. Pengusahanya mengumpulkan sisa-sisanya lemak yang lalu dimasak dalam panci besar. Selanjutnya, Adonan di tuang dalam catakan kayu. Setelah mengeras,sabun dipotong-potong,dan dijual dari rumah-ke rumah.
Begitupun, baru abat XIX sabun menjadi barang biasa bukan lagi barang mewah. Fritz Gunther, ilmuan Jerman, biasa disebut sebagai penemu surfaktan sintesis dalam deterjan tahun 1916. Namun, baru tahun 1933 untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di AS.
Kelebihan deterjen, mampu lebih efektif membersihkan kotoran walau dalam air yangn mengandung mineral. Tapi, ia pun menimbulakang hasilkan limbah busa di di sungai dan danau ini karena umumnya deterjen mengadung alkylbenzene sulphonate yang sulit terurai. Untung, setelah 10 tahun dilakukan penelitian, tahun 1965, ditemukan alkybenxene sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan.
Bakteri dapat cepat meng-uraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkan limbah busa. Dalam perkembanganya, deterjen pun makin canggih. Deterjen masa kini biasanya mengandung pemutih , pencerah warna, bahkan anti redeposisi. Zat terajhir ini mencegah kotoran agar tidak mau menempel.

Universal 2

Dinas P dan K Jatim
Kucurkan Beasiswa Untuk Siswa Miskin

Dinas pendidikan dan kebudayaan profinsi Jatim benar-benar ingin mewujudkan tekad profinsi Jatin untuk mempreoristaskan pembangunan did sector pendidikan.
Seperti yang pernah di ungkapkan oleh gurbernur Jatim, Imam Utomo dalam beberapa pidatonya yang menyatakan bahwa Pemerintah Privinsi akan memeproitaskan pendidikan. Termasuk program intisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun yang dimasukkan dalam rencana pemerintah jangka menengah daerah.
”Pemerintah Privinsi Jatim telah berhasil melaksanakan pendidikan wajib blajar 9 tahun. Dan program selanjutnya adalah wajib blajar pendidikan menengah 12 tahun yang telah kami masukkan dalam RPJMD Jatim pada tahun ini dan akan datang,”kata Imam Utomo.
Demi meningkatkan mutu dan pemerataan di Jawa Timur, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jatim telah mengucurkan dana beasiswa bagi siswa miskin di Jawa Timur.
”Beasiswa ini hanya untuk siswa yang Miskin dan benar-benar Miskin. Harapan saya agar beasiswa ini tepat sasaran dengan sesuai denga data yang kami terima. Dan himbauan saya kepada seluruh kepala sekolah yang ada disini adalah seluruh siswa miskin harus dibebaskan dari berbagai iuran. Jadi mereka benar-benar memperolaeh sekolah gratis,”Ujar Kepala Dinas P dan K Jatim, DR.Rasiyo,M.Si saat meresmikan acara’sosialisasi beasiswa miskin SMP Negeri/Swasta se Jawa Timur’ di Convention Hall Surabaya tanggal 17 Juli 2008.
Bantuan beasiswa untuk siswa miskin ini dikurkan sebagai Pendamping dana BOS yang dikhususkan kepada siswa miskin yang sebelumnya di data oleh masing-masing lembaga sekolah dan diserahkan ke Dinas P dan K Provinsi Jatim. Ada sekitar 2500 Sekolah yang mendapatkan alokasi dana tersebut.
“akan tetapi untuk tahap pertama, ada 1500 sekolah menengah pertama (SMP) baikyang negeri maupun swasta yang akan menerima. Sisanya akan diberikan pada tahap kedua. Metode pemberian siswa ini dialirkan ke rekening bank sekolah/kepala sekolah,” tambah Rasiyo.
Menurut Rasiyo, dana yang dikucurkan masing-masing Rp. 48.000,- persiswa ditambahkan dengan dana BOS, diharapkan sudah mampu menutup biaya sekolah perbulan bagi siswa yang tidak mampu membayar iuran sekolah.
“Dana BOS kan hanya untuk membantu biaya operasional saja. Sedangkan beasiswa ini saya rasa sudah cukup untuk menutup anggaran persiswa untuk satu bulan dalam menempuh pendidikan di sekolah bapak dan ibu semua,” tambah Rasiyo.
Pejabat kelahiran Madiun ini juga sangat berharap agar perlakuan yang diberikan sekolah kepada semua muridnya sama.
Meskipun ada dari kalangan kaya maupun miskin yang mendapat beasiswa ini.
“Untuk sekali lagi saya tekankan kepada para kepala sekolah semua. Tolong saya dibantu agar siswa dari anak-anak miskin ini diperhatikan karena semua warga indonsia berhak mendapatkan pendidikan yang sama,”tutur Rasiyo.
Sambil berseloroh, Rasiyo juga menganggap kepala sekolah kurang cerdas jika sampai menolak dan tidak mau menerima beasiswa untuk siswa miskin tersebut.
“Saya berani bilang bahwa kepala sekolah tersebut kurang cerdas, karena jika itu tidak diterima, berarti dia tidak bisa memanfaatkan. Apalagi ini kan demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Jawa Timur,”kata Rasiyo yang disambut tepuk tangan para kepala sekolah.@sony

Universal 1

Empat Kali Raih Nilai
Rata-rata UASBN Tertinggi Se Surabaya

SD Negeri Ketebang 5 Surabaya telah berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi se Surabaya telah berhasil meraih nilai rat-rata tertinggi se Surabyaya. Yaitu tahun 205, 2006 dan tahun 2007 meraih niali rat-rata tertinggi se Surabay dalm Ujida ( Ujian Daerah ). Tahun 20008 dalam ujin Nasional (UASBN) juga meraih nilai tertinggi se Surabaya ( nilai : 28,27 ).
Tidak hanya bidang akademik SDN Ketabang 5 Surabaya telah membuktikan keberhasilan dalm mendididk siswanya, namaun juga bidang non akademik juga telah berprestasi. Misal beberapa tahun yang lalu menggaet juara1 festival tari Poco-Poco, tari Tradisional dan tari-tari lainnya. Tahun 2008 telah menjuarai Plihan Cak dan Ninng Cilik di Surabaya. Yaitu Bela Dona, siswa kelas 5 SDN Ketabang 5 Surabaya berhasil merebut juara 1 ning Cilik Surabaya.
Kiat apa sehingga SDN Ketabang 5 Surabaya bisa merih seabrek prestasi? Suprihatin,S.Pd, guru Kelas 6 menuturkan pada INFO.
INFO : Kiat apa yang bisa membuat sekolah yangIbu pimpin banyak meraih perstasi?
Suprihatin : semu persoalan pendidikan seyogyanya dipikirkan oleh semua komponen sekolah. Ya orang tua murid, ya gurunya. Tentu juga anak didik juga harus mendapat perhatian penuh. Yang lebih utama adalah membuat suasana sekolah menjadi joyfull (kerasan/betah) bagi siswa untuk belajar.
INFO : Prestasi bidang akademik?
Suprihatin : kami punya tim untuk menggembleng siswa. Khususnya siswa kelas 6 yang akan mengikuti Ujian ( UASBN ). Kerenanya kami harus sungguh-sungguh dalam menanganinya. Ada bimbingan belajar, ada try outsekolah, try out selevelgugus, dan terakhir adalah try out selevel dinas koya. Dan Alhamdulillah hasilnya sangat maksimal.
Sutadji : yang penting kami mempunyai keyakinan bahwa bila segala sesuatu dijalankan dengan iklas dan berdoa, maka hasilnyapun akan seperti yang kami harapkan.
INFO : prestasi bidang non akademik?
Suprihatin:Kami sudah mempunyai stok kader dari siswa kelas satu hingga kelas 5. Umpama nanti siswa kelas enam sudah lulus, kami telah memiliki siswa yang kelas dibawahnya. Dan ini memang kami persiapkan dengan matang. Alhamdulillah sekolah kami tidak kekurangan calon-calon siswa yang akan mengangkat nama sekolah. Baik itu dibidang akademik atau non akademik.@ Pudianto

Pengetahuan Anak

Sabun Dulu Barang Mewah

Cucian menumpuk ? “Ya enggak masalah” sahuit bawang putih. Tentu karna ada sabun. Sabun mengandung surfaktan atau bahan aktif pemukaan, yang molekulnya mengikat kotoran lalu melepasnya dari benda inang. Ia akan menahan kotoran sampai larut terbilas air. Mengingat berbagai kepentinngan, Wajar bila ada berbagai jenis dan wujud sabun misalnya, Batangan keras sabun mandi , Serbuk deterjen , Encernya sabun cair dan shampo hinga sabun Colek yang kenyel-kenyel. Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. Konon, Tahun 600 SM masyarakat fnishia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari Lemak Kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkanya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yanng sudah bisa membuat sendiri sabun dengan bahan serupa. Plini (23-79) menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat ranbut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di gaul, Prancis. Artinya, tahun 100 masyarakat gaul sudah memakai sabun keras. Ia jga menyebut sabun pabrik di Poimpii yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.

Dimasa itu sabun lebih sebagai obat. Baru blakangan i dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abat II. Tahun 700an di Itali membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200an. Secar bersamaan Marseille, Genoa, Venica, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat secara deposit soda mentah. Akhit tahun 1700an Nicolas Leblanc , kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa. Sabun pun semakin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau oleh semua orang. Di Amerika Utara Indutrinya sabun lahir tahun 1800-an. Pengusahanya mengumpulkan sisa-sisanya lemak yang lalu dimasak dalam panci besar. Selanjutnya, Adonan di tuang dalam catakan kayu. Setelah mengeras,sabun dipotong-potong,dan dijual dari rumah-ke rumah.

Begitupun, baru abat XIX sabun menjadi barang biasa bukan lagi barang mewah. Fritz Gunther, ilmuan Jerman, biasa disebut sebagai penemu surfaktan sintesis dalam deterjan tahun 1916. Namun, baru tahun 1933 untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di AS.

Kelebihan deterjen, mampu lebih efektif membersihkan kotoran walau dalam air yangn mengandung mineral. Tapi, ia pun menimbulakang hasilkan limbah busa di di sungai dan danau ini karena umumnya deterjen mengadung alkylbenzene sulphonate yang sulit terurai. Untung, setelah 10 tahun dilakukan penelitian, tahun 1965, ditemukan alkybenxene sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan.

Bakteri dapat cepat meng-uraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkan limbah busa. Dalam perkembanganya, deterjen pun makin canggih. Deterjen masa kini biasanya mengandung pemutih , pencerah warna, bahkan anti redeposisi. Zat terajhir ini mencegah kotoran agar tidak mau menempel.

Non Formal

Jatim Harus Bisa Juara Umum


Guru prestasi, kepala sekolah prestasi, serta pengawas prestasi tingkat Jawa Timur telah terpilih. Setelah melalui seleksi yang begitu ketat dari tingkat sekolah, Kecamatan, Kabupaten/Kota masing - masing, dan telah menyisihkan para pesaingnya ditingkat Jawa Timur mereka kini tengah bersiap-siap untuk berangkat ke tingkat nasional.
senyum dan wajah gembira mereka tidak dapat disembunyikan, ini ini terlihat ketika para duta jatim yang akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 12-18 Agustus nanti ini mereka pembekalan dan persiapan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisantara Bidakara Surabaya mulai tanggal 19-21 Juli kemarin.
dalam kegiatan tersebut para guru, kepala sekolah, dan pengawas prestasi Jatin akan diberikan arahan serta perbaikan dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai persyaratan atau kriteria dalam lomba.
pada hari kedua, tiba-tiba saja Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Drs.Syaiful Rachman,MM datang secara mendadak ditengah-tengah para peserta. sontak kehadiran orang nomer dua dibidang pendidikan di Jatim ini membuat peserta kaget.
Setelah bersalaman kepada seluruh peserta, Syaiful diboikot untuk berbicara didepan forum oleh panitia. Syaiful pun menargetkan para duta Jatim tersebut untuk menjadi juara umum.
"Saya berharap tahun ini Jatim bisa menjadi juara umum ,"ujar Syaiful membuka kalimat.
Syaiful optimis kalau tahun ini para guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi tersebut akan mampu memberikan sumbangsih yang maksimal. karena mereka dianggap mempunyai nilai plus dibandingkan dengan peserta dari Kabupaten/Kota yang berhasil mereka singkirkan.
"Anda semua adalah para guru, kepala sekolah, maupun pengawas yang mempunyai nilai plus dari rekan-rekan yang telah gagal pada seleksi tingkat Jatim. Untuk itu, saya yakin Jatim nanti bisa mengikuti tim PON Jatim di Kaltim. Apalagi para peserta jatim khusunya dibidang pendidikan selalu dipantau dan diwaspadai dari provinsi lain,"tambah Syaiful.
Orang yang pernah menjabat sebagai Kasubdin Tenaga Kependidikan itu juga mengungkapkan bahwa selama jeda waktu sebelum berangkat ka tingkat nasional. Para peserta juga diharapkan mampu mempersiapkan mental dan fisik dengan bagus, serta melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
“Manfaat tenggat waktu sebelum berangkat dengan menyiapkan fisik dan mental yang prima. Serta melengkapi dokuman dan panitia, misalnya memperbaiki dan menyempurnakan karya tulis, dan sebagainya,”imbuhnya.
Dalam kegiatan pembekalan dan persiapan tersebut, memang dikhususkan untuk para guru, kasek dan pengawas prestasi yang telah melewati tahap seleksi untuk memperbaiki karya tulis dengan dibantu oleh tim pendamping Jatim dari berbagai kalangan yang berkompeten dibidang karya tulis ilmiah.
Drs.Pudjianto,M.Pd pengawas berprestasi dari Kabupaten Lamongan juga merasa senang dan bangga dirinya lolos dari seleksi tingkat Jatim dan berangkat ke tingkat nasional.
“Perasaan saya sangat senang mas,. Bias lolos seleksi (tingkat Jatim) dan berangkat ke Jakarta (tingkat nasional),”ujarnya dengan senyum mengembang.
Ketika beban dipundaknya semakin berat, sebab tahun lalu 2 guru berprestasi dalam lomba yang sama mampu menjadi juara pertama dan kedua justru malah tidak membuat Pudjianto ini keder.
“Insyaallah saya siap untuk jadi juara. Hal itu justru memotivasi saya untuk bias berprestasi,”tuturnya dengan nada tinggi.

Kajian Ilmiah

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan


Undang-undang dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintahn perlu mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarkat yang maju, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
Dalam mewujudkan masyarakat yang maju, makmur, dan sejahtera tentulah dibutuhkan seorang pemimpin yang cerdas, arif dan bijaksana dalam mengambil satu langkah kebijaksanaan ataukeputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orng banyak / masyarakat yang dipimpinnya, pada kenyataan yang terjadi di masyarakat bnyak sekali pemimpin –pemimpin yang tidak dapat mengemban amanat dan kepercayaan rakyat yang memilihnya atau lebih banyak memiliki kecenderungan perilaku berani mengingkari setiap apa yang pernah mereka janjikan sebelum terpilih menjadi seorang pemimpin sehingga terwujudnya masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera hanya sebatas retorika semata. Karena kenyataan-kenyataan lain yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin sekarang lebih banyak menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak bias dijadikan contoh dan suri tauladan bagi masyarakat dibawahnya seperti ; orang yang mengenal dan tahu tentang agama, hukum, dan etika serta moral malah lebih berani melakukan pelanggaran terhadap hal tersebut.

BUTUH KAJIAN AGAR DAPAT MEMAHAMI PENTINGNAY MEMPELAJARI PENDIDIKAN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI

Adabeberapa kajian yang harus pula di ketahui orang tua dan guru dalam membekali ketrampilan pengembangan bergaul mandiri pada anak usia dini antara lain :
1. Kajian Paedgogis
- Masa usia dini merupakan peletak dasar (fondasi awal) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
- Menurut paham nativisme; memeng anak telah membawa potensi genetis.
- Menurut paham psikologis ; lingkunagn memberi peran yang sangat besar dalm pembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak.
2. Kajian Neurologi
- Anak terlahir dibekali bermiliar neuron (sel syaraf) dalam otaknay.
- Neuron-neuron yang tidak men dapatkan stimulasi / rangsangan kecerdasan lewat pendidikan dan pengajaran akan musnah lewat proses alamiah.
- Rangsanngan akan sangat efektif ketika anak masih berusia dini, terutama usia 4 tahun ke bawah (usia emas) diman sel otaknya berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan antar sel.
- 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun 30% berikutnya pada usia 8 tahun, dan sisanya ketika anak mencapai sekitar 18 tahun ( osborr,white,Bloom )
- Itulah sebabnya mengapa usia dini (terutama usia 4 tahun kebawah) merupakan masa yang sangat menentukan.
- Usia 4 tahun pertama adalah usia perkembangan keemasan bagi anak, untuk itu jangan di sia-siakan.
- Inagnat masa peka : otaknya hanya mau menerima rangsangan spesifik pada waktu tertentu saja.
- Pada masa usia dini perkembangan fisik, motorik, intelektual maupun social anak terjadi sangant pesat, sehingga para ahli menyimpulkan masa depan seorang anak.
3. Kajian Dibidang Gizi
- Pembentukan kecerdasan pada usia dini sangat tergantung pada asupangizi yang diterima ; makin rendah asupan gizi yang diterima, makin rendah status kesehatan anak dan makin rendah pula kemampuan belajarnya.
Oleh sebab itu pemerintah, masyarakat dan keluarga perlu memperhatikan status gizi, khususnya bagi anak usia dini.
4. Kejadian tentang fungsi otak :
- Ada tiga (3) bagian otak yang sangat penting dan terkait dengan perkembangan anak usia dini, yakni:
1) Batang otak sebagai pusat pertahanan
2) Limbik sebagai pusat emosi, dan
3) Kortek sebagai pusat berfikir.
- Bila dikaji mendalam system otak akan berperan sebagai berikut :
1. bahwa sistem limbik yang mendapatkan perlakuan menyenangkan, akan membuat selaput otak pada korteks dapt bekerja dengan baik (membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis anak).
2. anak yang sering dipacu sistem limbiknya dengan nyanyian permainan, penghargaan dan hal-hal lainnya yang bersifat menyenangkan atau mengasyikan akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
3. anak yang sering ditakut-takuti, diancam dan dibelenggu kemerdekaannya akan berpengaruh pada perkembnagna batang otaknya. Dampaknya anak akan bersifat mlawan ( Fight ) atau mengurung diri ( Flight ) dengan melihat perkembangan karakteristik begitu uni, orang tua dan guru dalam mengembangkan perilaku sosial anak perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman diri tentang aspek-aspek perilaku yang ada pada diri anak tentang ; afilasi ( kebutuhan anak bersama orang lain ), agresif ( tingkah laku menyerang bik secara isik ataupun verbal, atau berupa ancaman yang disebabkan karena ada permusuhan ), aturan ( pedoman bertingkah laku yang dapat di terima sesuai situasi pada saat itu), Bully ( ancaman, baik baik fisik maupun non verbal, terhadap seorang anak oleh anak lain dengan tujuan memperoleh kepuasan). Clowing/ membadut ( menunjukkan perilaku yang nampakkebodoh-bodohan atau konyol ), curang m disiplin (orang yang belajar atau secara suka rela mengikuti pimpinannya), egosentrisme ( lebih peduli terhadap diri sendiri dari pada orang lain ). Empati (kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengerti perasaan dan pandangan orang tersebut), ganjaran atau hadiah ( berbagai bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap suatu prestasi, hati nurani ( dapat membedakan manusia denngan mahluk lain , sehingga seseorang dapat membedakan sesuatu yang dapat dilakukan atau tidak untuk bernuat sesuatu ). Hukuman (sanksi fisik maupun psikis untuk pelanggaran dan kesalahan yang sengaja ) identifikasi ( proses terjadinya pengaruh sosial pada seseorang yang didasarkan pada keinginan orang tersebut untuk menjadi individu yang dikagumi ). Imitasi (peniruan sikap,tingkah laku serat cara pandang orang lain perilaku sosial yang paling mendalam dan paling langgeng pada seorang individu). Introivert dan eksrovert adalah kecenderungan seseorang untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya sedangkan eksrovert adalah kecenderungan seorang untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya. Kemandirian umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, Ketergantungan ( karena kebutuhannya menjadi tergantung pada orang lain ). Kondep diri ( gambaran yang dimiliki anak tentang dirinya, meliputi kondisi fisik, psikologis, sosial dan emotional ). Maladjustment ( individu yang menyesuaikan dirinya buruk), manja ( kecenderungan dalam diri anak untuk selalu menuntut perhatian orang lain, tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain). Membangkang ( menolak aturan ), mencuri ( mengambil yang bukan haknya ), moralitas ( tingkah laku yang mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat, pentesuaian diri menunjukkan taraf fungsi kepribadian individu di dalam kelompoknya).
Self Acceptance ( sikap menerima diri sendiri, suatu sikap yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang atau seorang anak dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial). Sbling rivalvry ( persaingan antar saudara merupakan suatu ketegangan yang terjadi dalam keluarga antara kakak dan adik).
Sosial acceptance / penerimaan sosial ( terpilihnya seseorang atau seorang anak untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu), sosialisasi (proses penyesuaian diri anak terhadap adat istiadat, kebiasaan dan cara hidup lingkungan ), dan trust / rasa percaya ( merupakan konsep yang tumbuh karena adanya rasa aman, sehingga anak dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat membina hubungan yang hangat dan menjalankan perilaku sosial tertentu tidak dengan rasa cemas).
Selanjutnya bagaimana dengan oragtua dan guru anak usia dini harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan anak usia dini sebagai generasi calon pemimpin yang dapat mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera.@

Ragam info pendidikan 8

Wajah Guru Masa Kini

Mengapa manusia memilih menjadi guru. Kenikmatan apa yang diperoleh dari pilihan hidup menjadi guru. Kenikmatan materialkah?, Kenikmatan batinkah?, atau kenikmatan lainnya. Banyak orang menduga dengan peningkatan gaji guru (kesejahteraan guru), maka akan meningkatkan kualitas pendidikan. Yakinkah bila gajiguru ditingkatkan minimal sebesar gaji gubernur akan meingkatkan kualitas pendidikan. Guru memang butuh kesejahteraan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan jangan sampai guru miskin materi. Betulkah peningkatan kesejahteraan ekonomi (materi kebendaan) guru sebagai indikator utama untuk peningkatan kualitas pendidikan. Bagaimanakah wajah-wajah guru masa kini yang dihadapkan pada tugas mendidik-mengajar dan kebutuhan kesejahteraan ekonomi?
Manusia memanng makhluk surga. Tidak ada manusia ke depan yang ingin hidupnya lebih suram dari sebelumnya. Semua manusia waras ingin hidupnya semakin lama semakin baik, lebih sejahtera, lebih bahagia, lebih nikmat. Itulah manusia sebagai makhluk surga, karena surga memang tempat kebahagiaan dan kenikmatan. Guru juga manusia, tak luput dari keinginana tersbut. Adam (nabi adam) beserta ibu Hawa adlah manusia manusia pertama, semula mereka berada di surga. Saking nikmatnya surga, lupa ada larangan tidak boleh memetik/memakan “buah kuldi” dilanggarnya. Nampaknya buah kuldi adalah berbentuk benda fisik atau material. Akhirnya, mereka berdua diturunkan ke bumi. Kita sebagai manusia saat ini adalah keturunan mereka berdua.
Guru berwajah guru. Seharusnya kenikmatan menjadi guru diperoleh dari keberhasilannya dapat mengantarkan anak didik menjadi manusia dewasa dalam cara berfikirnya, kedewasaan rasa (“emosi”) dan kedewasaan fisik anak didik. Itulah, seharusnya guru merasa nikmat bila berhasil dalam mengajar dan mendidik anak didik menjadi dewasa. Bila ada guru mengharap kenikmatan dari perolehan pendapatan yang besar semata, maka akan terjerumus seperti memakan “buah kuldi”, artinya akan kecewa (kecelik). Kekecewaan guru tesebut antaralain berupa ketidakberhasilan mendidik dan belum tentu kaya harta bisa diperolehnya.
Kesilauan material dunia telah menyinari dunia pendidikan yang terpantulkan ke wajah-wajah guru. Para guru sekarang mengejar materi dengan tanpa menghiraukan prilaku seorang guru. Banyak kejadian peserta didik yang gagal masuk suatu sekolah bukan karena tidak mampu berkompetisi pada ujian masuk sekolah, tetapi gagal karena tidak mampu membayar uang wajib biaya seragam sekolah. Banyak para murid mendapatkan nilai jelek karena tak mampu biaya kursus pada gurunya. Banyak guru dan sekolah menjual buku dengan harga yang mencekik orang tua murid, harga buku mahal. Banyak guru dan sekolah di kota besar mewajibkan murid baru untuk membayar uang gedung (uang pangkal) yang juga mencekik wali murid, biaya uang gedung tinggi. Sehingga para guru dapat keuntungan materi dari “bisnis”itu. Tampak mereka berpenampilan elit kemewahan tidak kalah seperti hartawan (businesman). Merasa nikmat atau bahagia kah mereka?
Namun tidak sedikit pula guru yang tak punya harta, bisa berangkat dan pulang ke sekolahan dapat naik sepeda buntut sudah untung, tyerutama guru di pedesaan dan pedalaman. Apabila para guru yang tak mampu harta terbawa guru lain yang penuh elit kemewahan dengan cara bisnis “memeras wali murid” maka tidak sedikit terbawa sinar kesilauan materi kemewahqn dunia, itu dilakukan. Sehingga tugas seorang guru untuk mengantarkan pserta didik ke kedewasaan terabaikan. Kalau para murid juga anak orang miskin harta, orang tua murid tidak akan dapat “diperas”,disisi lain guru terlanjur tergiur kesilauan material kemewahan, tak jarang mereka membeli barang dengan cara angsuran (kridit) sampai gajinya habis dipakai membayar beberapa angsuran hutang.
Ronggo Warsito telah menulis dalam karya sastranya “luwih becik dodol dawet karo rengeng-rengeng, tinimbang numpak sedan mengkilap karo drenginging” (lebih baik jualan minuman dawet sambil berdendang, daripada naik mobil sedan mewah sambil menangis tersedu-sedu), nampaknya itu telah terabaikan. Saat ini ada yang telah terjadi, banyak oarang silau dengan kemewahan ingin naik mobil baru dengan cara kridit, tidak mampu dipaksakan, akhirnya gajinya habis untuk membayar kridit. Karena pendapatan habis untuk membayar angsuran, mereka bingung dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Bingung kekurangan uang itulah ibarat “menangis tersedu-sedu”. Saat ini banyak orang memilih “lebih baik menangis tersedu-sedu sambil naik mobil mewah, daripada jualan minuman dawet,” termasuk sebagian para guru. Akhirnya tugas seoarang guru terabaikan. Kita berharap “dapat naik mobil mewah sambil berdendang”.
Bagaimana yang akan datang menciptakan kondisi wajah guru yang tak muram dan tak silau kemewahan. Menciptakan wajah guru yang bersahaja dan tekun pada profesinya. Pertama, dimulai dari perekrutan (recruitment) calon guru. Perekrutan calon guru biasanya dimulai sejak penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Perguruan tinggi LPTK antara lain: IKIP, FKIP, FIP dan lain-lain. Seharusnya perekrutan calon mahasiswa di LPTK selain dilakukan ujian umum seperti ujian masuk perguruan tinggi (UMPT) dilakukan pula ujian khusus seperti ujian minat bakat keguruan dan ujian kepribadian. Dengan demikian akan diperoleh mahasiswa yang memang dirinya sudah niat bulat ingin menjadi seorang guru dan memiliki kepribadian yang baik.
Kedua, perekrutan guru. Pada perekrutan guru ini, sebaiknya tidak sekadar ujian secara umum dan sol ujian dari tahun ke tahun tetap itu saja. Namun sebaiknya dilakukan ujian yang dapat mengukur loyalitas terhadap pendidikan dan negara, mengukur kemampuan bidang keilmuannya, mengukur fisik dan psikologis kejiwaannya. Dengan dmikian akan mendapatkan guru yang berkualitas dalam keilmuan, sehat jasmani-rohani, berjiwa guru, loyal pada dunia pendidikan dan negara.
Ketiga, seluruh guru digaji oleh negara (prmerintah). Setelah diterima menjadi guru sebaiknya pemerintah menggaji sluruh guru secara cukup (layak) sesuai golongan, pangkat, dan jabatannya. Dengan demikian seluruh guru di negeri ini adalah guru. Tidak seoerti saat ini, ada guru bantu, guru honorer, guru yayasan, guru PNS, guru DPK, dan lain-lain jenis guru. Walau semua itu guru, tetapi kesejahteraannya berbeda karena kekuatan yang nenggaji berbeda.
Keempat, diadakan pertemuan/penyegaran dan test kesehatan guru secara periodik. Setelah menjadi guru, pada perjalanan menjalankan tugas keguruannya diperlukan penyegaran pada guru, seperti pertemuan ilmiah untuk saling tukar informasi perkembangan ilmu sesuai keilmuannya, selain itu untuk mengingatkan kembali bhwa mereka adalah guru dalam mentransfer ilmu harus dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan/pemaksaan. Penyegaran itu bisa dilakukan setiap tahun. Selain itu, diperlukan test kesehatan pada guru. Test tersebut bisa dilakukan satu atau dua sekali secara periodik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan guru terutama apakah guru mengidap penyakit menular, apakah sang guru masih sehat psikologinya. Jangan sampai anak didik diajar oleh guru yangb tidak sehat dan gila (sakit psikis), hal itu membahayakan peserta didik. Guru yang tak sehat fisik atau psikologisnya harus disembuhkan dulu, bila sudah sehat diperbolehkan mengajar kembali.
Tidak berlebihan bila pemerintah memberi perhatian terhadap guru. Guru merupakan ujung tombak dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa. Pendidikaan akan berkualitas jika unsur utama gurunya berkualitas. Coba, apa yang terjadi, jika guru se indonesia mogok kerja selama sebulan, walau pejabat dan tenaga kerja administrasi di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tingkat pusat sampai tingakat kecamatan tetap kerja, dapat diduga dunia pendidikan akan merosot/ kacau balau. Namun sebaliknya jika para pejabat dan tenaga administrasi Depdiknas se indonesia mogok kerja sebulan, tetapi para guru tetap menjalankan tugasnya, dapat diduga bahwa dunia pendidikan akan tetap berjalan normal. Marilah kita ciptakan wajah-wajah guru yang bersahaja tak mudah silau, sehingga mereka dapat mengantarkan anak bangsa yang berkilau.@(Gems)

Opini 2

Festifal Dalang cilik

Untuk pengembangan dan pelestarian seni tradisional dikalangan pelajar, Subdin kebudayaan dinas pendidikan dan kebudayaan Profinsi Jawa Timur mengadakan festifal dalang bagi usia sekolah. Tak kurang 17 dalang cilik yang trdiri dari pelajar SD dan SMP dari daerah berbagai daerah di Jawa Timur tampil memukau penonton di Pendopo kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Profinsi Jawa Timur di Kawsan Jalan Jagir Surabaya.
Berbagai lakon wayang di lakonkan oleh para siswa. Cerita Wisanggeni Krido oleh Rian Wahyu, siswa klas 6 SD Negeri Babadan 2, Ngambe, Kabupaten Ngaw. Bimo Bungkus (kelahiran Bima Sena/Werkudara) Oleh Nanda, siswa kelas 2 SMP Negeri Prambon 1 Kabupaten Blitar. Aji Narantoko oleh Paksi Candra Wibaksu, siswa kelas 6 SD Negeri Sukojayan 1 Kabupaten Nganjuk, dan berbagai lakon wayang lainnya lagi.
Nanda, siswa kelas 2 SMP Negeri Prambon 1 Kabupaten Blitar mengangkat cerita Bimo Bungkus. Yang singkat alur ceritanya sulitan Dewi Kunti dalam melahirkan anaknya yang nernama Haryo Bimo. Dalam penuturan Ki Dalang Clik tersebut, Haryo Bimo terlahir dengan masih dibunkus selaput tipis cairan kental beserta ari-arinya sekaligus. Selaput tipis yang menyelimuti sanng cabang bayi Bimo, konon selaput pembungkus bayi, sulit dipecahkan oleh semua senjata ampuh yang ada iperbekalan senjata di Negara Hastina Pura. Namun berkat tapa brata Dewi Kunti agar pembungkus bayi tersebut bisa pecah, dan Dewata Agung mendengar serta mengutus para dewan dan brata untuk mengabulkan permohonan Dewi Kunti. Maka datanglah seorang satria yang yang berperawakan tinggi besar dan bersenjatakan dua belah pedang panjang serta panjang bak sepasanng taring gading gajah. Satri tersebut mennghampiri Dewi Kunti yang sedang berdoa dalam semedinya.
”he, Dewi Kunti, aku diutus Dewata Agung untuk membantumu dalam ksulitan,”sapa Satria dengan suara parau.
”Siapakah Kisanak, dan dari mana asalmu Kisanak ?” ganti Dewi Kunti bertanya.
”Oh kau ditanya belum menjawab,suah ganti bertanya,” sahut Satria dengan didirngi tawa berkepanjangan. Dewi kunti diam sejanak, dan tatapanya dalam-dalam satria Satria yang berdada bidang tersebut. Satria tahu persis bila diperhatikan dengan sunngguh-sungguh, maka derai tawanya meledak lagi seakan meledakkan tembok-tembk taman kabuter Dewi Kunti.
”Aku adalh Raden Gajah Angin dan Asalku aslku dari kolong langit dan berlantai bumi. Aku mendengar mendengar kabar dari para pedagang yang lewat bahwa permaisuri Prabu Pandu Dewanata, Raja Hastina Pura sedang dirudung susah. Yaitu melahirkan seorang anak yang terbungkus oleh selaput lendir dan dililit usus beserta ari-arinya. Dan tolong perkanan kan saya mengisis selaput jabang bayimu dengan sepasang pedangku,”pinta Raden Gajah Angin.
Singkat cerita, selaput bayi bisa pecah dan seketika itu terdengar suara tangis bayi melengking. Dalam pada itu juga dengan segenp prajurit jaga berhamburan berdesakan masuk taman kaputren dengan senjata terhunus kuatir ada mara bahaya yang datang.
Namun setelah melihat Dewi Kunti menggendong bayinya dan menyusuinya, para prajurit jaga sarempak bersimpuh menghantur sembah. ”Maafkan hamba tuan putri,”Suara kepala prajurit jaga dengan terbata-bata. ”Terima kasih prajurit, aku tak kurang sesuatu.Sudah kembalilah ketugas jagamu,”perintah Dewi Kunti.
Sekembalinya para prajurit jaga, taman kaputren menjadi sepi kembali, rupanya bayi tersebut sudah tidur pulas dalam gendongan ibunda. Dewi Kunti terhenjar sekejap tatkala mendengar suara lirih Raden Gajah Angin mohon pamit dan kemudian meloncat keluar pagar tembok taman kaputren dengan cekatan. Angin semilir berhembus pelan, dan semakin memulaskan tidur bayi Sang Bimo.
Dewi Kunti menegadakan wajahnya keatas, terlihat mendung pekat bergerak kebarat, Semakin lama semakin tebal. Tetep air hujan sudah mulai jatuh. Dewi kunti bergegas masuk keperaduan

Seni Tari

Jadi ekskul pilihan siswa

Tari merupakan seni tradisi dan budaya dari suatu bangsa ataupun suatu suku. Banyak upacara adat yang menonjolkan gabungan gerakan yang biasa disenut tari tradisional. Misalnya tari kecak, tari jaipong, tari remo dan masih banyak lagi tari tradisional yang lainnya.
Demi menjaga kelestarian tradisi, setiap sekolah rata-rata mempunyai ekstrakulikuler seni tari. Karena seni tari terutama tari-tari tradisional perlu untuk dilestarikan,akan tetapi pada kenyataanya kebanyakan siswa yang masuk ke ekskul ini ingin belajar seni tari modern.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Anis Sutarti,guru tari SD Negeri Wonokusumo 4 Surabaya. Menurut Anis, siswi-siswinya banyak yang tertarik untuk mengikuti seni tari, akan tetapi anak didiknya tersebut ingin mempelajari seni tari modern.
”Memang banyak menarik minat siswa untuk masuk dalam ekstrakulikuler tari, akan mereka ingin bergabung hanya ingin mempelajari modern dance. Saat saya mengajarkan tari remo, atau tari tradisional yang lain mereka biasanya menggerugutu ’bu, modern dance saja jangan tari kayak itu,”ujar guru tari yang masih berstatus sukwan tersebut.
Di tempat terpisah, grup dance SMP Santo Yosep Surabaya yang beranggotakan Christy Dio Putri, Bita Catya Andrasti, Yunike Maris, Lucky Monica boleh dibilang mempunyai prestasi membanggakan di bidang seni tari.
Grup dance meeka cenderung kepada aliran modern dance, karena menganggap bahwa tari yang sedang trend saat ini adalah modern dance. Apalagi yang sering diperlombakan adalah dance-dance modern.
Bita catya andrasti pun mengiyakan pendapat tersebut. Karena mnurutnya, modern lebih menarik baginya ketimbang tari-tari tradisional karena sesuai dengan perkembangan jaman.
”Perkembangan jaman sekaraang memang telah condong ke seni tari modern. Bukan karena tari tradisional ketinggalan jaman tetapi karena perlombaan yang sering ditampilkan adalah modern dance, maka kebanyakan ekskul tari selalu mengajarkan modern dance,”tutur gadis berparas ayu ini.
Monica dan yunike maris menambahkan bahwa ekskul tari disekolahnya selalu diadakan rutin setiap minggu guna lebih menyatukan individu para anggotanya. Gerakan tari kan tidak sedikit, banyak gerakan-gerakan yang harus dihafal dan didiskusikan.
”Setiap satu minggu sekali dalam ekskul tari kami selalu berdiskusi untuk membuat dan menyatukan setiap gerakan, serta memilih lagu yang cocok untuk gerakan tersebut,” ujar dua dara manis dari SMP Santo Yosep ini.
Bita juga berujar bahwa setiap gerakan yang telah dibuat tidak langsung asal merta jadi. Akan tetapi, masih ada yang perlu dibenahi untuk gerakan tersebut misalnya untuk pengurangan dan penambahan gerakan sehingga terlihat lebih selaras dengan musik dan menyesuaikan gerakan yang bisa dimaksimalkan oleh setiap anggota bersama.” Tari itu kan kekompakan anggota tim, bukan individu semata. Jadi setiap gerakan yang sudah kita sepakati bersama kita akan mencoba untuk melakukannya. Untuk menyempurnakan terkadang kita harus mengurangi, menambah, atau menambah gerakan sehingga bisa dibawakan dengan maksimal oleh para anggotanya, jika ada salah satu anggota yang kurang nyaman melakukannya, kita akan berdiskusi untuk

Senin, 10 November 2008

Opini 1

Perpustakaan
Adalah Kerajinan Ilmu, Tempat Berkembang Para Calon Intelektual

Kemajuan teknologi informasi telah membawa kita pada perubahan-perubahan pada berbagai lini kehidupan.
Jika ingin menjadi yang terdepan, mau taj mau kita harus mengikutinya. Perlu diketahui bahwa tidak semua informasi membuahkan pengaruh yang baik pada kita. Berbagai tabloid, majalah, koran, tayangan TV serta internet, banyak menyuguhkan berita-berita bernuansa negatif, yang justru dapat menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat terhadap 80 hingga 10%, sama dengan menurunnya tingkat kecerdasan para pecandu narkotika.
Untuk menghindari terjadinya informasi yang overload, perlu adanya kemampuan untuk menyeleksi informasi. Untuk itulah, kita harus belajar tentang informasi Literacy, yang belakangan ini sering dibicarakan di seminar – seminar pendidikan.
Apakah informasi literacy itu ?
Informasi Literacy atau melek informasi adalah seperangkat keterampilan yang diperlukan untuk mencari, menelusuri, menganalisis dan memanfaatkan informasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa atau setiap individu yang ingin berkembang jika tidak ingin menjadi insan yang terbelakang.
Institut Pendidikan di negara kita, selam ini telah menggarap pendidikan yang berorientasi pada upaya mengembangkan kecerdasan intelektual, (IQ) yang berkaitan dengan kegiatan mendefinisikan kata-kata, menciptakan rancangan-rancangan, objek-objek diluar diri manusia seperti: fisika, kimia, matematika, teknologi dsb, yang bersentral pada otak kiri saja. Padahal menurut Goleman ( seorang ilmuwan Amerika) IQ hanya mendukung maksimal 20% dari kesuksesan seseorang. Selebihnya, ditentukan oleh hal-hal lain yaitu berkembangnya kecerdasan EQ dan SQ yang sebenarnya dapat digarap dalam institut pendidikan, dengan memaksimalkan fungsi perpustakaan.
Tetapi sayang, perpustakaan masih dipandang sebelah mata. Bahakan disebagian besar sekolah-sekolah TK, SD, SLTP, SMA, perpustakaan dianggap bagian yang kurang penting. Pengelolaannyapun diambilkan dari para guru yang masih mempunyai siswa jam mengajar, atau Guru Honorer, bahkan tak jarang, jika ada pegawai administrasi yang kurang berperan, dibuangkah ia ke perpustakaan. Diaanggap tempat pembuangan pegawai kah ?
Menyikapi hal ini, sekelompok pejuang intelektual perpustkaan yang menamakan komunitasnya APISI ( Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia ),menawarkan suatu upaya baru yang belum pernah tersentuh oleh dunia pendidikan di indonesia, yaitu : ”Biarlah Dikbud, dinas terus dengan perjuangan mereka memajukan pendidikan diareal mereka dengan mengubah kurikulum, menciptakan sistem-sistem baru menetapkan target pencapaian,dsb. Dengan cara mereka sendiri, dengan memosisikan diri dengan kepala tangan, tangan, kaki, dan tubuh pendidikan itu sendiri, para Librarian akan mencoba memosisikan ”perpustakaan” sebagai jantung dan paru-paru ditubuh pendidikan, yang akan menapasi dan menghidupkan upaya pemerintah dalam perjuangannya memajukan pendidikan di indonesia”.
Oleh karena itu, sekaranglah waktunya Diknas mulai menoreh ke arah fungsi dan peran perpustakaan secara proporsional sebagai bagian penting dalam pendidikan. Perpustakaan bukan musium, tempat menyimpan buku-buku judul bak etalase mati. Perpustakaan adalah kerajaan ilmu, tempat berkembang para caloncalon intelektual yang akan membangun tahta pendidikan di Indonesia kelak.
Perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam upaya membekali siswa agar melek informasi. Setelah sekian puluh tahun lamanya perjuangan pendidikan kita memberantas buta huruf, sekaranglah saatnya kita sampai pada tahap berikutnya, yaitu memberantas buta informasi. Seorang pustakawati yang handal akan memerankan dirinya sebagai motor penggerak anak – anak didik berkepribadian ”intelek”, yang selalu haus akan buku. Bahwa sudah waktunya untuk mengintegrasikan perlunya melek informasi ini ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menanamkan habits (kebiasaan) membaca pada anak-anak, akan menanamkan sentuhan intelektual,emosional,dan spiritual dalam jiwa seorang anak sehingga anak dapat lebih terampil dalam menganalisis dan memanfaatkan informasi atau sekarang disebut ” melek informasi ”
Orang yang melek informasi, akan belajar tentang kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan, kesehatan dan akan menjadi orang yang positif. Ia akan selalu mencari nilai positif dari setiap kejadian, juga mempunyai pola pikir yang dinamis, dan manusia yang dinamis secara IQ,EQ,dan SQ.
Melek informasi/literasi informasi sungguh merupakan keterampilan penting pada era global. Membludaknya informasi harus menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Keterampilan untuk mencari, menemukan kembali, menganalisis dan memanfaatkan informasi, perlu ditanamkan kepada siswa/ anak sejak dini. Dengan demikian, akan tercapai output dari sekolah yang sesungguhnya, yaitu ”menjadikan manusia yang tangguh dan seimbang dalam pengetahuan, karakter, dan ”academic competency” sehingga dapat ”sukses” dalam kehidupan. Sebab, kemampuan seseorang dalam olah informasi, sangat menentukan kesuksesannya.

Ragam Info Pendidikan 3

Sertifikasi dan batas kerja guru

Sesungguhnya sertifikasi gur adalh untuk meningkatkan kuallitas mengajar serta meningkatkan kualitas kesejahteraan guru. Namun kedua harapan tersebut indikasinya hanya mengejar tunjangan semata, sementara peningkatan mutu mengajar tampak jauh dari harapan. Mengapa demikan ?
Dilapangan yang ada adlah gejala keinginan para guru agar bisa maju dan lulus sertifikasi, sudah puas dan menunggu tunjangan cair. Namun untuk peningkatan kualitas masih tampak jauh dari yang diharapkan. Banyak guru yang sudahtersertifikasi, demikian pendapat Profesor Soelaiman Joesoef, Guru Besar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di ruang kerjanya.
”Hakikat sertifikasi guru itu adalah untuk agar mutu guru bisa meningkat. Tetapi sudah banyak guru yang sudah lulus sertifikasi, namun mutu kelulusan masih saja seperti ini. Contoh yanng banyak lulus sertifikasi guru itu di kota-kota besar. Tetapi nilai kelulusan tertinggi siswa malah diraih dari daerah (SMP diraih Tulungangung, Lamongan dll). Mestinya diraih kota-kota besar Surabaya, Malang, Jember, Madiun. Kok malahan Tulungagung,”katanya.
Sisi lain, masa kerja guru untuk bisa maju sertifikasi juga belum jelas. Ada yang masa kerja 18 tahun, 10 tahun, bahwa ada yang 5 tahun sudah bisa maju. ”Yang benar batas maksimal masa kerja berapa tahun ? Sebab ada seorang guru yang sudah berbakti 10 tahun lebih belum juga dipanggil untuk maju sertifikasi. Setelah guru tersebut menanyakan ke dinas Pendidikan, baru boleh untuk maju sertifikasi. Mustinya didata dan diurut menurut masa kerja dan usia.Ini yang namanya adil.”kata Kasim, S. Pd, Guru BK di SMK 17 Agustus Surabaya.
Sertifikasi guru memang tidak sembarangan. Ini jelas harus jeli dan ekstra hati-hati jangan sampai guru yang sudah tersertifikasi tidak berubah sama sekali dalam melayani pendidikan. Gayanya masih tidak berubah sama sekali dalam melayani pendidikan. Gayanya masih tidak berubah, Wawasanya juga masih kurang, apalagi masih merangkap mengajar dibeberap sekolah.”Ini yang tidak diharapkan bersama. Negara sudah mengeluarkan Anggaran yang besar, tetapi hasilnya masih seperti sedia kala,”tambah gatot,SE,guru hous keeping di SMK Pariwisata Surabaya.
Lain halnya Drs. Solikin Fanani, M. Ag, Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya mengatakan dengan jeli tentang sertifikasi guru, menurutnya, sertufikasi guru adalah untuk menyambungkan kebutuhan masyarakat harus diserap oleh sekolah. Hal ini membutuhkan SDM guru meningkat. Jadi jangan hanya mengejar tunjangan semata-mata.”Kebutuhan masyarakat nenyekolahkan putra-purinya agar bisa bermanfaat ditengah masyarakat setelah lulus nanti. Menyambungkan kebutuhan masyarakat dengan pembelajaran disekolah ini sangat penting. Jangan sampai anak didik setelah lulus malah tidak bisa berkerja dan tidak tau akan kemana. Lebih-lebih menyimpang dari harapan orang tua,”ujarnya.
Lebih jauh Solikin fanani mengatakan bahwa untuk tunjangan dan peningkatan mutu guru itu,tidak hanya terbatas pada sertifikasi . Yang penting tujuanya kena. Yaitu peningkatan mutu guru dan sekaligus kesejahteraannya meningkat pula. Mustinya sertifikasi guru harus dibatasi hingga tahun 2015. Pemerintah jangan terpatok masalah sertifikasi guru saja. Banyak garapan-garapan lain. Masih banyak garapan pemerintah untuk hal yang sama.”Dan hasinya pun juga harus dievaluasi. Berguna kan sertifikasi guru, atau malahan mubazir,”tanbahnya.
Sementara itu Yunanto Hasan,SE, guru fron office di SMK perhotelan Surabaya juga menyinggung sertifikasi yang banyak nuansa didkriminatif harus segera dipertimbangkan. Sebab selama ini yang banyak disertifikasi yang banyak nuansa diskriminatif adalah guru negri. Sedangkan guru swasta sangat minim.”Kalau untuk mencerdaskan anak-anak bangsa tidak ada bedanya guru negri atau guru swasta. Yang membedakan adalah penghasilan guru negri dan guru swasta. Guru negri dibayar berdasarkan golongannya, dan guru swasta dibayar dari jumlah jam mengajarnya.Itupun dibawah standar minimal Rp. 150 ribu sebulan. Mangkanya banyak yang merangkap mengajar, Ini untuk memenuhi kebutuhan keluargannya. Makanya perlunya good will dari pemerintah dalam hal ini. Litian dan pengembangan Univer Jangan guru negri saja yang sitas PGRI Adi Buana Surabaya. Digerojok tunjangan,”tegas guru yang soleh ini setelah penerimaan rapot siswa disekolahnya beberapa waktu yang lalu pada INFO.
Pendidikan memang harus serius. Artinya semua pihak yang berkecimpung didunia pendidikan harus sungguh-sunngguh. Sebab garapan lahanya adalah menyiapkan generasi mendatang untuk mmegang kendali negara dan bangsa. Nasib negara dan bangsa di tangan generasi muda.
Apabila ini gagal, maka gagal pula tujuan negara dan bangsa.
”Karenanya membangun pendidikan ya jangan disamben(sekedarnya). Bagaimana cara menghasilkan yang maksimal apa bila disamben.
Jelas tidak bisa dengan gaya dan wawasan seadanya. Harus sunggu-sungguh,”kata Ir. Joko Sutrisno,ketua peneliti dan pengembangan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Alumni ITS ini juga meningkatkan bahwa apabila ada sekolah yang mencari keuntungan finansial saja.
Kalau ada siswa yang pintar tetapi kurang mampu finansialnya, ya harus dibantu. Ya harus diantar hingga lulus
Jangan sampai ada siswa yang motol (putus) krena tidak bisa dibayarSSP,”ujarnya.

Ragam Info Pendidikan 7

Mengenal Anak Tuna Laras

Masa anak-anak adalah masa yang paling indah karena penuh dengan bermain, belajar dan bersosialisasi sesama teman. Apakah masa itu dialami oleh anak tuna laras?
Anak tuna laras adalah anak yang mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri dalam kegiatan sosial, bertingkah laku menyimpang norma-norma yang berlaku dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Bagaimana teknik mengenal anak tuna laras ? ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan, yaitu antara lain:
1. Melakukan Psikotest. Test untuk mengetahui kematangan sosial dan gangguan emosi
2. Melakukan Sosimetri. Test yang digunakan untuk mengetahui suka tidaknya seseorang.
3. Konsultasi ke Biro Konsultasi Psikolog.
Dengan konsultasi seseorang yang mengalami gangguan emosi sosial atau tidak, bisa diketahi.
4. Konsultasi ke Klinik Psikiatri Anak.
Tugas psikiater adalah untuk melakukan rehabilitasi dan penyembuhan terhadap mereka yang mengalami kelainan psikis. Selain itu juga dapat menetapkan seseorang mengalami kelainan atau tidak.
5. Membandingkan dengan tingkah laku anak pada umumnya.

Apakah faktor penyebab Tunalaras ? Anak Tunalaras disebabkan oleh beberapa faktor antar lain:
1. Kondisi keluarga yang tidak harmonis ( broken home)
2. Kurangnya kasih sayang orang tua karena kehadirannya tidak diharapkan.
3. Kemampuan sosial dan ekonomi rendah.
4. Adanya konflik budaya yaitu adanya perbedaan pandangan hidup perbedaan pandangan hidup antara keadaan sekolah dan kebiasaan keluarga.
5. Berkecerdasan rendah atau kurang dapat mengikuti tuntutan sekolah .
6. Adanya pengaruh negative dari geng-geng atau kelompok.
7. Adanya gangguan atau kerusakan pada otak (brain damage)

Bagaiman perilaku anak Tunalaras?
Adanya gangguan emosi dan gangguan sosial, yang ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:
A. Segan bergaul, terasing ;
B. Suka melarikan diri dari tanggung jawab ;
C. Menangis, kecewa, berdusta, menipu, mencuri, menyakiti hati, ingin dipuji, penakut, dan kurang percaya diri ;
D. Tidak mempunyai inisiatif dan tanggung jawab, kurangnya keberanian dan sangat bergantung pada orang lain ;
E. Agresif terhadap diri sendiri, curiga, acuh tak acuh, banyak menghayal ;
F. Memperlihatkan perbuatan gugup, misalnya menggigit kuku, komat kamit dan sebagainya.
Rasa rendah ditandai dengan ciri-ciri berikut:
A. Terlalu mempersoalkan diri sendiri, sering minta maaf, takut tampil dimuka umum, dan takut bicara ;
B. Mengeluh dengan nada nasib malang dan segan segan melakukan hal-hal baru atau yang dapat mengungkap kekurangannya ;
C. Selalu ingin sempurna, tidak puas dengan apa yang diperbuat ;
D. Bersifat introvert (lebih banyak mengarahkan perhatian pada diri sendiri).
Kurangnya rasa harga diri yang tersembunyi, ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
A. Bernada murung, cepat merasa tersinggung ;
B. Merasa tidak enak badan, sakit buatan ;
C. Berpura-pura lebih dari orang lain, misalnya menonjolkan diri, bicara lantang, dan D.merendahkan orang lain ;
E. Membuat kompensasi ;
F. Melakukan perbuatan jahat ;

Sentuhan Rokhani

Kemiskinan Dalam Bingkai Solusi Religi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Pusat (BPS) per Maret 2006 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebesar 39,05 juta jiwa atau 17,75 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan angka pengangguran terbuka sebesar 10,9 juta jiwa atau 10,3 persen dari total angkatan kerja (data BPS Agustus 2006). Kondisi in kian menguat dengan masih terbatasnya berbagai akses pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan permukiman, infrastruktur,permodalan atau kredit, serta informasi bagi masyarakat miskin. Demikian juga, masih terdapat banyak kawasan kumuh dan kantong-kantong kemiskinan di perkotaan. (Gemari:57).
Hidup miskin itu memang tidak enak. Dengan kemiskinan, gerakan kita akan terbatas. Betapa banyak kejahatan yang akarnya adalah kemiskinan. Sering kita jumpai orang nekat mencuri hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Wanita menjajakan diri sebagai akibat himpitan ekonami. Orang menjambret karena ingin membeli susu untuk bayinya. Anak-anak kecil mengamen naik turun bus kota karena penghasilan orang tua mereka tidak cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Jangankan mengurus pendidikan, untuk makan sehari-hari saja mereka harus memeras tenaga sedemikian rupa. Pendek kata, Tuhan pun bisa mereka ’jual’ untuk sekedar menambal kebutuhan perut.
Dengan kemiskinan, maka amlan-amalan kita menjadi sangat terbatas. Memang, kita bisa melakukan amaln dengan apa saja yang ada pada kita, baik pikiran maupun tenaga. Tetapi bukankah akanlebih baik jika harta kita juga ikut mengisi amalan-amalan kita? Melakukan amalan dengan harta, tanpa mengecilkan amalan tenaga dan pikiran, lebih kelihatan dampak segeranya. Contoh sederhananya, apa yang akan kita lakukan jika kita ingin beramal pada orang yang tengah keleparan? Apakah kita akan menyumbang tenaga dan pikiran saja? Tentu tidak. Karena yang mereka butuhkan saat itu adalah makanan, yang bisa segera kita dapatkan jika kita mempunyai uang.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa terbatas dari kemiskinan? Jawabannya adalah berusaha membebaskan diri dari belenggu itu. Jika kita sudah berusaha tetapi kita tetap tidak berubah, tentu tentu ada yang salah dengan cara berusaha itu. Apa yang salah? Kemungkinan karena kita tiadak bisa menangkap peluang usaha secara cermat, kita kurang serius dalam menggali bakat kita, atau kita kurang cepat belajar memahami sesuatu, kurang sabar menghadapi kegagaln dan satu hal yang penting, kurangnya kita berserah diri pasa Allah. (Masfuk:9).
Sesungguhnya Allah itu tidak akan mengubah (nasib) suatu kaum, hingga mereka mengubahnya sendiri (Al-Quran).
Aku berdiri di pintu Surga, ternyata yang paling banyak masuk Surga adalah orang-orang miskin. Adapun orang-orang kaya masih tertunda (masuk Surga). Sementara itu penghuni neraka sudah diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka (H.R.Bukhori Muslim).

Ujian Hidup

Sebenarnya, kemiskinan selalu berpasangan erat dengan kekayaan, dua sejoli yang menjadi sunnatullah. Tercipta menjadi batu ujian bagi setiap hamba, yang dengannya akan nampak siapakah diantara hamba-Nya yang paling benar keimanannya, yakni bersabar.
Dalam firman-Nya, Allah mengatakn,
”Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada oarang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un”. (Al-Baqarah : 155-156).
Bagaiman Allah SWT menjadikan kekurangan harta sebagai bagian dari bala’ yang menguji manusia. Dan bagaiman pula Allah SWT menisbatkan ujian tersebut dari diri-Nya dalam firman-Nya,”Sesungguhnya kami akan menguji kalian.”
Kemudian perlu kita renungkan pula bagaiman Allah menyebut kekurangan harta sebagai musibah, dan Dia memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar dalam menerima ujian kemiskinan dan kekurangan tersebut. Dia pun mengajarkan kepada mereka adab kesabaran berupa istirja’ (mengembalikan urusan kepada Allah SWT dengan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un) dan menjanjikan bagi mereka rahmat dan kesejahteraan.
Allah SWT menciptakan kita dengan terlahir di dunia fana ini. Namun kadang kita terhalang untuk mendapatkan kelezatan substasinya. Itu semua tidak lain hanya untuk menguji kadar keimanan kita dan agar diketahui bagaimana sikap kita, apakah kita menggerugutu atau ingkar atau sebaliknya, bersipat rela dan sabar terhadap ketetapan Allah tersebut.
Perlu kita ingat, bahwa semua orang di muka bumi ini sedang diuji, orang miskin diuji dengan kemiskinannya, orang kaya diuji dengan kekayaannya, orang sehat diuji dengan kesehatannya, dan seterusnya. Manakala Allah memuliakan Nabi Sulaiman As dan Kerajaan maka beliau berkata,” ini adalah keutamaan dari Rabbku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur ataukah justru kafir.”

Sebab-Sebab Kemiskinan
1. Lemah Dan Malas
Penyakit lemah dan malas terkadang menjadi salah satu sebab dari kemiskinan bagi seseorang.
Karena Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan memiliki potensi untuk berusaha dan bekerja, serta diberi kemampuan untuk berjuang mencari rezeki.
Karenanya Dia berfirman, artinya,
” Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”
Susah payah mengharuskan orang untuk berusaha, bekerja keras dan berjuang untuk memperoleh rezeki dan keberkahan.
2. Dosa Dan Maksiat
Sekali lagi, kemiskinan dan kemelaratan adalah sebagian dari musibah, yang terkadang diakibatkan oleh kemaksiatan sebagaimana musibah lain pada umumnya. Allah SWT berfirman, artinya,
” Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Ast Syura:30)
Terhalangnya seseorang dari rezeki mungkin dengan lenyapnya rezeki tersebut, akan berkurang jumlahnya, atau tidak memberinya manfaat sehingga meskipun harta yang dimiliki sangat banyak, namun justru menjadi bencana baginya.
Karenanya, selayaknya masing-masing kita bermuhasabah (memperhatikan dan introfeksi diri) seberapa banyak telah melakukan dosa, menyia-nyiakan sholat,kurang takut pada Allah SWT, memutus tali silaturrahim dengan kerabat, buruk dalam pergaulan dengan sesama muslim dan sederajat dosa lain. Kalaulah kita menyadari, mak sungguh tidak ada seorangpun yang lepas dari berbuat dosa, sebagaiman sabda Nabi SAW,”Seluruh bani Adam banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”(Riwayat At-Tirmidzi)
3. Wujud Penjagaan-Nya
Allah SWT itu Maha Tahu, boleh jadi jika seseorang hamba diberi kekayaan, justru akan menjadikannya celaka di dunia dan di akhirat, atau dengan rezeki tersebut mengakibatkan hamba semakin jauh dari-Nya dan akan menjadikan dia sombong serta besar kepala yang berakibat pada turunnya siksa dan bencana.
Rasulullah SWT,bersabda,
”Sesungguhnya Allah SWT menjaga hambanya yang beriman dari dunia ini, padahal dia mencintainya. Sebagaimana kalian semua berhati-hati (menjaga) orang sakit dalam memberi makan dan minum, karena khawatir terhadapnya.”(Riwayat Ahmad)
4. Bentuk Ketetapan Allah
Termasuk besarnya kemuliaan dan kemurahan Allah adalah Dia memuliakan hamba-Nya sebelum hamba itu melakukan prestasi, dan Dia telah menulis seorang hamba satu kedudukan yang tidak mungkin hamba tersebut mencapainya hanya dengan amal perbuatannya. Sehingga dia memberikan kebaikan dengan cara mengujinya, baik itu dalam harta, anak atau badannya. Nabi Muhammad bersabda, ” Sesungguhnya jika seorang hamba telah ditulis baginya satu kedudukan yang tidak mampu ia capai dengan amalnya, maka Allah mengujinya didalam harta atau badan atau anaknya.” (Riwayat Abu Daud)
Dan kedudukan yang tinggi hanya dicapai oleh seorang mukmin. Maka ketika ada seorang datang kepada Nabi Muhammad dan berkata,”Sesungguhnya aku mencintaimu.”Maka Nabi Muhammad menjawab, ”Siapkan dirimu menjadi orang miskin”

Kemiskinan dalam bingkai solusi
Banyak orang yang tidak mengetahui apa yagn mesti diperbuat oleh orang yang tertimpa ujian dan coba berupa kemiskinan. Padahal kemiskinan sendiri merupakan bala’ (ujian) yang sejatinya akan menjadi nikmat bagi hamba, apabila ia mau hal-hal berikut ini:
A. Berlindung kepada Allah SWT darinya
Dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kecukupan dan penjagaan kehormatan, berdasarkan keumuman dalil yang menunjukan disyariatkannya berkindung kepada Allah SWT dari bala’.
Dan juga karena Nabi SAW telah berlindung kepada Allah SWT dari kemiskinan serta memerintahkan hal itu.
Beliau bersabda,
” Berlindunglah kalian kepada Allah dari kemiskinan, kekurangan, kehinaan dan dari berbuat dzalim atau dizalimi.”
B. Rela terhadap ketetapan Allah SWT
Apabila seorang muslim tertimpa kemiskinan atau kekurangan harta maka hendaklah ia bersabar dan rela dengan takdir Allah SWT menciptakan kemiskinan melinkan hanya untuk memilah dan menguji para hamba.
Walhasil, kemiskinan akan berbuah menjadi nikmat apabila kita dapat mensyukuri dan berlapang dada terhadap ketetapan-Nya. Pun dapat menjadi bala’ (musibah) ketika kemiskinan tersebut menjadikan kita menjadi orang yang tidak ridha dan ingkar terhadap ketetapan Allah.

Seputar Pendidikan 2

Harapan Guru
Pada Kongres PGRI di Palembang



Perhelatan besar Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Palembang membuat semua guru (guru negeri dan swasta) berharap akn meningkatkan mutu pendidikan sekaligus meningkat pula kesejahteraan guru bagi keluarganya.
Dalam kongres PGRI sudah jelas akan membahas isu-isu terkini mengenai problematik pendidikan, Kualitas Unas, dana bantuan siswa (BOS), dana bantuan mahasiswa (BKM), rekrutmen guru negeri, dana operasional pendidikan (DOP), Anggaran Untuk Keluarga Miskin bagi siswa (AUSKM), dan yang lebih dar itu adalah eksistensi organisasi PGRI itu sendiri.
Semua ini harus dibahas dalam setiap komisi pada kongres tersebut. Tetapi dalam kongres jangan sampai hanya berpikir tentang jabatan posisi kepengurusan di DPP PGRI semata. Klau memang berpikir tenteng kepengurusan PGRI dalam struktur organisasi, maka pilihl;ah pemimpin yang sudah jelas kredibilitasnya serta perjuangannya pada organisasi.
Kongres PGRI berdekatan dengan Pemilu 2009, maka sudah barang tertentu membuat imej banyak guru tentang korelasi dukungan terhadap salah satu kandidat kepemimpinan nasional.
Atau jangan-jangan PGRI juga akan menjadi salah satu pilar dukungan terhadap salah satu partai peserta pemilu.
Implimentasinya adalah bagi pengurus PGRI agar bisa duduk di DPR RI mewakili komisi yang membidangi pendidikan.
Kalau ini memang harus terjadi, ini sah-sah saja. Sebab PGRI adalah bagian dari elemen bangsa yang ikut serta membanhgun bangsa dan negara agar lebih adil, makmur dan teruta dunia pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan dunia luar serta tidak dipandang sebelah mata bagi negara-negara tetangga.
Oleh karena itu independensi PGRI seyogyanya digunakan secara arif agar tidak terjebak pada like and dislike untuk kepentingan salah satupartai atau salah satu kandidat kepemimpinan nasional dalam pemilu mendatang.
Konstelasi inilah yang membuat banyak guru berharap pada kongres PGRI di Palembang bisa menghasilkan segala sesuatu yang didasarkan dengan nilai-nilai edukasi dalam melahirkan setiap keputusan organisasi. Baik keputusan intern maupun keputusan ekstern organisasi.

Ragam Info Pendidikan 4

Sherly
Juara I Bahasa Inggris Tingkat Nasional


Sherly Andari SMAN 1 Pandaan Kab. Pasuruan belum lama ini meraih juara 1 lomba menulis dan mengarang puisi berbahasa Inggris tingkat nasional. Anak kedua dari pasangan Darmuji dan Sudjiati itu mengaku memang sekali bisa meraih juara 1 tingkat nasional.
“Saya senang sekali dan bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa bisa juara 1 lomba mengarang Bahasa Inggris tingkat nasional karena bisaa membuat keluarga saya gembira dan bisa membawa nama baik sekolah saya di SMAN 1 Pandaan,” katanya kepada majalah Info Dinas P dan K Prov.Jatim. menurut Sherly, ayahnya bekerja membuat parabola, sedang ibunya di rumah saja, sehingga dalam belajar tidak pernah didampingi apalagi disuruh.
Semula Sherly menduga yang akan juara pelajar dari Jakarta atau Medan. “Eh, ternyata saya yang dinyatakan juri sebagai juara 1. Ya rasanya senang kan. “Katanya Sherly yang bercita-cita ingin menjadi orang terkenal ini. Oleh sebab itu setelah lulus Sherly ingin melanjutkan kualiah di Unibraw.
Kepala SMAN 1 Pandaan Drs. Mulyono MM, saat dikonfirmasikan anak didiknya juara 1 Bahasa Inggris tingkat nasional juga mengaku senang sekali, namun Pak Mul yang mantan petinju ini mengharap agar prestasi ini juga diikuti oleh anak-anak lainnya.
Mulyono mengatakn sebenarnya tahun 2008 ini SMAN 1 Pandaan meraih banyak prestasi baik di tingkat Kabupaten ,Jatim maupun tigkat nasional. Mulyono lantas menunjuk siswa lainnya bernama Asep Syaifuddin. Asep Syaifuddin belum lama ini juga berhasil meraih juara 2 Olimpiade Ilmu Sosial tingkat nasional. Meskipun senag meraih juara 2, namun Asep mengaku belum puas kalau belum meraih juara 1.
”Saya kepingin jadi juara 1, rasanya belum puas kalau juara 2. tapi saya tetap senang juga bersyukur,”ujarnya kepada Info. Menurut Asep yang bnakal juara itu peserta dari Jakarta dan Bali. Alasannya karena Jakarta sebagai tuang rumah dan Bali punya SMAN yang favorit.
”Eh, ternyata yang juara dari Jawa Timur. Juara 1 dari SMA 1 Petra Surabaya dan Juara 2 saya sendiri dari SMAN 1 Pandaan,” kata Asep yang ingin meneruskan kuliah dt ITS ini. Anak pasangan Mahmudin dan Siwi Indahti dalam membuat prestasi bersama rekannya Febri Wijayanti dan Thrusti, dengan gurupembimbing Drs. Faturahman.
Sementara itu siswa lain yang berprestasi dari SMAN 1 Pandaan adalah Nur Afiyah, ia menduduki ranking 3 NUN SMA se Jatim pada UAN 20907/2008 ini. Nur Afiyah hanya anak seorang penjahit, sedang ibunya hanya pekerja pabrik.
”Saya masih bingung mau meneruskan kuliah tapi oran tua saya tidak mampu. Terus bagaimana ya pak nanti, tentu saja saya bingung kalautidak meneruskan kuliah.” Ujarnya sedikit ragu atas prestasi yang dicapainya itu. Ragu kalau meneruskan kuliah tak ada yang membiayai.
Kepala SMAN 1 Pandaan Drs. Mulyono mendengar keluhan anak didiknya itu memberi saran agar menghubungi guru BK. Sebab kalau ikut tes sertifikasi yang diadakan Sampurna Fundation, dan lulus tes, maka segala biaya sekolah atau kuliah termasuk biaya hidupnya ditanggung oleh Sampurna Fundation. ”Sebab SMAN 1 Pandaan telah bekerja sama dengan Sampurna Fundation,”ujarnya.

Fenomena Ujian Nasional

Anak Penambang Pasir

Meraih NUN Tertinggi Se-Jatim

Yang namanya Allah memang Maha kuasa. Qun Fayakun, jika Allah SWT menghendaki jadi,apapun bisa terjadi. Buktinya,anak seorng penambang pasir di sungai bernama Ridho miftahul Diqi, pelajar SMAN 1 Gresik ini dikehendaki Allah meraih NUN tertinggi IPA tingkat SMA se-Jawa Timur pada UAN 2007/2008 ini. Nilai total yang dicapai Ridho 57,85. rinciannya Matematika 9,75; Fisika 8,5; Kimia 10; biologi10; Bahasa Indonesia9,8; dan Bahasa Inggris 9,8.

Saat diwawancarai majalah Info Kalidjo,Ridho mengaku belajarnya tiap habis magrib antara 2-3 jam. Ia tidak lupa sholat malam mendekatkan diri pada Allah SWT,agar bisa mengerjakan soal ujian nasional dengan lancar dan benar.

”Saya tak menyangka kalau bisa meraih NUN tertinggi IPA se Jaitm. Jadi rasanya ya senang sekali dan bersyukur bisa membuat orang tua puas dan sekolah juga senang,” kata Ridho saat ditemui di ruang kepala sekolah SMAN1 Gresik Jl. Arief Rahman Hakim No.1 Gresik.

”Keberhasilan kami ini juga tak lepas dari jasa bapak ibu guru yang telah mendidik kami sehingga berprestasi. Semoga prestasi kami ini diikuti oleh adik-adik kelas kami, sehingga SMAN 1 Gresik tetap unggul.

Anak pasangna Saudi dan Sus Mintarti ini mengaku bahwa dala belajarnya tidak pernah disuruh dan didampingiorng tua. Sebab ayahnya Saudi, kerjanya hanya hanya mencari pasir di sungai, sedang ibunya guru SD di luar kota Surabaya. Setelh luls Ridho mengaku ingin kuliah di STAN atau ITS. Sebab cita-citanya ingin menjadi seorang direktur perusahaan.

Kepala SMAN 1 Gresik Drs.Suyatno, MM saat di konfirmasi di ruang kerjanya juga mengaku bangga dan bersyukur anak didiknya bisa menunjukkan prestasi gemilang.

Menurutnya tidak hanya Ridho saja yang menduduki rangking IPA seJawa Timur ini.”Masih ada 2 siswi yang menduduki rangking IPA, yakni Santi yang meraih rangking 3 NUN IPA SMA seJatimdengan niali 57,65. dengan rincian Matematika10; Kimia 10; biologi10; Bahasa Indonesia10; dan Bahasa Inggris 9,4serta Fisika 8,25. Siswa lainnya Sungging mmenduduki rangking 5 NUN IPA SMA se Jawa Timur. Nilai total 57,25. dengan rincian Matematika10; Kimia 10; Fisika;8,5; Biologi9,75; Bahasa Indonesia9,4; dan Bahasa Inggris9,6.

Menurut Drs.Suyatno MM, dibantu Wakasek Kurikulum Dra. Lailatul Muniroh serta Wakasek humas Dra.Hj.DinikWahyuningsih, siswa-siswi SMAN 1 Gresik yang lulus tahun ini sudah diterima di UI, UGM, UM, Poltek Negeri Malang, UNESA, UNIBRAW, ITS, UNEJ, UNS Solo, dan UNAIR. Lainnya menempuh SPMB.

Saat ditanya mengapa hasil ujian SMP belum diumumkan kok sudah mengadakan tes terhadap calon siswa baru? Menurut Suyatno memang bagi sekolah yang sudah RSBI diperbolehkan menerima pendaftaran lebih awal dan melakukan testing. Ketentuan penerimaannya nantio hasil UAN dari SMP dan hasil tes dikalikan 30%, untuk akademik dikalikan 19% dan dirangking, itulah yang diterima. Nilai harus diatas 7. ”lha ini buku petunjuk dari Dinas P dan K Gresik ada, jadi kami tidak ngawur. Dan SMAN 1 Gresik ini kan sudah RSBI. Malah pada tahun ajaran 2008/2009 kami akan membuka kelas akselerasi, dalam rangka pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” katanya.(Kal)

Ragam info pendidikan 6

MOS
Sebagai Ajang Pengembangan Diri Siswa

Mos, sebagai wahana pengenalan siswa pada sekolah barunya. Baik pengenalan dengan sesama siswa, pengenalan dengan guru, pengenalan dengan lingkungan sekolah serta pengenalan segala bentuk yang lainnya lagi.
Namun yang llebih utama adalah bahwa Mos seyogyanya dipakai sbagai ajang pengembangan diri siswa. Dalam pelaksanaan Mos akan tampak bakat siswa masing-masing dan juga bisa sebagai ajang pengembangan diri siswa. Karenanya pelaksanaan Mos akan diisi berbagai kegiatan yang bersifat informasi interaktif antara kakak-kakak kelas dan penjelasan-penjelasan dari guru. Kesadaran wiyata bahari, kesadaran peduli lingkungan, kesadaran gotong royong, tanya jawab interaksi, dan semua yang bersifat membngun mental spiritual siswa.
Septyaning Rahayu, Ratu Olivia, M. Alief Habibie, ketiganya siswa kelas 2 SMP Islam Maryam Surabaya mengaku senang bisa menggembleng adik-adik kelas (siswa baru. Dan menurut ketiganya Mos sangat penting karena akan bisa saling mengenal diantara siswa baru dan dengan kakak-kakak kelas.

Penegakan Disiplin
SMP Negeri 2 Majayan Kabupaten Madiun adalah salah satu sekolah favorit di wilayah Caruban. Betapa tidak! Sekolah tersebut sudah membuktikan sebagai prestasi yang pernah diraihnya.Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Juara 1 lari, juara 1 smuda cup, juara 1 tenis meja, juara 1 volly putra, juara 1 seleksi porseni, tari tradisional, dan berbagai kejuaraan lainnya lagi.”Ini semua hasil komitmen dan kerjasama para guru, orang tua murid dan semua saja yang peduli akan majunya pendidikan. Yang lebih penting sekolah kami telahberhasil menegakkan kedisiplinan terhadap siswa. Kunci semua kesuksesan adalah disiplin,”ujar M. Sakirun,S. Pd, kepala SMPNegeri 2 Mejayan Kabupaten Madiun dengan didampingi Wakasek Hendro Suwondo, M. Pd, di ruang kerjanya pada INFO beberapa waktu yang lalu.
Lebih jauh Sakirun mengutarakan bahwa keberhasilan pendidikan harus bertumpu pada ilmu pedagogik. Sebab kalau para guru kurang paham dengan pedagogik, yang ada adalah bersifat pengajaran semata, bukan mendidik. Artinya anak didik hanya dijejali dengan kognisi. Padahal, lanjut Sakirun, tujuan pendidikan itu adalah membangun manusia yang utuh. Baik kognisi, sikap, perilaku dan moral agama. “Ketiganya inilah yang akan membentuk anak-anak didik menjadi pintar, cerdas dan berperilaku santun. Bukan hanya pintar, namun juga berakhlak,”papar Sakirun.
“Untuk mewujudkan kesemuanya ini, sekolah kami setiap hari sabtu untuk konsentrasi pada pengembangan diri siswa.
Artinya yang senang olahraga ya mendapat pembelajaran olahraga, yang suka seni tari, ya diajari tari, yang lebih mengutamakan keagamaan ya langsung mendapat bimbingan mental spiritual dan semua lebih terkonsentrasi pada minat bakat siswa. Hari-hari lainnya seperti sekolah pada umumnya,” tambah Hendro Suwondo. @ pudianto.

Ragam Info Pendidikan 5

SMP Siti Aminah Mengedepankan
Pembelajaran Mental Spiritual


Tujuan pendidikan adalah mencetak anak didik menjadi dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak serta dewasa dalam mental spiritual.karenanya dalam aplikasinya harus seimbang antara kognitif, psikomotorik dan afektif.
Dan dalam hal ini SMP Siti Aminah Surabaya juga menjaga antara bidang akademik dan non akademik.disamping kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam bidang studi Unas baru-baru ini, juga padat dengan pebelajaran ekstra kulikuler. Misal saja nilai rata-rata Unas tahun 2008 baru-baru ini telah meraih 34,10. sementara bidang ekstra kulikuler adalah Baca Tulis Al-Quran, Gerakan Pramuka, Seni Bela Diri Karate, Seni Sendra Tari(Tari Tradisional Dan Tari Modern),Seni Qosidah Dan Nasyid serta berbagai kegiatan lainnya lagi.
“kami memang mengkondisikan sekolah sebagai tempat belajar yang enjoi, joyfull dan beramah lingkungan. Upaya ini agar anak didik betah untuk belajar. Baik belajar di luar kelas, maupun diluar kelas.namun yang lebih utama dalam hal ini adalah pembangunan mental sprititual. Sebab harapan kami adalah menghasilkan kelulusan yang pintar, cerdas serta berbudi pekerti luhur,”urai Drs.H.Achmad Basori, kepala smp siti aminah surabaya did ruang kerjanya pada INFO.
Walhasil siswa SMP Siti Aminah Surabaya juga terpilih sebagai salah satu tim tingkat nasional gerakan pramuka beberapa waktu yang lalu.”ini semua adalah berkat kerja sama yang harmonis antara guru, siswa dan orang tua murid,”ujar guru yang sudah mengabdi pada dunia pendidik sejak tahun 1986 ini serius.
SMP Siti Aminah Surabaya masih dalam naungan Yayasan Abu Adnan dan yang diketuai oleh Hj.Zubaidah Lukman dan didirikan oleh H.Moch.Sukri Adnan (Alm) maju dengan cepat dalam kepemimpinan Drs. H.Achmad Basori. Bagaiman tidak ! gedung milik sendiri, sudah menggunakan sistem KTSP dan pendidikan agama terpadu, padat dengan berbagai ekstra kulikuler, mengadakan berbagai kegiatan diluar sekolah seperti LDKS,KTS, Ziaroh Wali, Tadabur Alam dan wisuda setiap kelulusan, menerbitkan buletin sekolah,serta waktu belajar pada pagi hari. “ bagi siswa yang berprestasi dari sekolah asal, kami bebeaskan uang gedung. Dan bagi guru yang beprestasi juga kami berikan penghargaan,” tambah achmad basori.

Minggu, 09 November 2008

Dinas Kabupaten / Kota

MENDIKNAS ROAD SHOW
KE LAMONGAN BOJONEGORO DAN TUBAN


Di Lamongan, orang nomor satu di Depdiknas itu menandatangani prasati peresmian SMKN 2 dan SMPN 2 Lamongan. Penandatanganan dilakukan di aula kantor dinas pendidikan Lamongan.
Hadir dalam acara itu Bupati Lamongan Masfuk, anggota Muspida, Sekkab Fadeli, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur, para guru, kepala sekolah (Kasek), serta para siswa dan wali murid pererima BKSM (bantuan khusus siwa miskin).
Dari Lamongan,Mendiknas bersama rombongan, termasuk kepala Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur Rasiyo, Ke Bojonegoro. Tiba di rumah dinas bupati, Sunyoto, sekitar pukul 12.00. Rombongan kemudian salat Jum’at di masjid setempat. Setelah itu Mendiknas memberikan sambutan di acara open house bupati yang rutin diadakan setiap usai Jumatan.
Dari acara open house rombongan menuju sekolah model terpadu (SMT) di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Usai dari SMT rombongan itu menuju Tuban.
Terkait SMT Mendiknas menyatakan siap melakukan sharing untuk pngelolaannya. Dia juga menyatakan siap menurunkan tim khusus untuk menjajaki sharing antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabuaten terkait pengelolaan SMT tersebut. ” Termasuk model pengelolaannya, sebab investasi juga sudah cukup besar,” tuturnya.
Di Tuban, Mendiknas melakukan kunjungan akademis ke Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Rombongan Mendiknas menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung setiap perguruan tinggi yang benar-benar serius dan punya komitmen kuat untuk maju. Dia juga memastikan ” kompetisi ” untuk mendapatkan bantuan akan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot masing masing perguruan tinggi.

Buku Murah
Untuk mengantisipasi mahalnya harga buku dan sekolah jual buku, Depdiknas sedang berusaha membuat buku murah. Caranya, dengan memberi hak cipta buku paket pelajaran. ”saat ini Depdiknas telah membeli hak cipta 49 judul buku SD hingga SMA dan akan membeli lagi hak cipta 201 judul buku lag, ” ungkapnya.
Buku murah itu, tambah dia, bisa diperoleh dari jaringan pendidikan nasional (jardiknas) depdiknas. Buku tersebut telah ditentukan harga eceran tertinggi (HET)-nya. Nilainya hanya 1/3harga buku teresbut dipasran. ” buku tesebut juga haru dipakai minimal selama lima tahun agar bisa dipakia dik adiknya sehingga biaya sekolh menjadi lebih murah,” ungkapnya.

Kualitas dan Kesejahteraan Guru
Mendiknas juga mengungkapkan para guru di indnesia yang ber ijazah S-1 telah naik dari 30 persen mnjadi 41 persen. Kenaikan ini setelah adanya program sertufikasi.
” Peningkatan kualitas guru akan disertai dengan peningkatan kesejahteraannya. Ini merupakan salah stu program utama untuk peningkatan pendidikan i Indonesia,” tambahnya.mendiknas juga menambahkan sekolah berbasis informasi dan komunikasi mejadi misi utama kedepan. Saat ini, kata dia, 40 persen SMK, 30 persen SMP, dan 10 persen SD diseluruh Indonesia telah mempunyai laboratorium computer.
” Kedepan, daharpkan setiap siswa bisamempunyai laptop, sehingga bisa mengkses iptek dengan mudah,” terangnya. Sedangkan kepala Dinas P dan k Jawa Timur Rasiyo mengatakan, tahun ini jumlah bantuan khusus siswa miskin (BKSM) Rp.260 miliar untuk 333.000 siswa SMA/SMK/MA.
” BKSM sama dengan BOS, tetapi untuk siswa SMKA/SMK/MA terkait program wajib belajar (waajr) 12 tahun,” ungkapnya.

Sayangkan Sekolah Gay
Pembukuan sekolah khususuntuk kaum lesbian,gay,biseksual,transgender,interseks,danqueer (LGBTiQ) di surabaya di tanggapi serius Mendiknas.
Mendiknas menyayangkan berdirinya sekolah aktifis LGBTiQ.siswa yang memiliki kelainan khusus, katanya, sebenarnya berhakmendapatkan pendidikan yang layak di sekolah umum sebagaimana siswa normal lainnya.
Guru besar universitas Gadjah Madaini meminta agar peluncuran ’sekolah khuus’ ini tidak untuk mempromosikan kehidupan yang oleh mayoritas masyarakat masih dinilai menyimpan, seperti homoseksual, lesbian, dan biseksual. ” pokoknya, jangansampai terjadi promosi ha hal seperti ituselama berlangsung proses belajar mengajar,” tandasnya.
Berbeda dengan Mendiknas, kepalaDinas P dan k (P&K) jatim Rasiyo yang hadir dalam acara yang sama mendampingi Menteri Mendiknas, mengaku belum bisa menanggapi peuncuran LGBTiQ di Surabaya. ” saya belum tahu masalah itu,jadi belum bisamenanggapi,” kilahnya.
Diberitakan, aktivitas LGBTiQ yang tergabung dalam gAYa Nusantara melaunching sekolah khusus transgender, interseks, dan quee di surabaya Plaza Hotel. Skolah khusus ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Sementara itu,sejumalah pihak juga menyayangkan peluncuran LGBTiQ. Alasannya, sekolah ini eksklusif dan membentengi kaum minoritas dari khalayak.
Ketua MUI jatim KH ShomadBukhori menegaskan, sekolah eksklusif semacam itu seharusnya tidakada. ” itu sama halnya menyalahi kodrat! Negara kita ini kan berasaskan pncasila, dimana isinya berketuhanan yang beragama. Kita lihat hakikatnya perilaku umat bragama masak ya seperti mereka itu,” kritiknya.
Seharusnya, kata Shmad, mereka berupaya memerangi yang salah kaprah dan tak perlu melegitimasi diri dengan membalutnyadalam bentuk pendidikan formal. Sejak dulu sampai kapanpun, lanjutnya, pemuasan nafsu sesama jenis itu melnggar hukum agama apapun.
”dalam hukumnegara itu juga diatur dalam undang undang perkawinan yaknidua insan laki dan perempuan.
Intinyasecara agama kaum gay, lesbian dan waria tidak pernah mendapat pengankuan,” jelasnya.
Secara kelembagaan, MUI sampai sejauh ini belum mendapat laporan langsung adnya aktivitasbelajar mengajar kaum gay,lesbian dan waria.(JP/Surya).
Laporan:Zainal Aqib

Seputar Pendidikan 1

ED Center Jatim
Harapan Punya Peran Strategis di Pendidikan



Education Development Center adalah sebuah lembaga khusus yang concern pada masalah pendidikan dengan harapan mampu menjadi media komunikasi dan interaksi yang intens bagi para stakeholders pendidikan.
Dengan visi dan misi untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Jawa Timur yang berpendidikan dengan memiliki kualitas imtaq dan iptek untuk meewujudkan sistem pendidikan yang kompetitif.
Dengan menggagas beberapa kegiatan progam, diantaranya adalah Cafe pendidikan, ED klinik, ED galeri, ED R & D (Research & Development), serta ED media yang kesemuanya akan diharapkan mampu untuk menunjang pendidikan yang berkualitas terutama di Jawa Timur.
Seperti yanng diungkapkan oleh Drs. H.Soeparno, MM selaku Direktur Utama ED Centre Jatim dalam kata sambutannya menyatakan bahwa tujuan didirikannya ED Centre ini adlah untuk menciptakan iklim kondusif dan kualitas kompetitif bagi dunia pendidikan nasional pada umumnya dan di Jatim pad khususnya melalui penyediaan data informsi seputar pendidikan, pengkajian terhadap kebijakan pendidikan dan penyediaan ruang bagi terjadinya dialog publik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya Education Development Index (EDI) Indonesia sebesar 0,935 dan Human Development Index (HDI) pada tahun 2007 adalah sebesar 0,728 masih jauh dibawah negara-negara seperti Malaysia (0,945) dan Brunei Darusslam (90,965)
”Angka ini memposisikan indonesia pada urutan ke-107 negara-negara di dunia. Rendahnya mutu SDM Indonesia tersebut terutama disebabkan masih lemahnya kontrol masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan nsional,”urainya.
Soeparno mengatakan bahwa salah satu faktor yang membelakangi adlah karena masih belum meratanya pendidikan di Indonesia terutama bagi kalangan miskin. Hal ini bisa kita lihat dari masih banyaknya terjadi kesenjangan antar desa dan kota, antar sekolah anak-anak miskin dan orang kaya.
”Di Jawa Timu, sebenarnya pencapaian angka partisipasi dalam sekolah dasar cukup menggembirakan. Penghargaan Widyakrama yang ditrima Jawa Timur merupakan bukti penilaian Pemerintah Pusat bahwa Jatim berhasil menyelesaikan program wajar dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) 9 tahun. Dari 95% standar yang ditetapkan oleh pemeintah, Jatim berhasil memperoleh sebesar 96,84%,”tambahnya.
Sedangkan pidato pembukaan oleh Gubernur Jatim Imam Utomo dibacakan oleh Kadinas Infokom Jatim Drs. Suwanto, M.Si. Dalam pidatonya tersebut, Imam Utomo mengatakan bahwa menejemen pendidikan harus ditata dan bisa dilaksanakan dengan optimal.
”Menejemen pendidikan perlu untuk dprhatikan. Karena dengan menejemen yang baik dan dilaksanakandengan maksimal, nantinya tentu akan berimbas terhadap mutu pendidikan di Jawa Timur,”ucap Suwanto.
Sedangkan untuk membangun mutu dan mualitas pendidikan di Jatim, Imam Utomo telah mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah untuk memulai pembangunan pendidikan mulai dari pendidikan dasar yang bermutu.
”Melalui RPJMD sejak tahun 2006-2008 saja, selama dua tahun tersebut kami berusaha membangun mutu dan kualitas mulai dari pendidikan dasar Sehingga Jatim mampu menuntaskan wajar dikdas dengan angka partisipasi kasar (apk) sebesar 96,84% dari standar yanng ditetapkan oleh pemerintah sebesar 95%,”tambahnya.
Sementara itu, Gubernur yang akan meletakkan jabatannya tahun ini tersebut mengungkapkan bahwa wajar dikmen 12 tahun, yang akan meneruskan jejak wajar dikdas 9 tahun masih banyak kendala, akan tetapi Imam yakin bahwa masalah tersebut bukan menjadi masalah yang berarti.
”Wajar dikmen 12 tahun merupakan proyeksi Pemerintah Propinsi untuk rencana jangka menengah selanjutny. Masih banyak kekurangan sehinnga diperlukan upaya dan wujud kepedulian dari semua pihak untuk mengatasinya. Berkaitan dengan pemberia dana pendidikan bagi siswa yang tidak mampu akan dialokasikan dana 40% dari APBD Propinsi, 30% dari APBD Kab/Kota, dan 30% dari pencairan dana BOS,”ujarnya.

Cafe Pendidikan
Sebagai cafe, tempat ini juga tidak jauh berbeda dari kafe-kafe yang lain. Ada meja dan kursi ala cafe pada umumnya, ada waiters, kasir, dan menu pada setiap meja tamu.
Yang membedakan adalah fungsi dari kafe pendidikan yang dimiliki oleh ED Centre ini yaitu digunakan senagai ruang diskusi publik bagi pengunjungnya terutama yang berkaitan dengan maslah-masalah pendidikan di Jatim.
”Ini sebagai konsumsi pendidikan. Bagi yang merasa punya waktu dan ingin ngobrol atau diskusi santai tentanng pendidikan bisa disini (cafe pendidikan). Kami juga telah menggandeng beberapa expert pendidikan guna dimintai keterangan ataupun untuk menindaklanjuti apa yang telah didiskusikan dalam forum,”kata Soeparno serius.
Jadi image cafe sebagai tempat kumpul masih terjaga, serta mampu memberikan fungsi untuk ngobrol positif guna memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Jatim pada khususnya.
Tapi Soeparno menyangkal kalau cafe pendidikan nantinya digunakan oleh orang berkepentingan lain untuk mengarahkan dan mengubah wacana pendidikan didalam masyarakat.
”Tidak, kami akan memposisikan diri kamidi tengah-tengah. Dan kami hanya ingin memfasilitasi bagi stakeholders pendidikan untuk bisa mencurahkan segala keluh kesah, opini, serta membahas issue public yang berkaitan dengan pendidikan dan penelitian,”tambah Soeparno.
Menurutnya akan ada banyak kegiatan yang terjadwal dan akan dilaksanakan di cafe pendidikan.
Diantaranya adalah diadakannya Focus Group Disscusion yang diselenggarakan secara berkala (peiodik) dengan menghadirkan expert dan pakar pendidikan, pengelola pendidikan, guru, jurnalis, mahasiswa, siswa, wali siswa dan seluruh stakeholders pendidikan untuk menghasilkan gagasan yang konstrutif bagi pembagunan pandidikan Jawa timur ke depan.
Selain itu, Talk Show dan pemutaran Audio Visual serta Bedah Buku akan menjadi nilai plus bagi cafe pendidikan ini. Selain untuk menambah khasanah pengetahuan, setiap hasil dari forum diskusi akan menjadi media building issue yang nantinya akan dimuat dan disebarkan melalui media massa.
Soeparno juga mengatakan bahwa ide dan konsep awal dibentuknya ED Centre merupakan pengalamannya didunia pendidikan yang telah dijalaninya puluhan tahun.
”Ide ini berangkat dari pengalaman saya begelut didunia pendidikan yang cukup lama. Mutu pendidikan dari SDM di Indonesia yang masih kalah dibandingkan negara-negara lain. Jadi ED Centre ini adalah untuk membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dengan cara mewujudkan standar minimal mutu pengelola pendidikan, terutama berkaitan dengan profesionalisme guru, manajemen dan administrasi sekolah.
Harapannya adalah untuk mensinegiskan pola keja antara Diknas dengan berbagai lembaga mutu pendidikan,”ungkapnya penuh harapan.@Sony

Ragam Info Pendidikan 1

Apakah Kegiatan Non Akademik Bisa Mengganggu Akademik

Problamatik memang, pabila sekolah memperlakukan dengan ketat para siswanya agar mengikuti berbagai kegiatan program sekolah. Kegiatan yang telah terprogram di sekolah ada berbagai pembelajaran. Ada bidang akademik, ada ekstra kulikuler, ada pembelajaran yang bersifat praktek dan adapula kegiatan yang diluar sekolah. Misalnya mengikuti lomba_lomba, festifal, penelitian dan berbagai macam kegiatan siswa diluar sekolahnya.
Dan ini semua apakah bisa menurunkan bobot akademik bagi siswa ? Misalnya bisa menurunkan rengking nilai rata-rata Unas. Atau juga bisa menurunkan prestasi nilai pembelajaran yang bersifat akademik lainya. Dra. Catur, Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 7 Surabaya tatkala ditanya masalah hal ini mengutarakan bahwa banyaknya kegiatan yang bersifat non akademik bisa menurunkan prestasi akademik.”Mungkin siswa banyak kegiatan di luar ya. Itu kemungkinan juga. Bisa salah satu faktornya adalah siswa banyak melakukan keiatan diluar sekolah juga bisa menurunkan nilai akademik,termasuk nilai Unas.” katanya serius
Memang banyak sekolah yang dulunya bisa mencapai nilai rata-rata tertinggi dalam nilai Unas, namun dalam periode berikut malah tergeser dengan sekolah lain. Banyaknya kegiatan yang diluar sekolah, atau banyaknya ekstra kulikuler jga akan berpengaruh. Apabila sekolah mengharuskan untuk mengikuti semua program sekolah, ternasuk bidang non akademik
”Ini kan membuat banyak siswa kecapekan. Pagi sudah belajar dengan penuh waktu, siang atau sore masih ada saja kegiatan sekolah.
Belum apabila banyak kegiatan diluar sekolah. Memang banyak juga yang mempunyai daya tahan prima, tetapi banyak juga yang capek. Bayangkan berangkat sekolah pagi hari, dan pulang sore hari. Mangkanya apabila ada sekolah yang kegiatanya padat, ya harus diatur irama waktunya, agar tidak bosan, capek. Kalau sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan akan bisa menurunkan prestasi akademiknya,”ujar Dr. Gempur Santosa, Pengurus dewan Pendidikan Jawa Timur.
Drs. Kartoyo, M. Pd, Kasim Darmo, S. Pd, MM, keduanya Guru Bimbinngan konseling SMK 17 Agustus Surabaya juga mengutaran bahwa pendidikan itu seyogyanya santai, enjoi, joyfull dan penuh keluwesan. Sebab menurut keduanya mendidik manusia itu bukan hanya mengisi ilmu semata pada dataran kognisi,tetapi jga mendidik mental spiritualnya. ”Nah karna itu sekolah harus luwes
Sebab dari sekian ratus anak didik jelas mempuntai karakter yang berbeda-beda. Ada siswa yang cukup di beriperingatan sekali, ada juga yang berkali-kali. Menghadapi ragam sifat siswa ini jelas membutuhkan kiat yang beda pula.”kata Kartoyo dan kasim usai pengumuman hasil Unas beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu Achmad kosim S.Ag, Wakasek kesiswaan dan Drs. M. Robin, Wakasek kurikulum, SMK prapanca Surabaya mengutarakan bahwa pembelajaran akademik dan non akademik harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menggangu pembelajaran yanng satu dengan yang lainnya.”Keduanya sangat penting. Sebab ada siswa yang berbakat dibidang seni dan sastra. Ada pula yang bakat dibidang sastra. Mangkanya seyogyanya sekolah harus pandai-pandai mengenal bakat dan minat anak didiknya.” Ujar keduanya diruang guru pada INFO.@pudianto

Ragam Info Pendidikan 2

Kenapa masih ada tes masuk ?

Banyak daerah yang memberlakukan tes bagi siswa yang ingin meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.Misalnya dari lulusan SD ke SMP.Dari SMP ke SMA.Padahal mereka sudah lulus unas yang kapasitasnya berstandar nasional. Hasil Unas, yang berstandar Nasional masih harus dites dengan standar daerah. Rancu memang.
Lulusan Unas walau meraih nilai baik daan bernilai pas-pasan apabila ingin masuk kejenjang yang lebih atas,harus mengikuti tes daerah. Misal diKabupaten Gresik, Sidoarjo, kabupaten Madiun dan banyak lagi. Namun juga masih ada daerah yanng masih menggunakan hasil kelulusaan Unas.
Fenomena apa ini ? Dr. Gempung Santosa, PengurusDewan Pendidikan Daerah Jawa Timur mengatakan bahwa daerah yang masih menggunakan tes bagi Penerimaan Siswa Baru (PSB) itu sama halnya tidak percaya pada nilai murni Unas (Danem). Mungkin meragukan akan nilai hasil jerih payah anak didik dalam menempuh Unas. Mangkanya harus lewat tes di daerah.” Ujarnya dengan senyum sinis”
Sementara itu gasil jelajah INFO dengan orang tua murid saat pendaftaran di daerah Sidoarjo, Gresik dan banyak tempat lainya juga mengutarakan bahwa disamping tes juga disertai pula Surat Rekomendasi dari daerahnya masing-masing.Persyaratan surat rekomendasi sangat banyak dan tidak mungkin membutuhkan waktu singkat. Ada surat pengantar kepala Sekolah ke cabang Dinas setempat. Ada kartu ujian, Ada rapot terakhir, Ada pass photo, Ada nilai hasil Unas (Danem), KTP Orang tua murid.” Yang semuanya harus diberikan kepada dinas pendidikan Kota/Kabupaten. Dan baru bisa mendapatkan Surat Rekomendasi. Ini salah satu syarat mendaftar di lain kota. Belum syarat-syarat lainnya. Itu saja belum tentu lulus,” keluh Susisto yang putranya lulus SD Surabaya dan mendaftar ke lain daerah karna mengikuti pekerjaan oranng tua yang pindah pula.
”lho anak saya sudah tes. Padahal nilai Unas anak saya cukup lumayan, rata-rata 8 lebih. Dengan lewat tes, bisa-bisa hasil Unas yang baik bisa tidak lulus.Dan tidak menutup kemungkinan yang hasil Unas pas-pasn bisa lulus tes PSB,” ujar ibu Ririn di Bungah, Gresik saat mengambil formulir pendaftaran untuk putranya.
Ujian, tes, seleksi atau apalah namanya penyogyanya harus melalui bobot dan jenjang yang jelas. Ada Ujian /tes setingkat kabupaten dan kota (Ujida) dan ada pula ujian yang berstandart nasional. Ini semua harus ditata agar tidak rancu di lapangan.” Wong sudah lulus tingkat nasional, masih diragukan dengan jalan di tes lagi di daerah. Nanti kalau tes disaerah sudah lulus masih di tes ditingkat sekolah. Wah ini rancu namanya.” kata Salim Bahrowi pada saat pendaftaran.
Pemerhati pendidikan Drs. Heru Wijanarko mengutarakan bahwa fenomena ini adalh cermin ketidakpercayaan sesama lembaga pendidikan. Bisa juga sudah kronis, dan semua daerah sudah menngunggulkan daerahnya masing-masing.”Semua ingin gagah-gagahan.Ingin lain dengan yang lain. Ini sudah payah. Hasil Ujian Nasional masih diragukan lagi dengan harus mengikuti Ujian Daerah masih diragukan dan dan harus mengikuti Ujian Sekolah. Ujian sekolah masih diragukan dengan dan harus mengikuti Ujian Dari Guru masing-masing. Ini budaya apa yang berkembang. Semua tidak percaya dengan semua. Inginya lebih unggul saja. Kalau seperti ini ya tidak usah di adakan Ujian Nasional (Unas). Langsung aja Ujian Sekolah masing-masing. Ingin masuk SMP, ya SMP setempat yang menguji. Ingin masuk SMA, ya SMA setempat yang menguji. Ini lebih Liberal kan.”keluh Heru Wijanarko @ Pudianto