MOS
Sebagai Ajang Pengembangan Diri Siswa
Mos, sebagai wahana pengenalan siswa pada sekolah barunya. Baik pengenalan dengan sesama siswa, pengenalan dengan guru, pengenalan dengan lingkungan sekolah serta pengenalan segala bentuk yang lainnya lagi.
Namun yang llebih utama adalah bahwa Mos seyogyanya dipakai sbagai ajang pengembangan diri siswa. Dalam pelaksanaan Mos akan tampak bakat siswa masing-masing dan juga bisa sebagai ajang pengembangan diri siswa. Karenanya pelaksanaan Mos akan diisi berbagai kegiatan yang bersifat informasi interaktif antara kakak-kakak kelas dan penjelasan-penjelasan dari guru. Kesadaran wiyata bahari, kesadaran peduli lingkungan, kesadaran gotong royong, tanya jawab interaksi, dan semua yang bersifat membngun mental spiritual siswa.
Septyaning Rahayu, Ratu Olivia, M. Alief Habibie, ketiganya siswa kelas 2 SMP Islam Maryam Surabaya mengaku senang bisa menggembleng adik-adik kelas (siswa baru. Dan menurut ketiganya Mos sangat penting karena akan bisa saling mengenal diantara siswa baru dan dengan kakak-kakak kelas.
Penegakan Disiplin
SMP Negeri 2 Majayan Kabupaten Madiun adalah salah satu sekolah favorit di wilayah Caruban. Betapa tidak! Sekolah tersebut sudah membuktikan sebagai prestasi yang pernah diraihnya.Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Juara 1 lari, juara 1 smuda cup, juara 1 tenis meja, juara 1 volly putra, juara 1 seleksi porseni, tari tradisional, dan berbagai kejuaraan lainnya lagi.”Ini semua hasil komitmen dan kerjasama para guru, orang tua murid dan semua saja yang peduli akan majunya pendidikan. Yang lebih penting sekolah kami telahberhasil menegakkan kedisiplinan terhadap siswa. Kunci semua kesuksesan adalah disiplin,”ujar M. Sakirun,S. Pd, kepala SMPNegeri 2 Mejayan Kabupaten Madiun dengan didampingi Wakasek Hendro Suwondo, M. Pd, di ruang kerjanya pada INFO beberapa waktu yang lalu.
Lebih jauh Sakirun mengutarakan bahwa keberhasilan pendidikan harus bertumpu pada ilmu pedagogik. Sebab kalau para guru kurang paham dengan pedagogik, yang ada adalah bersifat pengajaran semata, bukan mendidik. Artinya anak didik hanya dijejali dengan kognisi. Padahal, lanjut Sakirun, tujuan pendidikan itu adalah membangun manusia yang utuh. Baik kognisi, sikap, perilaku dan moral agama. “Ketiganya inilah yang akan membentuk anak-anak didik menjadi pintar, cerdas dan berperilaku santun. Bukan hanya pintar, namun juga berakhlak,”papar Sakirun.
“Untuk mewujudkan kesemuanya ini, sekolah kami setiap hari sabtu untuk konsentrasi pada pengembangan diri siswa.
Artinya yang senang olahraga ya mendapat pembelajaran olahraga, yang suka seni tari, ya diajari tari, yang lebih mengutamakan keagamaan ya langsung mendapat bimbingan mental spiritual dan semua lebih terkonsentrasi pada minat bakat siswa. Hari-hari lainnya seperti sekolah pada umumnya,” tambah Hendro Suwondo. @ pudianto.
Sebagai Ajang Pengembangan Diri Siswa
Mos, sebagai wahana pengenalan siswa pada sekolah barunya. Baik pengenalan dengan sesama siswa, pengenalan dengan guru, pengenalan dengan lingkungan sekolah serta pengenalan segala bentuk yang lainnya lagi.
Namun yang llebih utama adalah bahwa Mos seyogyanya dipakai sbagai ajang pengembangan diri siswa. Dalam pelaksanaan Mos akan tampak bakat siswa masing-masing dan juga bisa sebagai ajang pengembangan diri siswa. Karenanya pelaksanaan Mos akan diisi berbagai kegiatan yang bersifat informasi interaktif antara kakak-kakak kelas dan penjelasan-penjelasan dari guru. Kesadaran wiyata bahari, kesadaran peduli lingkungan, kesadaran gotong royong, tanya jawab interaksi, dan semua yang bersifat membngun mental spiritual siswa.
Septyaning Rahayu, Ratu Olivia, M. Alief Habibie, ketiganya siswa kelas 2 SMP Islam Maryam Surabaya mengaku senang bisa menggembleng adik-adik kelas (siswa baru. Dan menurut ketiganya Mos sangat penting karena akan bisa saling mengenal diantara siswa baru dan dengan kakak-kakak kelas.
Penegakan Disiplin
SMP Negeri 2 Majayan Kabupaten Madiun adalah salah satu sekolah favorit di wilayah Caruban. Betapa tidak! Sekolah tersebut sudah membuktikan sebagai prestasi yang pernah diraihnya.Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Juara 1 lari, juara 1 smuda cup, juara 1 tenis meja, juara 1 volly putra, juara 1 seleksi porseni, tari tradisional, dan berbagai kejuaraan lainnya lagi.”Ini semua hasil komitmen dan kerjasama para guru, orang tua murid dan semua saja yang peduli akan majunya pendidikan. Yang lebih penting sekolah kami telahberhasil menegakkan kedisiplinan terhadap siswa. Kunci semua kesuksesan adalah disiplin,”ujar M. Sakirun,S. Pd, kepala SMPNegeri 2 Mejayan Kabupaten Madiun dengan didampingi Wakasek Hendro Suwondo, M. Pd, di ruang kerjanya pada INFO beberapa waktu yang lalu.
Lebih jauh Sakirun mengutarakan bahwa keberhasilan pendidikan harus bertumpu pada ilmu pedagogik. Sebab kalau para guru kurang paham dengan pedagogik, yang ada adalah bersifat pengajaran semata, bukan mendidik. Artinya anak didik hanya dijejali dengan kognisi. Padahal, lanjut Sakirun, tujuan pendidikan itu adalah membangun manusia yang utuh. Baik kognisi, sikap, perilaku dan moral agama. “Ketiganya inilah yang akan membentuk anak-anak didik menjadi pintar, cerdas dan berperilaku santun. Bukan hanya pintar, namun juga berakhlak,”papar Sakirun.
“Untuk mewujudkan kesemuanya ini, sekolah kami setiap hari sabtu untuk konsentrasi pada pengembangan diri siswa.
Artinya yang senang olahraga ya mendapat pembelajaran olahraga, yang suka seni tari, ya diajari tari, yang lebih mengutamakan keagamaan ya langsung mendapat bimbingan mental spiritual dan semua lebih terkonsentrasi pada minat bakat siswa. Hari-hari lainnya seperti sekolah pada umumnya,” tambah Hendro Suwondo. @ pudianto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar