Selasa, 11 November 2008

Pengetahuan Anak

Sabun Dulu Barang Mewah


Cucian menumpuk ? “Ya enggak masalah” sahuit bawang putih. Tentu karna ada sabun. Sabun mengandung surfaktan atau bahan aktif pemukaan, yang molekulnya mengikat kotoran lalu melepasnya dari benda inang. Ia akan menahan kotoran sampai larut terbilas air. Mengingat berbagai kepentinngan, Wajar bila ada berbagai jenis dan wujud sabun misalnya, Batangan keras sabun mandi , Serbuk deterjen , Encernya sabun cair dan shampo hinga sabun Colek yang kenyel-kenyel. Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. Konon, Tahun 600 SM masyarakat fnishia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari Lemak Kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkanya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yanng sudah bisa membuat sendiri sabun dengan bahan serupa. Plini (23-79) menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat ranbut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di gaul, Prancis. Artinya, tahun 100 masyarakat gaul sudah memakai sabun keras. Ia jga menyebut sabun pabrik di Poimpii yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.
Dimasa itu sabun lebih sebagai obat. Baru blakangan i dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abat II. Tahun 700an di Itali membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200an. Secar bersamaan Marseille, Genoa, Venica, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat secara deposit soda mentah. Akhit tahun 1700an Nicolas Leblanc , kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa. Sabun pun semakin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau oleh semua orang. Di Amerika Utara Indutrinya sabun lahir tahun 1800-an. Pengusahanya mengumpulkan sisa-sisanya lemak yang lalu dimasak dalam panci besar. Selanjutnya, Adonan di tuang dalam catakan kayu. Setelah mengeras,sabun dipotong-potong,dan dijual dari rumah-ke rumah.
Begitupun, baru abat XIX sabun menjadi barang biasa bukan lagi barang mewah. Fritz Gunther, ilmuan Jerman, biasa disebut sebagai penemu surfaktan sintesis dalam deterjan tahun 1916. Namun, baru tahun 1933 untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di AS.
Kelebihan deterjen, mampu lebih efektif membersihkan kotoran walau dalam air yangn mengandung mineral. Tapi, ia pun menimbulakang hasilkan limbah busa di di sungai dan danau ini karena umumnya deterjen mengadung alkylbenzene sulphonate yang sulit terurai. Untung, setelah 10 tahun dilakukan penelitian, tahun 1965, ditemukan alkybenxene sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan.
Bakteri dapat cepat meng-uraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkan limbah busa. Dalam perkembanganya, deterjen pun makin canggih. Deterjen masa kini biasanya mengandung pemutih , pencerah warna, bahkan anti redeposisi. Zat terajhir ini mencegah kotoran agar tidak mau menempel.

Universal 2

Dinas P dan K Jatim
Kucurkan Beasiswa Untuk Siswa Miskin

Dinas pendidikan dan kebudayaan profinsi Jatim benar-benar ingin mewujudkan tekad profinsi Jatin untuk mempreoristaskan pembangunan did sector pendidikan.
Seperti yang pernah di ungkapkan oleh gurbernur Jatim, Imam Utomo dalam beberapa pidatonya yang menyatakan bahwa Pemerintah Privinsi akan memeproitaskan pendidikan. Termasuk program intisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun yang dimasukkan dalam rencana pemerintah jangka menengah daerah.
”Pemerintah Privinsi Jatim telah berhasil melaksanakan pendidikan wajib blajar 9 tahun. Dan program selanjutnya adalah wajib blajar pendidikan menengah 12 tahun yang telah kami masukkan dalam RPJMD Jatim pada tahun ini dan akan datang,”kata Imam Utomo.
Demi meningkatkan mutu dan pemerataan di Jawa Timur, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jatim telah mengucurkan dana beasiswa bagi siswa miskin di Jawa Timur.
”Beasiswa ini hanya untuk siswa yang Miskin dan benar-benar Miskin. Harapan saya agar beasiswa ini tepat sasaran dengan sesuai denga data yang kami terima. Dan himbauan saya kepada seluruh kepala sekolah yang ada disini adalah seluruh siswa miskin harus dibebaskan dari berbagai iuran. Jadi mereka benar-benar memperolaeh sekolah gratis,”Ujar Kepala Dinas P dan K Jatim, DR.Rasiyo,M.Si saat meresmikan acara’sosialisasi beasiswa miskin SMP Negeri/Swasta se Jawa Timur’ di Convention Hall Surabaya tanggal 17 Juli 2008.
Bantuan beasiswa untuk siswa miskin ini dikurkan sebagai Pendamping dana BOS yang dikhususkan kepada siswa miskin yang sebelumnya di data oleh masing-masing lembaga sekolah dan diserahkan ke Dinas P dan K Provinsi Jatim. Ada sekitar 2500 Sekolah yang mendapatkan alokasi dana tersebut.
“akan tetapi untuk tahap pertama, ada 1500 sekolah menengah pertama (SMP) baikyang negeri maupun swasta yang akan menerima. Sisanya akan diberikan pada tahap kedua. Metode pemberian siswa ini dialirkan ke rekening bank sekolah/kepala sekolah,” tambah Rasiyo.
Menurut Rasiyo, dana yang dikucurkan masing-masing Rp. 48.000,- persiswa ditambahkan dengan dana BOS, diharapkan sudah mampu menutup biaya sekolah perbulan bagi siswa yang tidak mampu membayar iuran sekolah.
“Dana BOS kan hanya untuk membantu biaya operasional saja. Sedangkan beasiswa ini saya rasa sudah cukup untuk menutup anggaran persiswa untuk satu bulan dalam menempuh pendidikan di sekolah bapak dan ibu semua,” tambah Rasiyo.
Pejabat kelahiran Madiun ini juga sangat berharap agar perlakuan yang diberikan sekolah kepada semua muridnya sama.
Meskipun ada dari kalangan kaya maupun miskin yang mendapat beasiswa ini.
“Untuk sekali lagi saya tekankan kepada para kepala sekolah semua. Tolong saya dibantu agar siswa dari anak-anak miskin ini diperhatikan karena semua warga indonsia berhak mendapatkan pendidikan yang sama,”tutur Rasiyo.
Sambil berseloroh, Rasiyo juga menganggap kepala sekolah kurang cerdas jika sampai menolak dan tidak mau menerima beasiswa untuk siswa miskin tersebut.
“Saya berani bilang bahwa kepala sekolah tersebut kurang cerdas, karena jika itu tidak diterima, berarti dia tidak bisa memanfaatkan. Apalagi ini kan demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Jawa Timur,”kata Rasiyo yang disambut tepuk tangan para kepala sekolah.@sony

Universal 1

Empat Kali Raih Nilai
Rata-rata UASBN Tertinggi Se Surabaya

SD Negeri Ketebang 5 Surabaya telah berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi se Surabaya telah berhasil meraih nilai rat-rata tertinggi se Surabyaya. Yaitu tahun 205, 2006 dan tahun 2007 meraih niali rat-rata tertinggi se Surabay dalm Ujida ( Ujian Daerah ). Tahun 20008 dalam ujin Nasional (UASBN) juga meraih nilai tertinggi se Surabaya ( nilai : 28,27 ).
Tidak hanya bidang akademik SDN Ketabang 5 Surabaya telah membuktikan keberhasilan dalm mendididk siswanya, namaun juga bidang non akademik juga telah berprestasi. Misal beberapa tahun yang lalu menggaet juara1 festival tari Poco-Poco, tari Tradisional dan tari-tari lainnya. Tahun 2008 telah menjuarai Plihan Cak dan Ninng Cilik di Surabaya. Yaitu Bela Dona, siswa kelas 5 SDN Ketabang 5 Surabaya berhasil merebut juara 1 ning Cilik Surabaya.
Kiat apa sehingga SDN Ketabang 5 Surabaya bisa merih seabrek prestasi? Suprihatin,S.Pd, guru Kelas 6 menuturkan pada INFO.
INFO : Kiat apa yang bisa membuat sekolah yangIbu pimpin banyak meraih perstasi?
Suprihatin : semu persoalan pendidikan seyogyanya dipikirkan oleh semua komponen sekolah. Ya orang tua murid, ya gurunya. Tentu juga anak didik juga harus mendapat perhatian penuh. Yang lebih utama adalah membuat suasana sekolah menjadi joyfull (kerasan/betah) bagi siswa untuk belajar.
INFO : Prestasi bidang akademik?
Suprihatin : kami punya tim untuk menggembleng siswa. Khususnya siswa kelas 6 yang akan mengikuti Ujian ( UASBN ). Kerenanya kami harus sungguh-sungguh dalam menanganinya. Ada bimbingan belajar, ada try outsekolah, try out selevelgugus, dan terakhir adalah try out selevel dinas koya. Dan Alhamdulillah hasilnya sangat maksimal.
Sutadji : yang penting kami mempunyai keyakinan bahwa bila segala sesuatu dijalankan dengan iklas dan berdoa, maka hasilnyapun akan seperti yang kami harapkan.
INFO : prestasi bidang non akademik?
Suprihatin:Kami sudah mempunyai stok kader dari siswa kelas satu hingga kelas 5. Umpama nanti siswa kelas enam sudah lulus, kami telah memiliki siswa yang kelas dibawahnya. Dan ini memang kami persiapkan dengan matang. Alhamdulillah sekolah kami tidak kekurangan calon-calon siswa yang akan mengangkat nama sekolah. Baik itu dibidang akademik atau non akademik.@ Pudianto

Pengetahuan Anak

Sabun Dulu Barang Mewah

Cucian menumpuk ? “Ya enggak masalah” sahuit bawang putih. Tentu karna ada sabun. Sabun mengandung surfaktan atau bahan aktif pemukaan, yang molekulnya mengikat kotoran lalu melepasnya dari benda inang. Ia akan menahan kotoran sampai larut terbilas air. Mengingat berbagai kepentinngan, Wajar bila ada berbagai jenis dan wujud sabun misalnya, Batangan keras sabun mandi , Serbuk deterjen , Encernya sabun cair dan shampo hinga sabun Colek yang kenyel-kenyel. Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. Konon, Tahun 600 SM masyarakat fnishia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari Lemak Kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkanya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yanng sudah bisa membuat sendiri sabun dengan bahan serupa. Plini (23-79) menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat ranbut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di gaul, Prancis. Artinya, tahun 100 masyarakat gaul sudah memakai sabun keras. Ia jga menyebut sabun pabrik di Poimpii yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali.

Dimasa itu sabun lebih sebagai obat. Baru blakangan i dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abat II. Tahun 700an di Itali membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200an. Secar bersamaan Marseille, Genoa, Venica, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat secara deposit soda mentah. Akhit tahun 1700an Nicolas Leblanc , kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa. Sabun pun semakin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau oleh semua orang. Di Amerika Utara Indutrinya sabun lahir tahun 1800-an. Pengusahanya mengumpulkan sisa-sisanya lemak yang lalu dimasak dalam panci besar. Selanjutnya, Adonan di tuang dalam catakan kayu. Setelah mengeras,sabun dipotong-potong,dan dijual dari rumah-ke rumah.

Begitupun, baru abat XIX sabun menjadi barang biasa bukan lagi barang mewah. Fritz Gunther, ilmuan Jerman, biasa disebut sebagai penemu surfaktan sintesis dalam deterjan tahun 1916. Namun, baru tahun 1933 untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di AS.

Kelebihan deterjen, mampu lebih efektif membersihkan kotoran walau dalam air yangn mengandung mineral. Tapi, ia pun menimbulakang hasilkan limbah busa di di sungai dan danau ini karena umumnya deterjen mengadung alkylbenzene sulphonate yang sulit terurai. Untung, setelah 10 tahun dilakukan penelitian, tahun 1965, ditemukan alkybenxene sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan.

Bakteri dapat cepat meng-uraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkan limbah busa. Dalam perkembanganya, deterjen pun makin canggih. Deterjen masa kini biasanya mengandung pemutih , pencerah warna, bahkan anti redeposisi. Zat terajhir ini mencegah kotoran agar tidak mau menempel.

Non Formal

Jatim Harus Bisa Juara Umum


Guru prestasi, kepala sekolah prestasi, serta pengawas prestasi tingkat Jawa Timur telah terpilih. Setelah melalui seleksi yang begitu ketat dari tingkat sekolah, Kecamatan, Kabupaten/Kota masing - masing, dan telah menyisihkan para pesaingnya ditingkat Jawa Timur mereka kini tengah bersiap-siap untuk berangkat ke tingkat nasional.
senyum dan wajah gembira mereka tidak dapat disembunyikan, ini ini terlihat ketika para duta jatim yang akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 12-18 Agustus nanti ini mereka pembekalan dan persiapan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisantara Bidakara Surabaya mulai tanggal 19-21 Juli kemarin.
dalam kegiatan tersebut para guru, kepala sekolah, dan pengawas prestasi Jatin akan diberikan arahan serta perbaikan dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai persyaratan atau kriteria dalam lomba.
pada hari kedua, tiba-tiba saja Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Drs.Syaiful Rachman,MM datang secara mendadak ditengah-tengah para peserta. sontak kehadiran orang nomer dua dibidang pendidikan di Jatim ini membuat peserta kaget.
Setelah bersalaman kepada seluruh peserta, Syaiful diboikot untuk berbicara didepan forum oleh panitia. Syaiful pun menargetkan para duta Jatim tersebut untuk menjadi juara umum.
"Saya berharap tahun ini Jatim bisa menjadi juara umum ,"ujar Syaiful membuka kalimat.
Syaiful optimis kalau tahun ini para guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi tersebut akan mampu memberikan sumbangsih yang maksimal. karena mereka dianggap mempunyai nilai plus dibandingkan dengan peserta dari Kabupaten/Kota yang berhasil mereka singkirkan.
"Anda semua adalah para guru, kepala sekolah, maupun pengawas yang mempunyai nilai plus dari rekan-rekan yang telah gagal pada seleksi tingkat Jatim. Untuk itu, saya yakin Jatim nanti bisa mengikuti tim PON Jatim di Kaltim. Apalagi para peserta jatim khusunya dibidang pendidikan selalu dipantau dan diwaspadai dari provinsi lain,"tambah Syaiful.
Orang yang pernah menjabat sebagai Kasubdin Tenaga Kependidikan itu juga mengungkapkan bahwa selama jeda waktu sebelum berangkat ka tingkat nasional. Para peserta juga diharapkan mampu mempersiapkan mental dan fisik dengan bagus, serta melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
“Manfaat tenggat waktu sebelum berangkat dengan menyiapkan fisik dan mental yang prima. Serta melengkapi dokuman dan panitia, misalnya memperbaiki dan menyempurnakan karya tulis, dan sebagainya,”imbuhnya.
Dalam kegiatan pembekalan dan persiapan tersebut, memang dikhususkan untuk para guru, kasek dan pengawas prestasi yang telah melewati tahap seleksi untuk memperbaiki karya tulis dengan dibantu oleh tim pendamping Jatim dari berbagai kalangan yang berkompeten dibidang karya tulis ilmiah.
Drs.Pudjianto,M.Pd pengawas berprestasi dari Kabupaten Lamongan juga merasa senang dan bangga dirinya lolos dari seleksi tingkat Jatim dan berangkat ke tingkat nasional.
“Perasaan saya sangat senang mas,. Bias lolos seleksi (tingkat Jatim) dan berangkat ke Jakarta (tingkat nasional),”ujarnya dengan senyum mengembang.
Ketika beban dipundaknya semakin berat, sebab tahun lalu 2 guru berprestasi dalam lomba yang sama mampu menjadi juara pertama dan kedua justru malah tidak membuat Pudjianto ini keder.
“Insyaallah saya siap untuk jadi juara. Hal itu justru memotivasi saya untuk bias berprestasi,”tuturnya dengan nada tinggi.

Kajian Ilmiah

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan


Undang-undang dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintahn perlu mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarkat yang maju, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
Dalam mewujudkan masyarakat yang maju, makmur, dan sejahtera tentulah dibutuhkan seorang pemimpin yang cerdas, arif dan bijaksana dalam mengambil satu langkah kebijaksanaan ataukeputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orng banyak / masyarakat yang dipimpinnya, pada kenyataan yang terjadi di masyarakat bnyak sekali pemimpin –pemimpin yang tidak dapat mengemban amanat dan kepercayaan rakyat yang memilihnya atau lebih banyak memiliki kecenderungan perilaku berani mengingkari setiap apa yang pernah mereka janjikan sebelum terpilih menjadi seorang pemimpin sehingga terwujudnya masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera hanya sebatas retorika semata. Karena kenyataan-kenyataan lain yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin sekarang lebih banyak menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak bias dijadikan contoh dan suri tauladan bagi masyarakat dibawahnya seperti ; orang yang mengenal dan tahu tentang agama, hukum, dan etika serta moral malah lebih berani melakukan pelanggaran terhadap hal tersebut.

BUTUH KAJIAN AGAR DAPAT MEMAHAMI PENTINGNAY MEMPELAJARI PENDIDIKAN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI

Adabeberapa kajian yang harus pula di ketahui orang tua dan guru dalam membekali ketrampilan pengembangan bergaul mandiri pada anak usia dini antara lain :
1. Kajian Paedgogis
- Masa usia dini merupakan peletak dasar (fondasi awal) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
- Menurut paham nativisme; memeng anak telah membawa potensi genetis.
- Menurut paham psikologis ; lingkunagn memberi peran yang sangat besar dalm pembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak.
2. Kajian Neurologi
- Anak terlahir dibekali bermiliar neuron (sel syaraf) dalam otaknay.
- Neuron-neuron yang tidak men dapatkan stimulasi / rangsangan kecerdasan lewat pendidikan dan pengajaran akan musnah lewat proses alamiah.
- Rangsanngan akan sangat efektif ketika anak masih berusia dini, terutama usia 4 tahun ke bawah (usia emas) diman sel otaknya berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan antar sel.
- 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun 30% berikutnya pada usia 8 tahun, dan sisanya ketika anak mencapai sekitar 18 tahun ( osborr,white,Bloom )
- Itulah sebabnya mengapa usia dini (terutama usia 4 tahun kebawah) merupakan masa yang sangat menentukan.
- Usia 4 tahun pertama adalah usia perkembangan keemasan bagi anak, untuk itu jangan di sia-siakan.
- Inagnat masa peka : otaknya hanya mau menerima rangsangan spesifik pada waktu tertentu saja.
- Pada masa usia dini perkembangan fisik, motorik, intelektual maupun social anak terjadi sangant pesat, sehingga para ahli menyimpulkan masa depan seorang anak.
3. Kajian Dibidang Gizi
- Pembentukan kecerdasan pada usia dini sangat tergantung pada asupangizi yang diterima ; makin rendah asupan gizi yang diterima, makin rendah status kesehatan anak dan makin rendah pula kemampuan belajarnya.
Oleh sebab itu pemerintah, masyarakat dan keluarga perlu memperhatikan status gizi, khususnya bagi anak usia dini.
4. Kejadian tentang fungsi otak :
- Ada tiga (3) bagian otak yang sangat penting dan terkait dengan perkembangan anak usia dini, yakni:
1) Batang otak sebagai pusat pertahanan
2) Limbik sebagai pusat emosi, dan
3) Kortek sebagai pusat berfikir.
- Bila dikaji mendalam system otak akan berperan sebagai berikut :
1. bahwa sistem limbik yang mendapatkan perlakuan menyenangkan, akan membuat selaput otak pada korteks dapt bekerja dengan baik (membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis anak).
2. anak yang sering dipacu sistem limbiknya dengan nyanyian permainan, penghargaan dan hal-hal lainnya yang bersifat menyenangkan atau mengasyikan akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
3. anak yang sering ditakut-takuti, diancam dan dibelenggu kemerdekaannya akan berpengaruh pada perkembnagna batang otaknya. Dampaknya anak akan bersifat mlawan ( Fight ) atau mengurung diri ( Flight ) dengan melihat perkembangan karakteristik begitu uni, orang tua dan guru dalam mengembangkan perilaku sosial anak perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman diri tentang aspek-aspek perilaku yang ada pada diri anak tentang ; afilasi ( kebutuhan anak bersama orang lain ), agresif ( tingkah laku menyerang bik secara isik ataupun verbal, atau berupa ancaman yang disebabkan karena ada permusuhan ), aturan ( pedoman bertingkah laku yang dapat di terima sesuai situasi pada saat itu), Bully ( ancaman, baik baik fisik maupun non verbal, terhadap seorang anak oleh anak lain dengan tujuan memperoleh kepuasan). Clowing/ membadut ( menunjukkan perilaku yang nampakkebodoh-bodohan atau konyol ), curang m disiplin (orang yang belajar atau secara suka rela mengikuti pimpinannya), egosentrisme ( lebih peduli terhadap diri sendiri dari pada orang lain ). Empati (kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengerti perasaan dan pandangan orang tersebut), ganjaran atau hadiah ( berbagai bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap suatu prestasi, hati nurani ( dapat membedakan manusia denngan mahluk lain , sehingga seseorang dapat membedakan sesuatu yang dapat dilakukan atau tidak untuk bernuat sesuatu ). Hukuman (sanksi fisik maupun psikis untuk pelanggaran dan kesalahan yang sengaja ) identifikasi ( proses terjadinya pengaruh sosial pada seseorang yang didasarkan pada keinginan orang tersebut untuk menjadi individu yang dikagumi ). Imitasi (peniruan sikap,tingkah laku serat cara pandang orang lain perilaku sosial yang paling mendalam dan paling langgeng pada seorang individu). Introivert dan eksrovert adalah kecenderungan seseorang untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya sedangkan eksrovert adalah kecenderungan seorang untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya. Kemandirian umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, Ketergantungan ( karena kebutuhannya menjadi tergantung pada orang lain ). Kondep diri ( gambaran yang dimiliki anak tentang dirinya, meliputi kondisi fisik, psikologis, sosial dan emotional ). Maladjustment ( individu yang menyesuaikan dirinya buruk), manja ( kecenderungan dalam diri anak untuk selalu menuntut perhatian orang lain, tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain). Membangkang ( menolak aturan ), mencuri ( mengambil yang bukan haknya ), moralitas ( tingkah laku yang mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat, pentesuaian diri menunjukkan taraf fungsi kepribadian individu di dalam kelompoknya).
Self Acceptance ( sikap menerima diri sendiri, suatu sikap yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang atau seorang anak dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial). Sbling rivalvry ( persaingan antar saudara merupakan suatu ketegangan yang terjadi dalam keluarga antara kakak dan adik).
Sosial acceptance / penerimaan sosial ( terpilihnya seseorang atau seorang anak untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu), sosialisasi (proses penyesuaian diri anak terhadap adat istiadat, kebiasaan dan cara hidup lingkungan ), dan trust / rasa percaya ( merupakan konsep yang tumbuh karena adanya rasa aman, sehingga anak dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat membina hubungan yang hangat dan menjalankan perilaku sosial tertentu tidak dengan rasa cemas).
Selanjutnya bagaimana dengan oragtua dan guru anak usia dini harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan anak usia dini sebagai generasi calon pemimpin yang dapat mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera.@

Ragam info pendidikan 8

Wajah Guru Masa Kini

Mengapa manusia memilih menjadi guru. Kenikmatan apa yang diperoleh dari pilihan hidup menjadi guru. Kenikmatan materialkah?, Kenikmatan batinkah?, atau kenikmatan lainnya. Banyak orang menduga dengan peningkatan gaji guru (kesejahteraan guru), maka akan meningkatkan kualitas pendidikan. Yakinkah bila gajiguru ditingkatkan minimal sebesar gaji gubernur akan meingkatkan kualitas pendidikan. Guru memang butuh kesejahteraan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan jangan sampai guru miskin materi. Betulkah peningkatan kesejahteraan ekonomi (materi kebendaan) guru sebagai indikator utama untuk peningkatan kualitas pendidikan. Bagaimanakah wajah-wajah guru masa kini yang dihadapkan pada tugas mendidik-mengajar dan kebutuhan kesejahteraan ekonomi?
Manusia memanng makhluk surga. Tidak ada manusia ke depan yang ingin hidupnya lebih suram dari sebelumnya. Semua manusia waras ingin hidupnya semakin lama semakin baik, lebih sejahtera, lebih bahagia, lebih nikmat. Itulah manusia sebagai makhluk surga, karena surga memang tempat kebahagiaan dan kenikmatan. Guru juga manusia, tak luput dari keinginana tersbut. Adam (nabi adam) beserta ibu Hawa adlah manusia manusia pertama, semula mereka berada di surga. Saking nikmatnya surga, lupa ada larangan tidak boleh memetik/memakan “buah kuldi” dilanggarnya. Nampaknya buah kuldi adalah berbentuk benda fisik atau material. Akhirnya, mereka berdua diturunkan ke bumi. Kita sebagai manusia saat ini adalah keturunan mereka berdua.
Guru berwajah guru. Seharusnya kenikmatan menjadi guru diperoleh dari keberhasilannya dapat mengantarkan anak didik menjadi manusia dewasa dalam cara berfikirnya, kedewasaan rasa (“emosi”) dan kedewasaan fisik anak didik. Itulah, seharusnya guru merasa nikmat bila berhasil dalam mengajar dan mendidik anak didik menjadi dewasa. Bila ada guru mengharap kenikmatan dari perolehan pendapatan yang besar semata, maka akan terjerumus seperti memakan “buah kuldi”, artinya akan kecewa (kecelik). Kekecewaan guru tesebut antaralain berupa ketidakberhasilan mendidik dan belum tentu kaya harta bisa diperolehnya.
Kesilauan material dunia telah menyinari dunia pendidikan yang terpantulkan ke wajah-wajah guru. Para guru sekarang mengejar materi dengan tanpa menghiraukan prilaku seorang guru. Banyak kejadian peserta didik yang gagal masuk suatu sekolah bukan karena tidak mampu berkompetisi pada ujian masuk sekolah, tetapi gagal karena tidak mampu membayar uang wajib biaya seragam sekolah. Banyak para murid mendapatkan nilai jelek karena tak mampu biaya kursus pada gurunya. Banyak guru dan sekolah menjual buku dengan harga yang mencekik orang tua murid, harga buku mahal. Banyak guru dan sekolah di kota besar mewajibkan murid baru untuk membayar uang gedung (uang pangkal) yang juga mencekik wali murid, biaya uang gedung tinggi. Sehingga para guru dapat keuntungan materi dari “bisnis”itu. Tampak mereka berpenampilan elit kemewahan tidak kalah seperti hartawan (businesman). Merasa nikmat atau bahagia kah mereka?
Namun tidak sedikit pula guru yang tak punya harta, bisa berangkat dan pulang ke sekolahan dapat naik sepeda buntut sudah untung, tyerutama guru di pedesaan dan pedalaman. Apabila para guru yang tak mampu harta terbawa guru lain yang penuh elit kemewahan dengan cara bisnis “memeras wali murid” maka tidak sedikit terbawa sinar kesilauan materi kemewahqn dunia, itu dilakukan. Sehingga tugas seorang guru untuk mengantarkan pserta didik ke kedewasaan terabaikan. Kalau para murid juga anak orang miskin harta, orang tua murid tidak akan dapat “diperas”,disisi lain guru terlanjur tergiur kesilauan material kemewahan, tak jarang mereka membeli barang dengan cara angsuran (kridit) sampai gajinya habis dipakai membayar beberapa angsuran hutang.
Ronggo Warsito telah menulis dalam karya sastranya “luwih becik dodol dawet karo rengeng-rengeng, tinimbang numpak sedan mengkilap karo drenginging” (lebih baik jualan minuman dawet sambil berdendang, daripada naik mobil sedan mewah sambil menangis tersedu-sedu), nampaknya itu telah terabaikan. Saat ini ada yang telah terjadi, banyak oarang silau dengan kemewahan ingin naik mobil baru dengan cara kridit, tidak mampu dipaksakan, akhirnya gajinya habis untuk membayar kridit. Karena pendapatan habis untuk membayar angsuran, mereka bingung dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Bingung kekurangan uang itulah ibarat “menangis tersedu-sedu”. Saat ini banyak orang memilih “lebih baik menangis tersedu-sedu sambil naik mobil mewah, daripada jualan minuman dawet,” termasuk sebagian para guru. Akhirnya tugas seoarang guru terabaikan. Kita berharap “dapat naik mobil mewah sambil berdendang”.
Bagaimana yang akan datang menciptakan kondisi wajah guru yang tak muram dan tak silau kemewahan. Menciptakan wajah guru yang bersahaja dan tekun pada profesinya. Pertama, dimulai dari perekrutan (recruitment) calon guru. Perekrutan calon guru biasanya dimulai sejak penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Perguruan tinggi LPTK antara lain: IKIP, FKIP, FIP dan lain-lain. Seharusnya perekrutan calon mahasiswa di LPTK selain dilakukan ujian umum seperti ujian masuk perguruan tinggi (UMPT) dilakukan pula ujian khusus seperti ujian minat bakat keguruan dan ujian kepribadian. Dengan demikian akan diperoleh mahasiswa yang memang dirinya sudah niat bulat ingin menjadi seorang guru dan memiliki kepribadian yang baik.
Kedua, perekrutan guru. Pada perekrutan guru ini, sebaiknya tidak sekadar ujian secara umum dan sol ujian dari tahun ke tahun tetap itu saja. Namun sebaiknya dilakukan ujian yang dapat mengukur loyalitas terhadap pendidikan dan negara, mengukur kemampuan bidang keilmuannya, mengukur fisik dan psikologis kejiwaannya. Dengan dmikian akan mendapatkan guru yang berkualitas dalam keilmuan, sehat jasmani-rohani, berjiwa guru, loyal pada dunia pendidikan dan negara.
Ketiga, seluruh guru digaji oleh negara (prmerintah). Setelah diterima menjadi guru sebaiknya pemerintah menggaji sluruh guru secara cukup (layak) sesuai golongan, pangkat, dan jabatannya. Dengan demikian seluruh guru di negeri ini adalah guru. Tidak seoerti saat ini, ada guru bantu, guru honorer, guru yayasan, guru PNS, guru DPK, dan lain-lain jenis guru. Walau semua itu guru, tetapi kesejahteraannya berbeda karena kekuatan yang nenggaji berbeda.
Keempat, diadakan pertemuan/penyegaran dan test kesehatan guru secara periodik. Setelah menjadi guru, pada perjalanan menjalankan tugas keguruannya diperlukan penyegaran pada guru, seperti pertemuan ilmiah untuk saling tukar informasi perkembangan ilmu sesuai keilmuannya, selain itu untuk mengingatkan kembali bhwa mereka adalah guru dalam mentransfer ilmu harus dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan/pemaksaan. Penyegaran itu bisa dilakukan setiap tahun. Selain itu, diperlukan test kesehatan pada guru. Test tersebut bisa dilakukan satu atau dua sekali secara periodik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan guru terutama apakah guru mengidap penyakit menular, apakah sang guru masih sehat psikologinya. Jangan sampai anak didik diajar oleh guru yangb tidak sehat dan gila (sakit psikis), hal itu membahayakan peserta didik. Guru yang tak sehat fisik atau psikologisnya harus disembuhkan dulu, bila sudah sehat diperbolehkan mengajar kembali.
Tidak berlebihan bila pemerintah memberi perhatian terhadap guru. Guru merupakan ujung tombak dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa. Pendidikaan akan berkualitas jika unsur utama gurunya berkualitas. Coba, apa yang terjadi, jika guru se indonesia mogok kerja selama sebulan, walau pejabat dan tenaga kerja administrasi di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tingkat pusat sampai tingakat kecamatan tetap kerja, dapat diduga dunia pendidikan akan merosot/ kacau balau. Namun sebaliknya jika para pejabat dan tenaga administrasi Depdiknas se indonesia mogok kerja sebulan, tetapi para guru tetap menjalankan tugasnya, dapat diduga bahwa dunia pendidikan akan tetap berjalan normal. Marilah kita ciptakan wajah-wajah guru yang bersahaja tak mudah silau, sehingga mereka dapat mengantarkan anak bangsa yang berkilau.@(Gems)