Selasa, 11 November 2008

Opini 2

Festifal Dalang cilik

Untuk pengembangan dan pelestarian seni tradisional dikalangan pelajar, Subdin kebudayaan dinas pendidikan dan kebudayaan Profinsi Jawa Timur mengadakan festifal dalang bagi usia sekolah. Tak kurang 17 dalang cilik yang trdiri dari pelajar SD dan SMP dari daerah berbagai daerah di Jawa Timur tampil memukau penonton di Pendopo kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Profinsi Jawa Timur di Kawsan Jalan Jagir Surabaya.
Berbagai lakon wayang di lakonkan oleh para siswa. Cerita Wisanggeni Krido oleh Rian Wahyu, siswa klas 6 SD Negeri Babadan 2, Ngambe, Kabupaten Ngaw. Bimo Bungkus (kelahiran Bima Sena/Werkudara) Oleh Nanda, siswa kelas 2 SMP Negeri Prambon 1 Kabupaten Blitar. Aji Narantoko oleh Paksi Candra Wibaksu, siswa kelas 6 SD Negeri Sukojayan 1 Kabupaten Nganjuk, dan berbagai lakon wayang lainnya lagi.
Nanda, siswa kelas 2 SMP Negeri Prambon 1 Kabupaten Blitar mengangkat cerita Bimo Bungkus. Yang singkat alur ceritanya sulitan Dewi Kunti dalam melahirkan anaknya yang nernama Haryo Bimo. Dalam penuturan Ki Dalang Clik tersebut, Haryo Bimo terlahir dengan masih dibunkus selaput tipis cairan kental beserta ari-arinya sekaligus. Selaput tipis yang menyelimuti sanng cabang bayi Bimo, konon selaput pembungkus bayi, sulit dipecahkan oleh semua senjata ampuh yang ada iperbekalan senjata di Negara Hastina Pura. Namun berkat tapa brata Dewi Kunti agar pembungkus bayi tersebut bisa pecah, dan Dewata Agung mendengar serta mengutus para dewan dan brata untuk mengabulkan permohonan Dewi Kunti. Maka datanglah seorang satria yang yang berperawakan tinggi besar dan bersenjatakan dua belah pedang panjang serta panjang bak sepasanng taring gading gajah. Satri tersebut mennghampiri Dewi Kunti yang sedang berdoa dalam semedinya.
”he, Dewi Kunti, aku diutus Dewata Agung untuk membantumu dalam ksulitan,”sapa Satria dengan suara parau.
”Siapakah Kisanak, dan dari mana asalmu Kisanak ?” ganti Dewi Kunti bertanya.
”Oh kau ditanya belum menjawab,suah ganti bertanya,” sahut Satria dengan didirngi tawa berkepanjangan. Dewi kunti diam sejanak, dan tatapanya dalam-dalam satria Satria yang berdada bidang tersebut. Satria tahu persis bila diperhatikan dengan sunngguh-sungguh, maka derai tawanya meledak lagi seakan meledakkan tembok-tembk taman kabuter Dewi Kunti.
”Aku adalh Raden Gajah Angin dan Asalku aslku dari kolong langit dan berlantai bumi. Aku mendengar mendengar kabar dari para pedagang yang lewat bahwa permaisuri Prabu Pandu Dewanata, Raja Hastina Pura sedang dirudung susah. Yaitu melahirkan seorang anak yang terbungkus oleh selaput lendir dan dililit usus beserta ari-arinya. Dan tolong perkanan kan saya mengisis selaput jabang bayimu dengan sepasang pedangku,”pinta Raden Gajah Angin.
Singkat cerita, selaput bayi bisa pecah dan seketika itu terdengar suara tangis bayi melengking. Dalam pada itu juga dengan segenp prajurit jaga berhamburan berdesakan masuk taman kaputren dengan senjata terhunus kuatir ada mara bahaya yang datang.
Namun setelah melihat Dewi Kunti menggendong bayinya dan menyusuinya, para prajurit jaga sarempak bersimpuh menghantur sembah. ”Maafkan hamba tuan putri,”Suara kepala prajurit jaga dengan terbata-bata. ”Terima kasih prajurit, aku tak kurang sesuatu.Sudah kembalilah ketugas jagamu,”perintah Dewi Kunti.
Sekembalinya para prajurit jaga, taman kaputren menjadi sepi kembali, rupanya bayi tersebut sudah tidur pulas dalam gendongan ibunda. Dewi Kunti terhenjar sekejap tatkala mendengar suara lirih Raden Gajah Angin mohon pamit dan kemudian meloncat keluar pagar tembok taman kaputren dengan cekatan. Angin semilir berhembus pelan, dan semakin memulaskan tidur bayi Sang Bimo.
Dewi Kunti menegadakan wajahnya keatas, terlihat mendung pekat bergerak kebarat, Semakin lama semakin tebal. Tetep air hujan sudah mulai jatuh. Dewi kunti bergegas masuk keperaduan

Seni Tari

Jadi ekskul pilihan siswa

Tari merupakan seni tradisi dan budaya dari suatu bangsa ataupun suatu suku. Banyak upacara adat yang menonjolkan gabungan gerakan yang biasa disenut tari tradisional. Misalnya tari kecak, tari jaipong, tari remo dan masih banyak lagi tari tradisional yang lainnya.
Demi menjaga kelestarian tradisi, setiap sekolah rata-rata mempunyai ekstrakulikuler seni tari. Karena seni tari terutama tari-tari tradisional perlu untuk dilestarikan,akan tetapi pada kenyataanya kebanyakan siswa yang masuk ke ekskul ini ingin belajar seni tari modern.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Anis Sutarti,guru tari SD Negeri Wonokusumo 4 Surabaya. Menurut Anis, siswi-siswinya banyak yang tertarik untuk mengikuti seni tari, akan tetapi anak didiknya tersebut ingin mempelajari seni tari modern.
”Memang banyak menarik minat siswa untuk masuk dalam ekstrakulikuler tari, akan mereka ingin bergabung hanya ingin mempelajari modern dance. Saat saya mengajarkan tari remo, atau tari tradisional yang lain mereka biasanya menggerugutu ’bu, modern dance saja jangan tari kayak itu,”ujar guru tari yang masih berstatus sukwan tersebut.
Di tempat terpisah, grup dance SMP Santo Yosep Surabaya yang beranggotakan Christy Dio Putri, Bita Catya Andrasti, Yunike Maris, Lucky Monica boleh dibilang mempunyai prestasi membanggakan di bidang seni tari.
Grup dance meeka cenderung kepada aliran modern dance, karena menganggap bahwa tari yang sedang trend saat ini adalah modern dance. Apalagi yang sering diperlombakan adalah dance-dance modern.
Bita catya andrasti pun mengiyakan pendapat tersebut. Karena mnurutnya, modern lebih menarik baginya ketimbang tari-tari tradisional karena sesuai dengan perkembangan jaman.
”Perkembangan jaman sekaraang memang telah condong ke seni tari modern. Bukan karena tari tradisional ketinggalan jaman tetapi karena perlombaan yang sering ditampilkan adalah modern dance, maka kebanyakan ekskul tari selalu mengajarkan modern dance,”tutur gadis berparas ayu ini.
Monica dan yunike maris menambahkan bahwa ekskul tari disekolahnya selalu diadakan rutin setiap minggu guna lebih menyatukan individu para anggotanya. Gerakan tari kan tidak sedikit, banyak gerakan-gerakan yang harus dihafal dan didiskusikan.
”Setiap satu minggu sekali dalam ekskul tari kami selalu berdiskusi untuk membuat dan menyatukan setiap gerakan, serta memilih lagu yang cocok untuk gerakan tersebut,” ujar dua dara manis dari SMP Santo Yosep ini.
Bita juga berujar bahwa setiap gerakan yang telah dibuat tidak langsung asal merta jadi. Akan tetapi, masih ada yang perlu dibenahi untuk gerakan tersebut misalnya untuk pengurangan dan penambahan gerakan sehingga terlihat lebih selaras dengan musik dan menyesuaikan gerakan yang bisa dimaksimalkan oleh setiap anggota bersama.” Tari itu kan kekompakan anggota tim, bukan individu semata. Jadi setiap gerakan yang sudah kita sepakati bersama kita akan mencoba untuk melakukannya. Untuk menyempurnakan terkadang kita harus mengurangi, menambah, atau menambah gerakan sehingga bisa dibawakan dengan maksimal oleh para anggotanya, jika ada salah satu anggota yang kurang nyaman melakukannya, kita akan berdiskusi untuk

Senin, 10 November 2008

Opini 1

Perpustakaan
Adalah Kerajinan Ilmu, Tempat Berkembang Para Calon Intelektual

Kemajuan teknologi informasi telah membawa kita pada perubahan-perubahan pada berbagai lini kehidupan.
Jika ingin menjadi yang terdepan, mau taj mau kita harus mengikutinya. Perlu diketahui bahwa tidak semua informasi membuahkan pengaruh yang baik pada kita. Berbagai tabloid, majalah, koran, tayangan TV serta internet, banyak menyuguhkan berita-berita bernuansa negatif, yang justru dapat menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat terhadap 80 hingga 10%, sama dengan menurunnya tingkat kecerdasan para pecandu narkotika.
Untuk menghindari terjadinya informasi yang overload, perlu adanya kemampuan untuk menyeleksi informasi. Untuk itulah, kita harus belajar tentang informasi Literacy, yang belakangan ini sering dibicarakan di seminar – seminar pendidikan.
Apakah informasi literacy itu ?
Informasi Literacy atau melek informasi adalah seperangkat keterampilan yang diperlukan untuk mencari, menelusuri, menganalisis dan memanfaatkan informasi yang harus dimiliki oleh setiap siswa atau setiap individu yang ingin berkembang jika tidak ingin menjadi insan yang terbelakang.
Institut Pendidikan di negara kita, selam ini telah menggarap pendidikan yang berorientasi pada upaya mengembangkan kecerdasan intelektual, (IQ) yang berkaitan dengan kegiatan mendefinisikan kata-kata, menciptakan rancangan-rancangan, objek-objek diluar diri manusia seperti: fisika, kimia, matematika, teknologi dsb, yang bersentral pada otak kiri saja. Padahal menurut Goleman ( seorang ilmuwan Amerika) IQ hanya mendukung maksimal 20% dari kesuksesan seseorang. Selebihnya, ditentukan oleh hal-hal lain yaitu berkembangnya kecerdasan EQ dan SQ yang sebenarnya dapat digarap dalam institut pendidikan, dengan memaksimalkan fungsi perpustakaan.
Tetapi sayang, perpustakaan masih dipandang sebelah mata. Bahakan disebagian besar sekolah-sekolah TK, SD, SLTP, SMA, perpustakaan dianggap bagian yang kurang penting. Pengelolaannyapun diambilkan dari para guru yang masih mempunyai siswa jam mengajar, atau Guru Honorer, bahkan tak jarang, jika ada pegawai administrasi yang kurang berperan, dibuangkah ia ke perpustakaan. Diaanggap tempat pembuangan pegawai kah ?
Menyikapi hal ini, sekelompok pejuang intelektual perpustkaan yang menamakan komunitasnya APISI ( Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia ),menawarkan suatu upaya baru yang belum pernah tersentuh oleh dunia pendidikan di indonesia, yaitu : ”Biarlah Dikbud, dinas terus dengan perjuangan mereka memajukan pendidikan diareal mereka dengan mengubah kurikulum, menciptakan sistem-sistem baru menetapkan target pencapaian,dsb. Dengan cara mereka sendiri, dengan memosisikan diri dengan kepala tangan, tangan, kaki, dan tubuh pendidikan itu sendiri, para Librarian akan mencoba memosisikan ”perpustakaan” sebagai jantung dan paru-paru ditubuh pendidikan, yang akan menapasi dan menghidupkan upaya pemerintah dalam perjuangannya memajukan pendidikan di indonesia”.
Oleh karena itu, sekaranglah waktunya Diknas mulai menoreh ke arah fungsi dan peran perpustakaan secara proporsional sebagai bagian penting dalam pendidikan. Perpustakaan bukan musium, tempat menyimpan buku-buku judul bak etalase mati. Perpustakaan adalah kerajaan ilmu, tempat berkembang para caloncalon intelektual yang akan membangun tahta pendidikan di Indonesia kelak.
Perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam upaya membekali siswa agar melek informasi. Setelah sekian puluh tahun lamanya perjuangan pendidikan kita memberantas buta huruf, sekaranglah saatnya kita sampai pada tahap berikutnya, yaitu memberantas buta informasi. Seorang pustakawati yang handal akan memerankan dirinya sebagai motor penggerak anak – anak didik berkepribadian ”intelek”, yang selalu haus akan buku. Bahwa sudah waktunya untuk mengintegrasikan perlunya melek informasi ini ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menanamkan habits (kebiasaan) membaca pada anak-anak, akan menanamkan sentuhan intelektual,emosional,dan spiritual dalam jiwa seorang anak sehingga anak dapat lebih terampil dalam menganalisis dan memanfaatkan informasi atau sekarang disebut ” melek informasi ”
Orang yang melek informasi, akan belajar tentang kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan, kesehatan dan akan menjadi orang yang positif. Ia akan selalu mencari nilai positif dari setiap kejadian, juga mempunyai pola pikir yang dinamis, dan manusia yang dinamis secara IQ,EQ,dan SQ.
Melek informasi/literasi informasi sungguh merupakan keterampilan penting pada era global. Membludaknya informasi harus menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Keterampilan untuk mencari, menemukan kembali, menganalisis dan memanfaatkan informasi, perlu ditanamkan kepada siswa/ anak sejak dini. Dengan demikian, akan tercapai output dari sekolah yang sesungguhnya, yaitu ”menjadikan manusia yang tangguh dan seimbang dalam pengetahuan, karakter, dan ”academic competency” sehingga dapat ”sukses” dalam kehidupan. Sebab, kemampuan seseorang dalam olah informasi, sangat menentukan kesuksesannya.

Ragam Info Pendidikan 3

Sertifikasi dan batas kerja guru

Sesungguhnya sertifikasi gur adalh untuk meningkatkan kuallitas mengajar serta meningkatkan kualitas kesejahteraan guru. Namun kedua harapan tersebut indikasinya hanya mengejar tunjangan semata, sementara peningkatan mutu mengajar tampak jauh dari harapan. Mengapa demikan ?
Dilapangan yang ada adlah gejala keinginan para guru agar bisa maju dan lulus sertifikasi, sudah puas dan menunggu tunjangan cair. Namun untuk peningkatan kualitas masih tampak jauh dari yang diharapkan. Banyak guru yang sudahtersertifikasi, demikian pendapat Profesor Soelaiman Joesoef, Guru Besar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di ruang kerjanya.
”Hakikat sertifikasi guru itu adalah untuk agar mutu guru bisa meningkat. Tetapi sudah banyak guru yang sudah lulus sertifikasi, namun mutu kelulusan masih saja seperti ini. Contoh yanng banyak lulus sertifikasi guru itu di kota-kota besar. Tetapi nilai kelulusan tertinggi siswa malah diraih dari daerah (SMP diraih Tulungangung, Lamongan dll). Mestinya diraih kota-kota besar Surabaya, Malang, Jember, Madiun. Kok malahan Tulungagung,”katanya.
Sisi lain, masa kerja guru untuk bisa maju sertifikasi juga belum jelas. Ada yang masa kerja 18 tahun, 10 tahun, bahwa ada yang 5 tahun sudah bisa maju. ”Yang benar batas maksimal masa kerja berapa tahun ? Sebab ada seorang guru yang sudah berbakti 10 tahun lebih belum juga dipanggil untuk maju sertifikasi. Setelah guru tersebut menanyakan ke dinas Pendidikan, baru boleh untuk maju sertifikasi. Mustinya didata dan diurut menurut masa kerja dan usia.Ini yang namanya adil.”kata Kasim, S. Pd, Guru BK di SMK 17 Agustus Surabaya.
Sertifikasi guru memang tidak sembarangan. Ini jelas harus jeli dan ekstra hati-hati jangan sampai guru yang sudah tersertifikasi tidak berubah sama sekali dalam melayani pendidikan. Gayanya masih tidak berubah sama sekali dalam melayani pendidikan. Gayanya masih tidak berubah, Wawasanya juga masih kurang, apalagi masih merangkap mengajar dibeberap sekolah.”Ini yang tidak diharapkan bersama. Negara sudah mengeluarkan Anggaran yang besar, tetapi hasilnya masih seperti sedia kala,”tambah gatot,SE,guru hous keeping di SMK Pariwisata Surabaya.
Lain halnya Drs. Solikin Fanani, M. Ag, Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya mengatakan dengan jeli tentang sertifikasi guru, menurutnya, sertufikasi guru adalah untuk menyambungkan kebutuhan masyarakat harus diserap oleh sekolah. Hal ini membutuhkan SDM guru meningkat. Jadi jangan hanya mengejar tunjangan semata-mata.”Kebutuhan masyarakat nenyekolahkan putra-purinya agar bisa bermanfaat ditengah masyarakat setelah lulus nanti. Menyambungkan kebutuhan masyarakat dengan pembelajaran disekolah ini sangat penting. Jangan sampai anak didik setelah lulus malah tidak bisa berkerja dan tidak tau akan kemana. Lebih-lebih menyimpang dari harapan orang tua,”ujarnya.
Lebih jauh Solikin fanani mengatakan bahwa untuk tunjangan dan peningkatan mutu guru itu,tidak hanya terbatas pada sertifikasi . Yang penting tujuanya kena. Yaitu peningkatan mutu guru dan sekaligus kesejahteraannya meningkat pula. Mustinya sertifikasi guru harus dibatasi hingga tahun 2015. Pemerintah jangan terpatok masalah sertifikasi guru saja. Banyak garapan-garapan lain. Masih banyak garapan pemerintah untuk hal yang sama.”Dan hasinya pun juga harus dievaluasi. Berguna kan sertifikasi guru, atau malahan mubazir,”tanbahnya.
Sementara itu Yunanto Hasan,SE, guru fron office di SMK perhotelan Surabaya juga menyinggung sertifikasi yang banyak nuansa didkriminatif harus segera dipertimbangkan. Sebab selama ini yang banyak disertifikasi yang banyak nuansa diskriminatif adalah guru negri. Sedangkan guru swasta sangat minim.”Kalau untuk mencerdaskan anak-anak bangsa tidak ada bedanya guru negri atau guru swasta. Yang membedakan adalah penghasilan guru negri dan guru swasta. Guru negri dibayar berdasarkan golongannya, dan guru swasta dibayar dari jumlah jam mengajarnya.Itupun dibawah standar minimal Rp. 150 ribu sebulan. Mangkanya banyak yang merangkap mengajar, Ini untuk memenuhi kebutuhan keluargannya. Makanya perlunya good will dari pemerintah dalam hal ini. Litian dan pengembangan Univer Jangan guru negri saja yang sitas PGRI Adi Buana Surabaya. Digerojok tunjangan,”tegas guru yang soleh ini setelah penerimaan rapot siswa disekolahnya beberapa waktu yang lalu pada INFO.
Pendidikan memang harus serius. Artinya semua pihak yang berkecimpung didunia pendidikan harus sungguh-sunngguh. Sebab garapan lahanya adalah menyiapkan generasi mendatang untuk mmegang kendali negara dan bangsa. Nasib negara dan bangsa di tangan generasi muda.
Apabila ini gagal, maka gagal pula tujuan negara dan bangsa.
”Karenanya membangun pendidikan ya jangan disamben(sekedarnya). Bagaimana cara menghasilkan yang maksimal apa bila disamben.
Jelas tidak bisa dengan gaya dan wawasan seadanya. Harus sunggu-sungguh,”kata Ir. Joko Sutrisno,ketua peneliti dan pengembangan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Alumni ITS ini juga meningkatkan bahwa apabila ada sekolah yang mencari keuntungan finansial saja.
Kalau ada siswa yang pintar tetapi kurang mampu finansialnya, ya harus dibantu. Ya harus diantar hingga lulus
Jangan sampai ada siswa yang motol (putus) krena tidak bisa dibayarSSP,”ujarnya.

Ragam Info Pendidikan 7

Mengenal Anak Tuna Laras

Masa anak-anak adalah masa yang paling indah karena penuh dengan bermain, belajar dan bersosialisasi sesama teman. Apakah masa itu dialami oleh anak tuna laras?
Anak tuna laras adalah anak yang mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri dalam kegiatan sosial, bertingkah laku menyimpang norma-norma yang berlaku dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Bagaimana teknik mengenal anak tuna laras ? ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan, yaitu antara lain:
1. Melakukan Psikotest. Test untuk mengetahui kematangan sosial dan gangguan emosi
2. Melakukan Sosimetri. Test yang digunakan untuk mengetahui suka tidaknya seseorang.
3. Konsultasi ke Biro Konsultasi Psikolog.
Dengan konsultasi seseorang yang mengalami gangguan emosi sosial atau tidak, bisa diketahi.
4. Konsultasi ke Klinik Psikiatri Anak.
Tugas psikiater adalah untuk melakukan rehabilitasi dan penyembuhan terhadap mereka yang mengalami kelainan psikis. Selain itu juga dapat menetapkan seseorang mengalami kelainan atau tidak.
5. Membandingkan dengan tingkah laku anak pada umumnya.

Apakah faktor penyebab Tunalaras ? Anak Tunalaras disebabkan oleh beberapa faktor antar lain:
1. Kondisi keluarga yang tidak harmonis ( broken home)
2. Kurangnya kasih sayang orang tua karena kehadirannya tidak diharapkan.
3. Kemampuan sosial dan ekonomi rendah.
4. Adanya konflik budaya yaitu adanya perbedaan pandangan hidup perbedaan pandangan hidup antara keadaan sekolah dan kebiasaan keluarga.
5. Berkecerdasan rendah atau kurang dapat mengikuti tuntutan sekolah .
6. Adanya pengaruh negative dari geng-geng atau kelompok.
7. Adanya gangguan atau kerusakan pada otak (brain damage)

Bagaiman perilaku anak Tunalaras?
Adanya gangguan emosi dan gangguan sosial, yang ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:
A. Segan bergaul, terasing ;
B. Suka melarikan diri dari tanggung jawab ;
C. Menangis, kecewa, berdusta, menipu, mencuri, menyakiti hati, ingin dipuji, penakut, dan kurang percaya diri ;
D. Tidak mempunyai inisiatif dan tanggung jawab, kurangnya keberanian dan sangat bergantung pada orang lain ;
E. Agresif terhadap diri sendiri, curiga, acuh tak acuh, banyak menghayal ;
F. Memperlihatkan perbuatan gugup, misalnya menggigit kuku, komat kamit dan sebagainya.
Rasa rendah ditandai dengan ciri-ciri berikut:
A. Terlalu mempersoalkan diri sendiri, sering minta maaf, takut tampil dimuka umum, dan takut bicara ;
B. Mengeluh dengan nada nasib malang dan segan segan melakukan hal-hal baru atau yang dapat mengungkap kekurangannya ;
C. Selalu ingin sempurna, tidak puas dengan apa yang diperbuat ;
D. Bersifat introvert (lebih banyak mengarahkan perhatian pada diri sendiri).
Kurangnya rasa harga diri yang tersembunyi, ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
A. Bernada murung, cepat merasa tersinggung ;
B. Merasa tidak enak badan, sakit buatan ;
C. Berpura-pura lebih dari orang lain, misalnya menonjolkan diri, bicara lantang, dan D.merendahkan orang lain ;
E. Membuat kompensasi ;
F. Melakukan perbuatan jahat ;

Sentuhan Rokhani

Kemiskinan Dalam Bingkai Solusi Religi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Pusat (BPS) per Maret 2006 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebesar 39,05 juta jiwa atau 17,75 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan angka pengangguran terbuka sebesar 10,9 juta jiwa atau 10,3 persen dari total angkatan kerja (data BPS Agustus 2006). Kondisi in kian menguat dengan masih terbatasnya berbagai akses pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan permukiman, infrastruktur,permodalan atau kredit, serta informasi bagi masyarakat miskin. Demikian juga, masih terdapat banyak kawasan kumuh dan kantong-kantong kemiskinan di perkotaan. (Gemari:57).
Hidup miskin itu memang tidak enak. Dengan kemiskinan, gerakan kita akan terbatas. Betapa banyak kejahatan yang akarnya adalah kemiskinan. Sering kita jumpai orang nekat mencuri hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Wanita menjajakan diri sebagai akibat himpitan ekonami. Orang menjambret karena ingin membeli susu untuk bayinya. Anak-anak kecil mengamen naik turun bus kota karena penghasilan orang tua mereka tidak cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Jangankan mengurus pendidikan, untuk makan sehari-hari saja mereka harus memeras tenaga sedemikian rupa. Pendek kata, Tuhan pun bisa mereka ’jual’ untuk sekedar menambal kebutuhan perut.
Dengan kemiskinan, maka amlan-amalan kita menjadi sangat terbatas. Memang, kita bisa melakukan amaln dengan apa saja yang ada pada kita, baik pikiran maupun tenaga. Tetapi bukankah akanlebih baik jika harta kita juga ikut mengisi amalan-amalan kita? Melakukan amalan dengan harta, tanpa mengecilkan amalan tenaga dan pikiran, lebih kelihatan dampak segeranya. Contoh sederhananya, apa yang akan kita lakukan jika kita ingin beramal pada orang yang tengah keleparan? Apakah kita akan menyumbang tenaga dan pikiran saja? Tentu tidak. Karena yang mereka butuhkan saat itu adalah makanan, yang bisa segera kita dapatkan jika kita mempunyai uang.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa terbatas dari kemiskinan? Jawabannya adalah berusaha membebaskan diri dari belenggu itu. Jika kita sudah berusaha tetapi kita tetap tidak berubah, tentu tentu ada yang salah dengan cara berusaha itu. Apa yang salah? Kemungkinan karena kita tiadak bisa menangkap peluang usaha secara cermat, kita kurang serius dalam menggali bakat kita, atau kita kurang cepat belajar memahami sesuatu, kurang sabar menghadapi kegagaln dan satu hal yang penting, kurangnya kita berserah diri pasa Allah. (Masfuk:9).
Sesungguhnya Allah itu tidak akan mengubah (nasib) suatu kaum, hingga mereka mengubahnya sendiri (Al-Quran).
Aku berdiri di pintu Surga, ternyata yang paling banyak masuk Surga adalah orang-orang miskin. Adapun orang-orang kaya masih tertunda (masuk Surga). Sementara itu penghuni neraka sudah diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka (H.R.Bukhori Muslim).

Ujian Hidup

Sebenarnya, kemiskinan selalu berpasangan erat dengan kekayaan, dua sejoli yang menjadi sunnatullah. Tercipta menjadi batu ujian bagi setiap hamba, yang dengannya akan nampak siapakah diantara hamba-Nya yang paling benar keimanannya, yakni bersabar.
Dalam firman-Nya, Allah mengatakn,
”Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada oarang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un”. (Al-Baqarah : 155-156).
Bagaiman Allah SWT menjadikan kekurangan harta sebagai bagian dari bala’ yang menguji manusia. Dan bagaiman pula Allah SWT menisbatkan ujian tersebut dari diri-Nya dalam firman-Nya,”Sesungguhnya kami akan menguji kalian.”
Kemudian perlu kita renungkan pula bagaiman Allah menyebut kekurangan harta sebagai musibah, dan Dia memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar dalam menerima ujian kemiskinan dan kekurangan tersebut. Dia pun mengajarkan kepada mereka adab kesabaran berupa istirja’ (mengembalikan urusan kepada Allah SWT dengan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un) dan menjanjikan bagi mereka rahmat dan kesejahteraan.
Allah SWT menciptakan kita dengan terlahir di dunia fana ini. Namun kadang kita terhalang untuk mendapatkan kelezatan substasinya. Itu semua tidak lain hanya untuk menguji kadar keimanan kita dan agar diketahui bagaimana sikap kita, apakah kita menggerugutu atau ingkar atau sebaliknya, bersipat rela dan sabar terhadap ketetapan Allah tersebut.
Perlu kita ingat, bahwa semua orang di muka bumi ini sedang diuji, orang miskin diuji dengan kemiskinannya, orang kaya diuji dengan kekayaannya, orang sehat diuji dengan kesehatannya, dan seterusnya. Manakala Allah memuliakan Nabi Sulaiman As dan Kerajaan maka beliau berkata,” ini adalah keutamaan dari Rabbku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur ataukah justru kafir.”

Sebab-Sebab Kemiskinan
1. Lemah Dan Malas
Penyakit lemah dan malas terkadang menjadi salah satu sebab dari kemiskinan bagi seseorang.
Karena Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan memiliki potensi untuk berusaha dan bekerja, serta diberi kemampuan untuk berjuang mencari rezeki.
Karenanya Dia berfirman, artinya,
” Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”
Susah payah mengharuskan orang untuk berusaha, bekerja keras dan berjuang untuk memperoleh rezeki dan keberkahan.
2. Dosa Dan Maksiat
Sekali lagi, kemiskinan dan kemelaratan adalah sebagian dari musibah, yang terkadang diakibatkan oleh kemaksiatan sebagaimana musibah lain pada umumnya. Allah SWT berfirman, artinya,
” Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Ast Syura:30)
Terhalangnya seseorang dari rezeki mungkin dengan lenyapnya rezeki tersebut, akan berkurang jumlahnya, atau tidak memberinya manfaat sehingga meskipun harta yang dimiliki sangat banyak, namun justru menjadi bencana baginya.
Karenanya, selayaknya masing-masing kita bermuhasabah (memperhatikan dan introfeksi diri) seberapa banyak telah melakukan dosa, menyia-nyiakan sholat,kurang takut pada Allah SWT, memutus tali silaturrahim dengan kerabat, buruk dalam pergaulan dengan sesama muslim dan sederajat dosa lain. Kalaulah kita menyadari, mak sungguh tidak ada seorangpun yang lepas dari berbuat dosa, sebagaiman sabda Nabi SAW,”Seluruh bani Adam banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”(Riwayat At-Tirmidzi)
3. Wujud Penjagaan-Nya
Allah SWT itu Maha Tahu, boleh jadi jika seseorang hamba diberi kekayaan, justru akan menjadikannya celaka di dunia dan di akhirat, atau dengan rezeki tersebut mengakibatkan hamba semakin jauh dari-Nya dan akan menjadikan dia sombong serta besar kepala yang berakibat pada turunnya siksa dan bencana.
Rasulullah SWT,bersabda,
”Sesungguhnya Allah SWT menjaga hambanya yang beriman dari dunia ini, padahal dia mencintainya. Sebagaimana kalian semua berhati-hati (menjaga) orang sakit dalam memberi makan dan minum, karena khawatir terhadapnya.”(Riwayat Ahmad)
4. Bentuk Ketetapan Allah
Termasuk besarnya kemuliaan dan kemurahan Allah adalah Dia memuliakan hamba-Nya sebelum hamba itu melakukan prestasi, dan Dia telah menulis seorang hamba satu kedudukan yang tidak mungkin hamba tersebut mencapainya hanya dengan amal perbuatannya. Sehingga dia memberikan kebaikan dengan cara mengujinya, baik itu dalam harta, anak atau badannya. Nabi Muhammad bersabda, ” Sesungguhnya jika seorang hamba telah ditulis baginya satu kedudukan yang tidak mampu ia capai dengan amalnya, maka Allah mengujinya didalam harta atau badan atau anaknya.” (Riwayat Abu Daud)
Dan kedudukan yang tinggi hanya dicapai oleh seorang mukmin. Maka ketika ada seorang datang kepada Nabi Muhammad dan berkata,”Sesungguhnya aku mencintaimu.”Maka Nabi Muhammad menjawab, ”Siapkan dirimu menjadi orang miskin”

Kemiskinan dalam bingkai solusi
Banyak orang yang tidak mengetahui apa yagn mesti diperbuat oleh orang yang tertimpa ujian dan coba berupa kemiskinan. Padahal kemiskinan sendiri merupakan bala’ (ujian) yang sejatinya akan menjadi nikmat bagi hamba, apabila ia mau hal-hal berikut ini:
A. Berlindung kepada Allah SWT darinya
Dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kecukupan dan penjagaan kehormatan, berdasarkan keumuman dalil yang menunjukan disyariatkannya berkindung kepada Allah SWT dari bala’.
Dan juga karena Nabi SAW telah berlindung kepada Allah SWT dari kemiskinan serta memerintahkan hal itu.
Beliau bersabda,
” Berlindunglah kalian kepada Allah dari kemiskinan, kekurangan, kehinaan dan dari berbuat dzalim atau dizalimi.”
B. Rela terhadap ketetapan Allah SWT
Apabila seorang muslim tertimpa kemiskinan atau kekurangan harta maka hendaklah ia bersabar dan rela dengan takdir Allah SWT menciptakan kemiskinan melinkan hanya untuk memilah dan menguji para hamba.
Walhasil, kemiskinan akan berbuah menjadi nikmat apabila kita dapat mensyukuri dan berlapang dada terhadap ketetapan-Nya. Pun dapat menjadi bala’ (musibah) ketika kemiskinan tersebut menjadikan kita menjadi orang yang tidak ridha dan ingkar terhadap ketetapan Allah.

Seputar Pendidikan 2

Harapan Guru
Pada Kongres PGRI di Palembang



Perhelatan besar Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Palembang membuat semua guru (guru negeri dan swasta) berharap akn meningkatkan mutu pendidikan sekaligus meningkat pula kesejahteraan guru bagi keluarganya.
Dalam kongres PGRI sudah jelas akan membahas isu-isu terkini mengenai problematik pendidikan, Kualitas Unas, dana bantuan siswa (BOS), dana bantuan mahasiswa (BKM), rekrutmen guru negeri, dana operasional pendidikan (DOP), Anggaran Untuk Keluarga Miskin bagi siswa (AUSKM), dan yang lebih dar itu adalah eksistensi organisasi PGRI itu sendiri.
Semua ini harus dibahas dalam setiap komisi pada kongres tersebut. Tetapi dalam kongres jangan sampai hanya berpikir tentang jabatan posisi kepengurusan di DPP PGRI semata. Klau memang berpikir tenteng kepengurusan PGRI dalam struktur organisasi, maka pilihl;ah pemimpin yang sudah jelas kredibilitasnya serta perjuangannya pada organisasi.
Kongres PGRI berdekatan dengan Pemilu 2009, maka sudah barang tertentu membuat imej banyak guru tentang korelasi dukungan terhadap salah satu kandidat kepemimpinan nasional.
Atau jangan-jangan PGRI juga akan menjadi salah satu pilar dukungan terhadap salah satu partai peserta pemilu.
Implimentasinya adalah bagi pengurus PGRI agar bisa duduk di DPR RI mewakili komisi yang membidangi pendidikan.
Kalau ini memang harus terjadi, ini sah-sah saja. Sebab PGRI adalah bagian dari elemen bangsa yang ikut serta membanhgun bangsa dan negara agar lebih adil, makmur dan teruta dunia pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan dunia luar serta tidak dipandang sebelah mata bagi negara-negara tetangga.
Oleh karena itu independensi PGRI seyogyanya digunakan secara arif agar tidak terjebak pada like and dislike untuk kepentingan salah satupartai atau salah satu kandidat kepemimpinan nasional dalam pemilu mendatang.
Konstelasi inilah yang membuat banyak guru berharap pada kongres PGRI di Palembang bisa menghasilkan segala sesuatu yang didasarkan dengan nilai-nilai edukasi dalam melahirkan setiap keputusan organisasi. Baik keputusan intern maupun keputusan ekstern organisasi.