Senin, 10 November 2008

Seputar Pendidikan 2

Harapan Guru
Pada Kongres PGRI di Palembang



Perhelatan besar Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Palembang membuat semua guru (guru negeri dan swasta) berharap akn meningkatkan mutu pendidikan sekaligus meningkat pula kesejahteraan guru bagi keluarganya.
Dalam kongres PGRI sudah jelas akan membahas isu-isu terkini mengenai problematik pendidikan, Kualitas Unas, dana bantuan siswa (BOS), dana bantuan mahasiswa (BKM), rekrutmen guru negeri, dana operasional pendidikan (DOP), Anggaran Untuk Keluarga Miskin bagi siswa (AUSKM), dan yang lebih dar itu adalah eksistensi organisasi PGRI itu sendiri.
Semua ini harus dibahas dalam setiap komisi pada kongres tersebut. Tetapi dalam kongres jangan sampai hanya berpikir tentang jabatan posisi kepengurusan di DPP PGRI semata. Klau memang berpikir tenteng kepengurusan PGRI dalam struktur organisasi, maka pilihl;ah pemimpin yang sudah jelas kredibilitasnya serta perjuangannya pada organisasi.
Kongres PGRI berdekatan dengan Pemilu 2009, maka sudah barang tertentu membuat imej banyak guru tentang korelasi dukungan terhadap salah satu kandidat kepemimpinan nasional.
Atau jangan-jangan PGRI juga akan menjadi salah satu pilar dukungan terhadap salah satu partai peserta pemilu.
Implimentasinya adalah bagi pengurus PGRI agar bisa duduk di DPR RI mewakili komisi yang membidangi pendidikan.
Kalau ini memang harus terjadi, ini sah-sah saja. Sebab PGRI adalah bagian dari elemen bangsa yang ikut serta membanhgun bangsa dan negara agar lebih adil, makmur dan teruta dunia pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan dunia luar serta tidak dipandang sebelah mata bagi negara-negara tetangga.
Oleh karena itu independensi PGRI seyogyanya digunakan secara arif agar tidak terjebak pada like and dislike untuk kepentingan salah satupartai atau salah satu kandidat kepemimpinan nasional dalam pemilu mendatang.
Konstelasi inilah yang membuat banyak guru berharap pada kongres PGRI di Palembang bisa menghasilkan segala sesuatu yang didasarkan dengan nilai-nilai edukasi dalam melahirkan setiap keputusan organisasi. Baik keputusan intern maupun keputusan ekstern organisasi.

Tidak ada komentar: