Apakah Kegiatan Non Akademik Bisa Mengganggu Akademik
Problamatik memang, pabila sekolah memperlakukan dengan ketat para siswanya agar mengikuti berbagai kegiatan program sekolah. Kegiatan yang telah terprogram di sekolah ada berbagai pembelajaran. Ada bidang akademik, ada ekstra kulikuler, ada pembelajaran yang bersifat praktek dan adapula kegiatan yang diluar sekolah. Misalnya mengikuti lomba_lomba, festifal, penelitian dan berbagai macam kegiatan siswa diluar sekolahnya.
Dan ini semua apakah bisa menurunkan bobot akademik bagi siswa ? Misalnya bisa menurunkan rengking nilai rata-rata Unas. Atau juga bisa menurunkan prestasi nilai pembelajaran yang bersifat akademik lainya. Dra. Catur, Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 7 Surabaya tatkala ditanya masalah hal ini mengutarakan bahwa banyaknya kegiatan yang bersifat non akademik bisa menurunkan prestasi akademik.”Mungkin siswa banyak kegiatan di luar ya. Itu kemungkinan juga. Bisa salah satu faktornya adalah siswa banyak melakukan keiatan diluar sekolah juga bisa menurunkan nilai akademik,termasuk nilai Unas.” katanya serius
Memang banyak sekolah yang dulunya bisa mencapai nilai rata-rata tertinggi dalam nilai Unas, namun dalam periode berikut malah tergeser dengan sekolah lain. Banyaknya kegiatan yang diluar sekolah, atau banyaknya ekstra kulikuler jga akan berpengaruh. Apabila sekolah mengharuskan untuk mengikuti semua program sekolah, ternasuk bidang non akademik
”Ini kan membuat banyak siswa kecapekan. Pagi sudah belajar dengan penuh waktu, siang atau sore masih ada saja kegiatan sekolah.
Belum apabila banyak kegiatan diluar sekolah. Memang banyak juga yang mempunyai daya tahan prima, tetapi banyak juga yang capek. Bayangkan berangkat sekolah pagi hari, dan pulang sore hari. Mangkanya apabila ada sekolah yang kegiatanya padat, ya harus diatur irama waktunya, agar tidak bosan, capek. Kalau sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan akan bisa menurunkan prestasi akademiknya,”ujar Dr. Gempur Santosa, Pengurus dewan Pendidikan Jawa Timur.
Drs. Kartoyo, M. Pd, Kasim Darmo, S. Pd, MM, keduanya Guru Bimbinngan konseling SMK 17 Agustus Surabaya juga mengutaran bahwa pendidikan itu seyogyanya santai, enjoi, joyfull dan penuh keluwesan. Sebab menurut keduanya mendidik manusia itu bukan hanya mengisi ilmu semata pada dataran kognisi,tetapi jga mendidik mental spiritualnya. ”Nah karna itu sekolah harus luwes
Sebab dari sekian ratus anak didik jelas mempuntai karakter yang berbeda-beda. Ada siswa yang cukup di beriperingatan sekali, ada juga yang berkali-kali. Menghadapi ragam sifat siswa ini jelas membutuhkan kiat yang beda pula.”kata Kartoyo dan kasim usai pengumuman hasil Unas beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu Achmad kosim S.Ag, Wakasek kesiswaan dan Drs. M. Robin, Wakasek kurikulum, SMK prapanca Surabaya mengutarakan bahwa pembelajaran akademik dan non akademik harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menggangu pembelajaran yanng satu dengan yang lainnya.”Keduanya sangat penting. Sebab ada siswa yang berbakat dibidang seni dan sastra. Ada pula yang bakat dibidang sastra. Mangkanya seyogyanya sekolah harus pandai-pandai mengenal bakat dan minat anak didiknya.” Ujar keduanya diruang guru pada INFO.@pudianto
Problamatik memang, pabila sekolah memperlakukan dengan ketat para siswanya agar mengikuti berbagai kegiatan program sekolah. Kegiatan yang telah terprogram di sekolah ada berbagai pembelajaran. Ada bidang akademik, ada ekstra kulikuler, ada pembelajaran yang bersifat praktek dan adapula kegiatan yang diluar sekolah. Misalnya mengikuti lomba_lomba, festifal, penelitian dan berbagai macam kegiatan siswa diluar sekolahnya.
Dan ini semua apakah bisa menurunkan bobot akademik bagi siswa ? Misalnya bisa menurunkan rengking nilai rata-rata Unas. Atau juga bisa menurunkan prestasi nilai pembelajaran yang bersifat akademik lainya. Dra. Catur, Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 7 Surabaya tatkala ditanya masalah hal ini mengutarakan bahwa banyaknya kegiatan yang bersifat non akademik bisa menurunkan prestasi akademik.”Mungkin siswa banyak kegiatan di luar ya. Itu kemungkinan juga. Bisa salah satu faktornya adalah siswa banyak melakukan keiatan diluar sekolah juga bisa menurunkan nilai akademik,termasuk nilai Unas.” katanya serius
Memang banyak sekolah yang dulunya bisa mencapai nilai rata-rata tertinggi dalam nilai Unas, namun dalam periode berikut malah tergeser dengan sekolah lain. Banyaknya kegiatan yang diluar sekolah, atau banyaknya ekstra kulikuler jga akan berpengaruh. Apabila sekolah mengharuskan untuk mengikuti semua program sekolah, ternasuk bidang non akademik
”Ini kan membuat banyak siswa kecapekan. Pagi sudah belajar dengan penuh waktu, siang atau sore masih ada saja kegiatan sekolah.
Belum apabila banyak kegiatan diluar sekolah. Memang banyak juga yang mempunyai daya tahan prima, tetapi banyak juga yang capek. Bayangkan berangkat sekolah pagi hari, dan pulang sore hari. Mangkanya apabila ada sekolah yang kegiatanya padat, ya harus diatur irama waktunya, agar tidak bosan, capek. Kalau sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan akan bisa menurunkan prestasi akademiknya,”ujar Dr. Gempur Santosa, Pengurus dewan Pendidikan Jawa Timur.
Drs. Kartoyo, M. Pd, Kasim Darmo, S. Pd, MM, keduanya Guru Bimbinngan konseling SMK 17 Agustus Surabaya juga mengutaran bahwa pendidikan itu seyogyanya santai, enjoi, joyfull dan penuh keluwesan. Sebab menurut keduanya mendidik manusia itu bukan hanya mengisi ilmu semata pada dataran kognisi,tetapi jga mendidik mental spiritualnya. ”Nah karna itu sekolah harus luwes
Sebab dari sekian ratus anak didik jelas mempuntai karakter yang berbeda-beda. Ada siswa yang cukup di beriperingatan sekali, ada juga yang berkali-kali. Menghadapi ragam sifat siswa ini jelas membutuhkan kiat yang beda pula.”kata Kartoyo dan kasim usai pengumuman hasil Unas beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu Achmad kosim S.Ag, Wakasek kesiswaan dan Drs. M. Robin, Wakasek kurikulum, SMK prapanca Surabaya mengutarakan bahwa pembelajaran akademik dan non akademik harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menggangu pembelajaran yanng satu dengan yang lainnya.”Keduanya sangat penting. Sebab ada siswa yang berbakat dibidang seni dan sastra. Ada pula yang bakat dibidang sastra. Mangkanya seyogyanya sekolah harus pandai-pandai mengenal bakat dan minat anak didiknya.” Ujar keduanya diruang guru pada INFO.@pudianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar