Selasa, 11 November 2008

Universal 2

Dinas P dan K Jatim
Kucurkan Beasiswa Untuk Siswa Miskin

Dinas pendidikan dan kebudayaan profinsi Jatim benar-benar ingin mewujudkan tekad profinsi Jatin untuk mempreoristaskan pembangunan did sector pendidikan.
Seperti yang pernah di ungkapkan oleh gurbernur Jatim, Imam Utomo dalam beberapa pidatonya yang menyatakan bahwa Pemerintah Privinsi akan memeproitaskan pendidikan. Termasuk program intisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun yang dimasukkan dalam rencana pemerintah jangka menengah daerah.
”Pemerintah Privinsi Jatim telah berhasil melaksanakan pendidikan wajib blajar 9 tahun. Dan program selanjutnya adalah wajib blajar pendidikan menengah 12 tahun yang telah kami masukkan dalam RPJMD Jatim pada tahun ini dan akan datang,”kata Imam Utomo.
Demi meningkatkan mutu dan pemerataan di Jawa Timur, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jatim telah mengucurkan dana beasiswa bagi siswa miskin di Jawa Timur.
”Beasiswa ini hanya untuk siswa yang Miskin dan benar-benar Miskin. Harapan saya agar beasiswa ini tepat sasaran dengan sesuai denga data yang kami terima. Dan himbauan saya kepada seluruh kepala sekolah yang ada disini adalah seluruh siswa miskin harus dibebaskan dari berbagai iuran. Jadi mereka benar-benar memperolaeh sekolah gratis,”Ujar Kepala Dinas P dan K Jatim, DR.Rasiyo,M.Si saat meresmikan acara’sosialisasi beasiswa miskin SMP Negeri/Swasta se Jawa Timur’ di Convention Hall Surabaya tanggal 17 Juli 2008.
Bantuan beasiswa untuk siswa miskin ini dikurkan sebagai Pendamping dana BOS yang dikhususkan kepada siswa miskin yang sebelumnya di data oleh masing-masing lembaga sekolah dan diserahkan ke Dinas P dan K Provinsi Jatim. Ada sekitar 2500 Sekolah yang mendapatkan alokasi dana tersebut.
“akan tetapi untuk tahap pertama, ada 1500 sekolah menengah pertama (SMP) baikyang negeri maupun swasta yang akan menerima. Sisanya akan diberikan pada tahap kedua. Metode pemberian siswa ini dialirkan ke rekening bank sekolah/kepala sekolah,” tambah Rasiyo.
Menurut Rasiyo, dana yang dikucurkan masing-masing Rp. 48.000,- persiswa ditambahkan dengan dana BOS, diharapkan sudah mampu menutup biaya sekolah perbulan bagi siswa yang tidak mampu membayar iuran sekolah.
“Dana BOS kan hanya untuk membantu biaya operasional saja. Sedangkan beasiswa ini saya rasa sudah cukup untuk menutup anggaran persiswa untuk satu bulan dalam menempuh pendidikan di sekolah bapak dan ibu semua,” tambah Rasiyo.
Pejabat kelahiran Madiun ini juga sangat berharap agar perlakuan yang diberikan sekolah kepada semua muridnya sama.
Meskipun ada dari kalangan kaya maupun miskin yang mendapat beasiswa ini.
“Untuk sekali lagi saya tekankan kepada para kepala sekolah semua. Tolong saya dibantu agar siswa dari anak-anak miskin ini diperhatikan karena semua warga indonsia berhak mendapatkan pendidikan yang sama,”tutur Rasiyo.
Sambil berseloroh, Rasiyo juga menganggap kepala sekolah kurang cerdas jika sampai menolak dan tidak mau menerima beasiswa untuk siswa miskin tersebut.
“Saya berani bilang bahwa kepala sekolah tersebut kurang cerdas, karena jika itu tidak diterima, berarti dia tidak bisa memanfaatkan. Apalagi ini kan demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Jawa Timur,”kata Rasiyo yang disambut tepuk tangan para kepala sekolah.@sony

1 komentar: