Minggu, 09 November 2008

Info Utama

Porseni PLB
Tingkat jatim di pacitan

Dinas P dan K propinsi jawa timur sebagai penanggung jawab pembangunan bidang pendidikan telah melakukan berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan perkembangan mutu pendidikan di jatim.
Dengan pendidikan yang bermutu diharapkan dapat dihasilkan sumber daya manusia yang unggul secara terpadu dalam aspek (kognitif), rasa (efektif), karsa (psikomotor), dan olahraga secara optimal dan seimbang, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia unggul yang beriman taqwa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, kreatif dan inovatif.sebagai wahana humanisasi, empoering dan enlightening serta ennobling.
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan propinsi jawa timur sebagai pemegang tanggung jawab bidang pendidikan dan kebudayaan telah berupaya maksimal melalui berbagai upaya dalam perencanaan dan pelaksanaan serta pengendalian program-program pembangunan pendidikan dan kebudayaan yang didukung dengan semakin harmonisnya koordinasi antar sektor serta stakeholders.
Dalam tahun 2008 subdin pendidikan luar biasa yang merupakan pengemban amanah pembinaan pendidikan luar biasa telah memprogramkan berbagai kegiatan yang mengupayakan peningkatan mutu pendidikan luar biasa yang baik bidang kurikulum, saran, manajemen yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi bahkan tingkat nasional.
Demi meningkatkan mutu pendidika sesuai dengan undang – undang sistem pendidikan nasional (UU sisdiknas) terutama pasal 5 UU no.2 tahun 2004 ayat(2):
Warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental,intelektual, dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
Subdin pendidikan luar biasa (PLB) mengadakan pekan olahraga dan seni (porseni) PLB tingkat jatim di kabupaten pacitan beberapa waktu lalu. Porseni merupaka salah satu bentuk program dalam peningkatan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebetulan khusus sehingga mereka memperoleh kesempatan untuk membuktikan kemampuan dalam berekspresi dan menunjukan jati diri sebagai bagian dari anggota masyarakat serta kesempatan menuangkan ide-ide dan karya nyatanya sehingga mereka dapat berkembang secara optimal berperan secara aktif dalam pembangunan nasional.
Berbagai macam perlombaan antara lain menyanyi (pa/pi) terbuka tunanetra, melukis (pa/pi) SLB tunarungu, menari SDLB/SMPLBB/C untuk tunarungu /tunagrahita,membaca puisi SDLB/ SMPLB tunadaksa atau tunalaras , tenis meja (pa) SMPLB/SMALB C tunarungu , lari 100 m (pi) terbuka untuk tunarungu dan tunagrahita, lompat jauh terbuka tunarungu dan tunagrahita, lempar bola terbuka tuna grahita, catur tunanetra terbuka.
Porseni PLB sebagai wahana yang sangat ideal untuk para peajar yang berkebutuhan khusus dalam berekspresi dan berkreasi guna dapat membuktikan potensi yang dimiliki sebagai wujud jati diri dan peran sertanya dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, melalui kegiatan positif, rekreatif dan kompetitif melalui kegiatan lomba, kompetitif, gelar seni, unjuk karya.
Dengan terlaksananya kegiatan porseni PLB diharapkan mampu memacu para sisa berkebutuhan khusus untuk terus meningkatkan prestasinya dibidang nonakademik, agar mereka mampu bersaing antar pelajar SLB.
Menurut Drs.Syamsudi,MM dalam kata sambutannya saat membuka porseni di alun-alun kabupaten pacitan menegaskan bahwa porseni PLB adalah agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh subdin PLB.dan seni (porseni) merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur khususnya subdin PLB. Dengan harapan semoga siswi-siswi berkebutuhan khusus mampu menunjukan semangat untuk bisa memacu prestasi dalam kegiatan nonakademik seperti ini. Serta mendorong dan memotivasi para pembina atau pembimbing anak berkebutuhan khusus agar mampu mengantarkan bibit-bibit unggul dalam masing-masing lembaga pendidikan atau kabupaten/kota yang memberangkatkannya. Tentu semua peserta tidak ingin mengecewakan pihak-pihak yang telah dengan sukarela untuk membantu mengembangkan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus ,”ujar syamsudi.
Pria yang telah menakhodai subdin PLB bertahun-tahun ini juga mengatakan bahwa tujuan kegiatan porseni PLB ini adalah memberikan kesempatan siswa berkebutuhan khusus untuk menunjukan kemampuan dalam berekspresi dan berprestasi.
“Tujuan dasar porseni PLB itu sendiri adalah untuk memberikan kesempatan siswa SLB untuk berekspresi, berkreatifitas serta berprestasi. Selain itu, mendorong siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya. Yang ketiga adalah untuk memperoleh gambaran nyata tentang program kurikulum yang dilaksanakan oleh sekolah, mendapatkan bibit unggul dalam bidang prestasi seni dan olahraga, serta mempersiapkan kontingen propinsi jatim untuk mengikuti lomba porseni PLB tingkat nasional yang dilaksanakan di bandung (tanggal 21-26 juli 2008),”tambah syamsudi.
Syamsudi juga mengucapkan selamat berlomba kepada para peserta porseni PLB, serta berharap agar pelaksanaan lomba berjalan dengan lancar.
“akhirnya kepada para peserta dan panitia pelaksana kami mengucapkan selamat mengikuti porseni PLB tahun 2008 di kabupaten pacitan. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan selalu mendapat limpahan rahmat tuhan yang maha kuasa,”katanya menutup pidato pembukaan porseni PLB.
Prioritas Pemerimtah Propinsi Jawa Timur Dan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan setelah memperluas dan pemerataan kesempatan belajar telah dilakukan. Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia indonesia, sehingga titik berat pengelolaan pendidikan harus pada upaya penciptaan pendidikan yang bermutu, baik dari segi konteks, muatan, proses, keluaran maupun dampaknya.
`
Bupati pacitan: 5 juta untuk juara umum
dalam pembukaan porseni PLB di alun-alun kabupaten pacitan tersebut terasa spesial karena bupati pacitan Drs.Soejono,M.Hum menghadiri dan sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam kesempatan itu, Soejono mengucapkan terimakasih dengan diperayakannya kabupaten pacitan untuk menggelar even setingkat jawa timur. Serta menyambut para peserta dan panitia yang hadir dari seluruh kota dan kabupaten seluruh jatim.
“saya sangat bangga bahwa di kabupaen pacitan ini dipercaya untuk menyelenggarakan acara porseni pendidikan luar biasa tingkat jatim. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Propinsi Jatim Dan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Jatim khususnya subdin PLB atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,atas nama kepala daerah kabupaten pacitan dan segenap warga pacitan kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding utnuk para peserta lomba porseni PLB dan para ofisial yang datang dari seluruh kota dan kabupaten seluruh jawa timur ,”ungkap Soejono.
Soejono juga berpesan kepada seluruh peserta untuk bisa bertanding dan memperoleh prestasi, demi membawa nama baik kabupaten atau kota masing-masing.
“saya berpesan agar seluruh peserta mampu berkompetisi dengan jujur , serta mampu menorehkan prestasi di porseni PLB ini demi meningkatkan dan menjungjung nama baik sekolah dan kota ataupun kabupaten yang telah memberikan kepercaan untuk bertanding ditingkat propinsi jatim,”tambah Soejono serius.
Setelah memberikan arahan, Soejono membuka porseni PLB dengan melepaskan ratusan balon yang diikatkan kesebuah spanduk yang bertuliskan “porseni plb 2008 di kabupaten pacitan”.
Selain memberikan secara simbolis beberapa perlengkapan belajar untuk para peserta lomba porseni PLB yang hadir di pacitan.Soejono juga memberikan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah kepada juara umum, yang kemudian berhasil disabet oleh kabupaten madiun.
Acara penutupan yang digelar didalam gor pacitan , dihadiri oleh wakil bupati pacitan Soedibjo. Senada dengan perkataan bupati pada pembukaan sebelumnya, soedibjo juga bersyukur pacitan bisa dipercaya sebagai tuan rumah lomba porseni
PLB tingkat jatim.
“kami berharap ini dapat memacu kami untuk bisa memperbaiki fasilitas baik itu dari segi sarana maupun infrastruktur. Dan semoga tidak ada kekurangan sesuatu apapun dalam pelaksanaan lomba ini,”ujar Soedibjo.
Dalam kesempatan tersebut, soedibjo juga memberikan bonus tambahan kepada para peserta lomba porseni PLB, para pembina dan offisial dari kabupaten/kota, serta panitia pusat maupun daerah.
“saya telah berbicara kepada dinas pariwisata kabupaten pacitan . dan kami sepakat untuk memberikan bonus 50% dari total karcis masuk ke seluruh tempat –tempat wisata yang ada di pacitan,”tuturnya.

Dinas Propinsi

Rasiyo Membuka Olimpiade Olahraga SD/MI Tingkat Jawa Timur

Beberapa waktu yang lalu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim DR.Rasiyo,M.Si secara resmi membuka Olimpiade Olahraga SD tingkat Jawa Timur dengan ceremonial yang sangat meriah.
Acara yang bertema “Dengan olimpiade olahraga kita tingkatkan mutu pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan siswa,” merupakan proses seleksi lebih lanjut ke tingkat nasional. Mengingat betapa penting acara ini, Rasiyo menegaskan kalau setiap peserta harus bertanding dengan jujur dan mempunyai rasa sportifitas.
“Karena setiap juara yang bertanding ini akan berangkat ke olimpiade tingkat nasional untuk mewakili Jawa Timur. Maka saya berharap bagi anak – anakku semua yang mengikuti olimpiade olahraga ini untuk bertanding dengan jujur dan sportif karena setiap juara pada olimpiade kali ini akna mewakili Jatim di tingkat nasional. Di tingkat nasional nanti musuh-musuh yang kita hadapi semakin tangguh, untuk itu olimpiade tingkat Jatim ini digunaka untuk mengukur prestasi yang terbaik dari para peserta yang paling baik di tingkat Kabupaten atau Kota masing-masing hingga juara yang berangkat adalah atlet-atlet unggulan Jatim,” tutur Rasiyo serius.
Harapan Rasiyo cukup masuk akal karena tahun lalu saja, tim olimpiade olahraga Jatim mampu menyulitkan lawan-lawan dari propinsi lain. Sehingga menyabet juara umumdua kali berturut-turut pada tingkat nasional.
‘Bukan rahasia lagi kalau Jatim mempunyai atlet-atlet berbakat. Dua tahun berturut-turut tim olimpiade olahraga SD mampu menjadi juara umum. Ini tentu bukan prestasi yang bisa dianggap enteng, kit aharus bangga mempunyai bibit-bibit muda yang unggul dalam prestasinya,’tambah Rasiyo.
Rasiyo juga menarget untuk menjadi juara umum pada olimpiade olahraga tahun ini. Karena Rasiyo yakin bahwa proses pembibitan atlet di Jatim sejak usia dini berhasil dengan maksimal.
‘Tahun ini harus bisa menjadi juara umum olimpiade tingkat nasional. Jika tahun-tahun sebelumnya kita mampu mengatasi perlawanan dari atlet-atle dari propinsi lain, msks mengsps sekarang tidak bisa,”kata pejabat kelahiran asli Madiun ini.
Rasiyo mengatkan bahwa pembibitan atlet muda akan terus dilakukan guna mempertahankan prestasi olahraga yang selama ini bisa membanggakan publik Jawa Timur. Oleh sebab itu, olimpiade olahraga ini diharapkan mampu mengacu semangat dan mental bertanding dari siswa-siswi SD yang mengikuti.
‘Dengan diadakannya olimpiade olahraga ini kami mengharapkan para anak-anakku sekalian mampu memacu prestasi tertinggi serta menumbuhkan mental bertanding agar kalian bisa menjadi juara meski berada dalam tekana,”ujar Rasiyo.
Kehadiran Kadinas P dan K Propinsi Jatim, Rasiyo tentu saja lebih memotivasi para atlet dan pelati secar official dari masing-masing kontingen karena orang nomer satu di dunia pendidikan Jatim tersebut selalu memberikan suntikan motivasi yang positif bagi pelaksanaan kegiata Olimpiade olahraga SD/MI tingka Jatim tersebut.
Ini terbukti dari antusias para peserta yang turut hadir memadati halaman depan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Tepuk tangan meriah para peserta yang hadir serta banyak sekali peserta yang mengambil gambar Rasiyo sebagai kenag-kenangan menjadi bukti bahwa Rasiyo adalah orang yang sangat dihormati dan dirindukan dalam dunia pendidikan Jawa Timur.
Menurut Kasubdin TK/SD, Drs.Bambang Sudarto, M.Si mengatakan bahwa prestasi yang di dapat dari olimpiade olahraga tingkat Jatim ini diharapkan mampu untuk membina atlet-atlet yang berusia muda.
“Olimpiade olahrag tingkat Jatim ini semoga membawa dampak yang positif bagi calon atlet-atlet masa depan Jawa Timur dan semoga bisa memupuk mental sportifitas dan mampu menghasilkan juara dan bibit muda yang akan kami kirimkan menuju tingkat nasional,”ujar Bambang di hadapan Rasiyo dan seluruh kontingen dari Kabupaten dan Kota di seluruh Jawa Timur.
Bambang juga mengatakan bahwa melalui olmpiade olahrag ini, para siswa bisa mengaktualisasikan dirinya untuk bisa berprestasi. Karena selain bisa berprestasi di bidang akademik, anak-anak yang bernakat bisa juga berprestasi di bidang non akademik.
”Prestasi di bidang akademik dan non akademik haruslah seimbang. Jika siswa tidak mampu berprestasi di bidang akademik, maka olimpiade olahraga inilah moment yang tepat untuk membuktikan diri. Akan tetapi lebih dari itu, yang terpenting adalah membangun kebersamaan dan menyambung tali silaturahmi diantar para peserta. Baik dari satu daerah maupun dengan daerah lain,”imbuhnya.
Acara pembukaan tersebut ditandai dengan dilemparkannya sebuah bola sepak, dan bola voli untuk diperebutkan para peserta yang berkumpul di depan halaman Asrama Haji Sukolilo, sebagai sinyal bahwa masing-masing cabang olahrag (cabor) yang dipertandingkan, juaranya akan diperebutkan banyak peserta.
Serta pelepasa ratusan balon ke udara sebagai simbol kemeriahan dari kegiatan olmpiade olahraga yang dilaksanakan selama 3 hari oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. Pembukaan juga dimeriahkan oleh drumband, serta atraksi dari beberapa cabor yang dipertandingkan.
Sedangkan Sakino,S.Pd pelatih tim voli Kabupaten Blitar, yang sukses menjadi juara setelah mengalahkan Kabupaten Banyuwangi menyatakan bahwa timnya siap jika dikirim dan bertanding di olimpiade tingkat nasional.
”Sebagai tim juara voli, kami akan siap jika nanti diberangkatkan pada olimpiade olahraga tingkat nasional. Karena kami datang kesini (Jatim,red) dengan persiapan yang matang. Kami sudah mempersiapkan anak-anak mulai kelas 3 SD. Setelah kami seleksi mereka kami kirim ke club voli untuk dibina. Dan kini kami tinggal memetik hasilnya,”ujarnya semangat.
Cabor yang akan dikirim ke olimpiade olahraga tingkat nasional antar lain bola voli, sepak mini, sepak takraw, tinis lapangan, tenis meja, badminton, senam, ranang, karate, atletik, bridge, dan catur.