Selasa, 11 November 2008

Kajian Ilmiah

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan


Undang-undang dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintahn perlu mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. Pembangunan nasional dibidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarkat yang maju, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
Dalam mewujudkan masyarakat yang maju, makmur, dan sejahtera tentulah dibutuhkan seorang pemimpin yang cerdas, arif dan bijaksana dalam mengambil satu langkah kebijaksanaan ataukeputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orng banyak / masyarakat yang dipimpinnya, pada kenyataan yang terjadi di masyarakat bnyak sekali pemimpin –pemimpin yang tidak dapat mengemban amanat dan kepercayaan rakyat yang memilihnya atau lebih banyak memiliki kecenderungan perilaku berani mengingkari setiap apa yang pernah mereka janjikan sebelum terpilih menjadi seorang pemimpin sehingga terwujudnya masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera hanya sebatas retorika semata. Karena kenyataan-kenyataan lain yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin sekarang lebih banyak menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak bias dijadikan contoh dan suri tauladan bagi masyarakat dibawahnya seperti ; orang yang mengenal dan tahu tentang agama, hukum, dan etika serta moral malah lebih berani melakukan pelanggaran terhadap hal tersebut.

BUTUH KAJIAN AGAR DAPAT MEMAHAMI PENTINGNAY MEMPELAJARI PENDIDIKAN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI

Adabeberapa kajian yang harus pula di ketahui orang tua dan guru dalam membekali ketrampilan pengembangan bergaul mandiri pada anak usia dini antara lain :
1. Kajian Paedgogis
- Masa usia dini merupakan peletak dasar (fondasi awal) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.
- Menurut paham nativisme; memeng anak telah membawa potensi genetis.
- Menurut paham psikologis ; lingkunagn memberi peran yang sangat besar dalm pembentukan sikap, kepribadian dan pengembangan kemampuan anak.
2. Kajian Neurologi
- Anak terlahir dibekali bermiliar neuron (sel syaraf) dalam otaknay.
- Neuron-neuron yang tidak men dapatkan stimulasi / rangsangan kecerdasan lewat pendidikan dan pengajaran akan musnah lewat proses alamiah.
- Rangsanngan akan sangat efektif ketika anak masih berusia dini, terutama usia 4 tahun ke bawah (usia emas) diman sel otaknya berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan antar sel.
- 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun 30% berikutnya pada usia 8 tahun, dan sisanya ketika anak mencapai sekitar 18 tahun ( osborr,white,Bloom )
- Itulah sebabnya mengapa usia dini (terutama usia 4 tahun kebawah) merupakan masa yang sangat menentukan.
- Usia 4 tahun pertama adalah usia perkembangan keemasan bagi anak, untuk itu jangan di sia-siakan.
- Inagnat masa peka : otaknya hanya mau menerima rangsangan spesifik pada waktu tertentu saja.
- Pada masa usia dini perkembangan fisik, motorik, intelektual maupun social anak terjadi sangant pesat, sehingga para ahli menyimpulkan masa depan seorang anak.
3. Kajian Dibidang Gizi
- Pembentukan kecerdasan pada usia dini sangat tergantung pada asupangizi yang diterima ; makin rendah asupan gizi yang diterima, makin rendah status kesehatan anak dan makin rendah pula kemampuan belajarnya.
Oleh sebab itu pemerintah, masyarakat dan keluarga perlu memperhatikan status gizi, khususnya bagi anak usia dini.
4. Kejadian tentang fungsi otak :
- Ada tiga (3) bagian otak yang sangat penting dan terkait dengan perkembangan anak usia dini, yakni:
1) Batang otak sebagai pusat pertahanan
2) Limbik sebagai pusat emosi, dan
3) Kortek sebagai pusat berfikir.
- Bila dikaji mendalam system otak akan berperan sebagai berikut :
1. bahwa sistem limbik yang mendapatkan perlakuan menyenangkan, akan membuat selaput otak pada korteks dapt bekerja dengan baik (membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis anak).
2. anak yang sering dipacu sistem limbiknya dengan nyanyian permainan, penghargaan dan hal-hal lainnya yang bersifat menyenangkan atau mengasyikan akan membantu mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
3. anak yang sering ditakut-takuti, diancam dan dibelenggu kemerdekaannya akan berpengaruh pada perkembnagna batang otaknya. Dampaknya anak akan bersifat mlawan ( Fight ) atau mengurung diri ( Flight ) dengan melihat perkembangan karakteristik begitu uni, orang tua dan guru dalam mengembangkan perilaku sosial anak perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman diri tentang aspek-aspek perilaku yang ada pada diri anak tentang ; afilasi ( kebutuhan anak bersama orang lain ), agresif ( tingkah laku menyerang bik secara isik ataupun verbal, atau berupa ancaman yang disebabkan karena ada permusuhan ), aturan ( pedoman bertingkah laku yang dapat di terima sesuai situasi pada saat itu), Bully ( ancaman, baik baik fisik maupun non verbal, terhadap seorang anak oleh anak lain dengan tujuan memperoleh kepuasan). Clowing/ membadut ( menunjukkan perilaku yang nampakkebodoh-bodohan atau konyol ), curang m disiplin (orang yang belajar atau secara suka rela mengikuti pimpinannya), egosentrisme ( lebih peduli terhadap diri sendiri dari pada orang lain ). Empati (kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengerti perasaan dan pandangan orang tersebut), ganjaran atau hadiah ( berbagai bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap suatu prestasi, hati nurani ( dapat membedakan manusia denngan mahluk lain , sehingga seseorang dapat membedakan sesuatu yang dapat dilakukan atau tidak untuk bernuat sesuatu ). Hukuman (sanksi fisik maupun psikis untuk pelanggaran dan kesalahan yang sengaja ) identifikasi ( proses terjadinya pengaruh sosial pada seseorang yang didasarkan pada keinginan orang tersebut untuk menjadi individu yang dikagumi ). Imitasi (peniruan sikap,tingkah laku serat cara pandang orang lain perilaku sosial yang paling mendalam dan paling langgeng pada seorang individu). Introivert dan eksrovert adalah kecenderungan seseorang untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya sedangkan eksrovert adalah kecenderungan seorang untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya. Kemandirian umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, Ketergantungan ( karena kebutuhannya menjadi tergantung pada orang lain ). Kondep diri ( gambaran yang dimiliki anak tentang dirinya, meliputi kondisi fisik, psikologis, sosial dan emotional ). Maladjustment ( individu yang menyesuaikan dirinya buruk), manja ( kecenderungan dalam diri anak untuk selalu menuntut perhatian orang lain, tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain). Membangkang ( menolak aturan ), mencuri ( mengambil yang bukan haknya ), moralitas ( tingkah laku yang mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat, pentesuaian diri menunjukkan taraf fungsi kepribadian individu di dalam kelompoknya).
Self Acceptance ( sikap menerima diri sendiri, suatu sikap yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang atau seorang anak dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial). Sbling rivalvry ( persaingan antar saudara merupakan suatu ketegangan yang terjadi dalam keluarga antara kakak dan adik).
Sosial acceptance / penerimaan sosial ( terpilihnya seseorang atau seorang anak untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu), sosialisasi (proses penyesuaian diri anak terhadap adat istiadat, kebiasaan dan cara hidup lingkungan ), dan trust / rasa percaya ( merupakan konsep yang tumbuh karena adanya rasa aman, sehingga anak dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat memandang lingkungan sebagai tempat ia dapat membina hubungan yang hangat dan menjalankan perilaku sosial tertentu tidak dengan rasa cemas).
Selanjutnya bagaimana dengan oragtua dan guru anak usia dini harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan anak usia dini sebagai generasi calon pemimpin yang dapat mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera.@

Tidak ada komentar: