Jatim Harus Bisa Juara Umum
Guru prestasi, kepala sekolah prestasi, serta pengawas prestasi tingkat Jawa Timur telah terpilih. Setelah melalui seleksi yang begitu ketat dari tingkat sekolah, Kecamatan, Kabupaten/Kota masing - masing, dan telah menyisihkan para pesaingnya ditingkat Jawa Timur mereka kini tengah bersiap-siap untuk berangkat ke tingkat nasional.
senyum dan wajah gembira mereka tidak dapat disembunyikan, ini ini terlihat ketika para duta jatim yang akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 12-18 Agustus nanti ini mereka pembekalan dan persiapan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisantara Bidakara Surabaya mulai tanggal 19-21 Juli kemarin.
dalam kegiatan tersebut para guru, kepala sekolah, dan pengawas prestasi Jatin akan diberikan arahan serta perbaikan dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai persyaratan atau kriteria dalam lomba.
pada hari kedua, tiba-tiba saja Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur, Drs.Syaiful Rachman,MM datang secara mendadak ditengah-tengah para peserta. sontak kehadiran orang nomer dua dibidang pendidikan di Jatim ini membuat peserta kaget.
Setelah bersalaman kepada seluruh peserta, Syaiful diboikot untuk berbicara didepan forum oleh panitia. Syaiful pun menargetkan para duta Jatim tersebut untuk menjadi juara umum.
"Saya berharap tahun ini Jatim bisa menjadi juara umum ,"ujar Syaiful membuka kalimat.
Syaiful optimis kalau tahun ini para guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi tersebut akan mampu memberikan sumbangsih yang maksimal. karena mereka dianggap mempunyai nilai plus dibandingkan dengan peserta dari Kabupaten/Kota yang berhasil mereka singkirkan.
"Anda semua adalah para guru, kepala sekolah, maupun pengawas yang mempunyai nilai plus dari rekan-rekan yang telah gagal pada seleksi tingkat Jatim. Untuk itu, saya yakin Jatim nanti bisa mengikuti tim PON Jatim di Kaltim. Apalagi para peserta jatim khusunya dibidang pendidikan selalu dipantau dan diwaspadai dari provinsi lain,"tambah Syaiful.
Orang yang pernah menjabat sebagai Kasubdin Tenaga Kependidikan itu juga mengungkapkan bahwa selama jeda waktu sebelum berangkat ka tingkat nasional. Para peserta juga diharapkan mampu mempersiapkan mental dan fisik dengan bagus, serta melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
“Manfaat tenggat waktu sebelum berangkat dengan menyiapkan fisik dan mental yang prima. Serta melengkapi dokuman dan panitia, misalnya memperbaiki dan menyempurnakan karya tulis, dan sebagainya,”imbuhnya.
Dalam kegiatan pembekalan dan persiapan tersebut, memang dikhususkan untuk para guru, kasek dan pengawas prestasi yang telah melewati tahap seleksi untuk memperbaiki karya tulis dengan dibantu oleh tim pendamping Jatim dari berbagai kalangan yang berkompeten dibidang karya tulis ilmiah.
Drs.Pudjianto,M.Pd pengawas berprestasi dari Kabupaten Lamongan juga merasa senang dan bangga dirinya lolos dari seleksi tingkat Jatim dan berangkat ke tingkat nasional.
“Perasaan saya sangat senang mas,. Bias lolos seleksi (tingkat Jatim) dan berangkat ke Jakarta (tingkat nasional),”ujarnya dengan senyum mengembang.
Ketika beban dipundaknya semakin berat, sebab tahun lalu 2 guru berprestasi dalam lomba yang sama mampu menjadi juara pertama dan kedua justru malah tidak membuat Pudjianto ini keder.
“Insyaallah saya siap untuk jadi juara. Hal itu justru memotivasi saya untuk bias berprestasi,”tuturnya dengan nada tinggi.
“Manfaat tenggat waktu sebelum berangkat dengan menyiapkan fisik dan mental yang prima. Serta melengkapi dokuman dan panitia, misalnya memperbaiki dan menyempurnakan karya tulis, dan sebagainya,”imbuhnya.
Dalam kegiatan pembekalan dan persiapan tersebut, memang dikhususkan untuk para guru, kasek dan pengawas prestasi yang telah melewati tahap seleksi untuk memperbaiki karya tulis dengan dibantu oleh tim pendamping Jatim dari berbagai kalangan yang berkompeten dibidang karya tulis ilmiah.
Drs.Pudjianto,M.Pd pengawas berprestasi dari Kabupaten Lamongan juga merasa senang dan bangga dirinya lolos dari seleksi tingkat Jatim dan berangkat ke tingkat nasional.
“Perasaan saya sangat senang mas,. Bias lolos seleksi (tingkat Jatim) dan berangkat ke Jakarta (tingkat nasional),”ujarnya dengan senyum mengembang.
Ketika beban dipundaknya semakin berat, sebab tahun lalu 2 guru berprestasi dalam lomba yang sama mampu menjadi juara pertama dan kedua justru malah tidak membuat Pudjianto ini keder.
“Insyaallah saya siap untuk jadi juara. Hal itu justru memotivasi saya untuk bias berprestasi,”tuturnya dengan nada tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar