KE LAMONGAN BOJONEGORO DAN TUBAN
Di Lamongan, orang nomor satu di Depdiknas itu menandatangani prasati peresmian SMKN 2 dan SMPN 2 Lamongan. Penandatanganan dilakukan di aula kantor dinas pendidikan Lamongan.
Hadir dalam acara itu Bupati Lamongan Masfuk, anggota Muspida, Sekkab Fadeli, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur, para guru, kepala sekolah (Kasek), serta para siswa dan wali murid pererima BKSM (bantuan khusus siwa miskin).
Dari Lamongan,Mendiknas bersama rombongan, termasuk kepala Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur Rasiyo, Ke Bojonegoro. Tiba di rumah dinas bupati, Sunyoto, sekitar pukul 12.00. Rombongan kemudian salat Jum’at di masjid setempat. Setelah itu Mendiknas memberikan sambutan di acara open house bupati yang rutin diadakan setiap usai Jumatan.
Dari acara open house rombongan menuju sekolah model terpadu (SMT) di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Usai dari SMT rombongan itu menuju Tuban.
Terkait SMT Mendiknas menyatakan siap melakukan sharing untuk pngelolaannya. Dia juga menyatakan siap menurunkan tim khusus untuk menjajaki sharing antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabuaten terkait pengelolaan SMT tersebut. ” Termasuk model pengelolaannya, sebab investasi juga sudah cukup besar,” tuturnya.
Di Tuban, Mendiknas melakukan kunjungan akademis ke Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Rombongan Mendiknas menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung setiap perguruan tinggi yang benar-benar serius dan punya komitmen kuat untuk maju. Dia juga memastikan ” kompetisi ” untuk mendapatkan bantuan akan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot masing masing perguruan tinggi.
Buku Murah
Untuk mengantisipasi mahalnya harga buku dan sekolah jual buku, Depdiknas sedang berusaha membuat buku murah. Caranya, dengan memberi hak cipta buku paket pelajaran. ”saat ini Depdiknas telah membeli hak cipta 49 judul buku SD hingga SMA dan akan membeli lagi hak cipta 201 judul buku lag, ” ungkapnya.
Buku murah itu, tambah dia, bisa diperoleh dari jaringan pendidikan nasional (jardiknas) depdiknas. Buku tersebut telah ditentukan harga eceran tertinggi (HET)-nya. Nilainya hanya 1/3harga buku teresbut dipasran. ” buku tesebut juga haru dipakai minimal selama lima tahun agar bisa dipakia dik adiknya sehingga biaya sekolh menjadi lebih murah,” ungkapnya.
Kualitas dan Kesejahteraan Guru
Mendiknas juga mengungkapkan para guru di indnesia yang ber ijazah S-1 telah naik dari 30 persen mnjadi 41 persen. Kenaikan ini setelah adanya program sertufikasi.
” Peningkatan kualitas guru akan disertai dengan peningkatan kesejahteraannya. Ini merupakan salah stu program utama untuk peningkatan pendidikan i Indonesia,” tambahnya.mendiknas juga menambahkan sekolah berbasis informasi dan komunikasi mejadi misi utama kedepan. Saat ini, kata dia, 40 persen SMK, 30 persen SMP, dan 10 persen SD diseluruh Indonesia telah mempunyai laboratorium computer.
” Kedepan, daharpkan setiap siswa bisamempunyai laptop, sehingga bisa mengkses iptek dengan mudah,” terangnya. Sedangkan kepala Dinas P dan k Jawa Timur Rasiyo mengatakan, tahun ini jumlah bantuan khusus siswa miskin (BKSM) Rp.260 miliar untuk 333.000 siswa SMA/SMK/MA.
” BKSM sama dengan BOS, tetapi untuk siswa SMKA/SMK/MA terkait program wajib belajar (waajr) 12 tahun,” ungkapnya.
Sayangkan Sekolah Gay
Pembukuan sekolah khususuntuk kaum lesbian,gay,biseksual,transgender,interseks,danqueer (LGBTiQ) di surabaya di tanggapi serius Mendiknas.
Mendiknas menyayangkan berdirinya sekolah aktifis LGBTiQ.siswa yang memiliki kelainan khusus, katanya, sebenarnya berhakmendapatkan pendidikan yang layak di sekolah umum sebagaimana siswa normal lainnya.
Guru besar universitas Gadjah Madaini meminta agar peluncuran ’sekolah khuus’ ini tidak untuk mempromosikan kehidupan yang oleh mayoritas masyarakat masih dinilai menyimpan, seperti homoseksual, lesbian, dan biseksual. ” pokoknya, jangansampai terjadi promosi ha hal seperti ituselama berlangsung proses belajar mengajar,” tandasnya.
Berbeda dengan Mendiknas, kepalaDinas P dan k (P&K) jatim Rasiyo yang hadir dalam acara yang sama mendampingi Menteri Mendiknas, mengaku belum bisa menanggapi peuncuran LGBTiQ di Surabaya. ” saya belum tahu masalah itu,jadi belum bisamenanggapi,” kilahnya.
Diberitakan, aktivitas LGBTiQ yang tergabung dalam gAYa Nusantara melaunching sekolah khusus transgender, interseks, dan quee di surabaya Plaza Hotel. Skolah khusus ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Sementara itu,sejumalah pihak juga menyayangkan peluncuran LGBTiQ. Alasannya, sekolah ini eksklusif dan membentengi kaum minoritas dari khalayak.
Ketua MUI jatim KH ShomadBukhori menegaskan, sekolah eksklusif semacam itu seharusnya tidakada. ” itu sama halnya menyalahi kodrat! Negara kita ini kan berasaskan pncasila, dimana isinya berketuhanan yang beragama. Kita lihat hakikatnya perilaku umat bragama masak ya seperti mereka itu,” kritiknya.
Seharusnya, kata Shmad, mereka berupaya memerangi yang salah kaprah dan tak perlu melegitimasi diri dengan membalutnyadalam bentuk pendidikan formal. Sejak dulu sampai kapanpun, lanjutnya, pemuasan nafsu sesama jenis itu melnggar hukum agama apapun.
”dalam hukumnegara itu juga diatur dalam undang undang perkawinan yaknidua insan laki dan perempuan.
Intinyasecara agama kaum gay, lesbian dan waria tidak pernah mendapat pengankuan,” jelasnya.
Secara kelembagaan, MUI sampai sejauh ini belum mendapat laporan langsung adnya aktivitasbelajar mengajar kaum gay,lesbian dan waria.(JP/Surya).
Laporan:Zainal Aqib
Di Lamongan, orang nomor satu di Depdiknas itu menandatangani prasati peresmian SMKN 2 dan SMPN 2 Lamongan. Penandatanganan dilakukan di aula kantor dinas pendidikan Lamongan.
Hadir dalam acara itu Bupati Lamongan Masfuk, anggota Muspida, Sekkab Fadeli, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur, para guru, kepala sekolah (Kasek), serta para siswa dan wali murid pererima BKSM (bantuan khusus siwa miskin).
Dari Lamongan,Mendiknas bersama rombongan, termasuk kepala Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur Rasiyo, Ke Bojonegoro. Tiba di rumah dinas bupati, Sunyoto, sekitar pukul 12.00. Rombongan kemudian salat Jum’at di masjid setempat. Setelah itu Mendiknas memberikan sambutan di acara open house bupati yang rutin diadakan setiap usai Jumatan.
Dari acara open house rombongan menuju sekolah model terpadu (SMT) di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Usai dari SMT rombongan itu menuju Tuban.
Terkait SMT Mendiknas menyatakan siap melakukan sharing untuk pngelolaannya. Dia juga menyatakan siap menurunkan tim khusus untuk menjajaki sharing antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabuaten terkait pengelolaan SMT tersebut. ” Termasuk model pengelolaannya, sebab investasi juga sudah cukup besar,” tuturnya.
Di Tuban, Mendiknas melakukan kunjungan akademis ke Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Rombongan Mendiknas menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung setiap perguruan tinggi yang benar-benar serius dan punya komitmen kuat untuk maju. Dia juga memastikan ” kompetisi ” untuk mendapatkan bantuan akan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot masing masing perguruan tinggi.
Buku Murah
Untuk mengantisipasi mahalnya harga buku dan sekolah jual buku, Depdiknas sedang berusaha membuat buku murah. Caranya, dengan memberi hak cipta buku paket pelajaran. ”saat ini Depdiknas telah membeli hak cipta 49 judul buku SD hingga SMA dan akan membeli lagi hak cipta 201 judul buku lag, ” ungkapnya.
Buku murah itu, tambah dia, bisa diperoleh dari jaringan pendidikan nasional (jardiknas) depdiknas. Buku tersebut telah ditentukan harga eceran tertinggi (HET)-nya. Nilainya hanya 1/3harga buku teresbut dipasran. ” buku tesebut juga haru dipakai minimal selama lima tahun agar bisa dipakia dik adiknya sehingga biaya sekolh menjadi lebih murah,” ungkapnya.
Kualitas dan Kesejahteraan Guru
Mendiknas juga mengungkapkan para guru di indnesia yang ber ijazah S-1 telah naik dari 30 persen mnjadi 41 persen. Kenaikan ini setelah adanya program sertufikasi.
” Peningkatan kualitas guru akan disertai dengan peningkatan kesejahteraannya. Ini merupakan salah stu program utama untuk peningkatan pendidikan i Indonesia,” tambahnya.mendiknas juga menambahkan sekolah berbasis informasi dan komunikasi mejadi misi utama kedepan. Saat ini, kata dia, 40 persen SMK, 30 persen SMP, dan 10 persen SD diseluruh Indonesia telah mempunyai laboratorium computer.
” Kedepan, daharpkan setiap siswa bisamempunyai laptop, sehingga bisa mengkses iptek dengan mudah,” terangnya. Sedangkan kepala Dinas P dan k Jawa Timur Rasiyo mengatakan, tahun ini jumlah bantuan khusus siswa miskin (BKSM) Rp.260 miliar untuk 333.000 siswa SMA/SMK/MA.
” BKSM sama dengan BOS, tetapi untuk siswa SMKA/SMK/MA terkait program wajib belajar (waajr) 12 tahun,” ungkapnya.
Sayangkan Sekolah Gay
Pembukuan sekolah khususuntuk kaum lesbian,gay,biseksual,transgender,interseks,danqueer (LGBTiQ) di surabaya di tanggapi serius Mendiknas.
Mendiknas menyayangkan berdirinya sekolah aktifis LGBTiQ.siswa yang memiliki kelainan khusus, katanya, sebenarnya berhakmendapatkan pendidikan yang layak di sekolah umum sebagaimana siswa normal lainnya.
Guru besar universitas Gadjah Madaini meminta agar peluncuran ’sekolah khuus’ ini tidak untuk mempromosikan kehidupan yang oleh mayoritas masyarakat masih dinilai menyimpan, seperti homoseksual, lesbian, dan biseksual. ” pokoknya, jangansampai terjadi promosi ha hal seperti ituselama berlangsung proses belajar mengajar,” tandasnya.
Berbeda dengan Mendiknas, kepalaDinas P dan k (P&K) jatim Rasiyo yang hadir dalam acara yang sama mendampingi Menteri Mendiknas, mengaku belum bisa menanggapi peuncuran LGBTiQ di Surabaya. ” saya belum tahu masalah itu,jadi belum bisamenanggapi,” kilahnya.
Diberitakan, aktivitas LGBTiQ yang tergabung dalam gAYa Nusantara melaunching sekolah khusus transgender, interseks, dan quee di surabaya Plaza Hotel. Skolah khusus ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Sementara itu,sejumalah pihak juga menyayangkan peluncuran LGBTiQ. Alasannya, sekolah ini eksklusif dan membentengi kaum minoritas dari khalayak.
Ketua MUI jatim KH ShomadBukhori menegaskan, sekolah eksklusif semacam itu seharusnya tidakada. ” itu sama halnya menyalahi kodrat! Negara kita ini kan berasaskan pncasila, dimana isinya berketuhanan yang beragama. Kita lihat hakikatnya perilaku umat bragama masak ya seperti mereka itu,” kritiknya.
Seharusnya, kata Shmad, mereka berupaya memerangi yang salah kaprah dan tak perlu melegitimasi diri dengan membalutnyadalam bentuk pendidikan formal. Sejak dulu sampai kapanpun, lanjutnya, pemuasan nafsu sesama jenis itu melnggar hukum agama apapun.
”dalam hukumnegara itu juga diatur dalam undang undang perkawinan yaknidua insan laki dan perempuan.
Intinyasecara agama kaum gay, lesbian dan waria tidak pernah mendapat pengankuan,” jelasnya.
Secara kelembagaan, MUI sampai sejauh ini belum mendapat laporan langsung adnya aktivitasbelajar mengajar kaum gay,lesbian dan waria.(JP/Surya).
Laporan:Zainal Aqib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar